@willianbrasil25:

WillianBrasil🇺🇾 alma fuerte
WillianBrasil🇺🇾 alma fuerte
Open In TikTok:
Region: UY
Tuesday 02 June 2026 23:50:05 GMT
59201
3109
106
1366

Music

Download

Comments

gata79810
gata :
Soy Argentina . Hermosa Canción Viva Uruguay que gane el mejor mucha suerte 🥰
2026-06-04 16:50:14
20
user1910896371245
Alvaro Silvera966 :
lo de bolso o manya está de mas
2026-06-05 00:34:54
3
is.terko.uru
is.terko.uru :
🥰sas sasas fasas nanas sasssassssss🥰
2026-06-04 22:50:26
1
willianbrasil25
WillianBrasil🇺🇾 alma fuerte :
muchas gracias por todo esos lindos comentarios me siento más orgulloso de ser uruguayo y Uruguay nomás
2026-06-04 13:19:53
12
danielajanet4
Daniela Janet589 :
Como puedo conseguir esta canción, me emocionada. Por favor dejen me saber adonde se puede conseguir. Y vamos arriba Uruguay no más ♥️🇺🇾♥️
2026-06-04 21:31:25
2
marisolsilvera3
marisolsilvera3 :
Se me erizo la piel vamoooo
2026-06-04 17:40:00
3
cali2174
Cali :
Buena cancion amigo.
2026-06-04 19:14:53
3
migueldaluz8
Miguel Da Luz219 :
estaselesion esmui lenta es complicada
2026-06-04 22:01:50
1
gerardo.rodriguez149
Gerardo Rodriguez :
Muy buena esta cancion ,,,,,BAMOS URUGUAY,,,,
2026-06-04 19:06:56
3
pedrojavierbusto
Pedro :
Que lindo ser Uruguayo!!!!!(🥰
2026-06-04 13:36:09
3
danilo.palmer
Danny Palmer :
MAS CELESTE QUE NUNCA ❤️❤️❤️
2026-06-04 19:06:23
2
alizuanto560
Alizuanto😁🇺🇾❤️ :
2026-06-04 22:47:23
1
ethel_vega
monik :
Arriba la Celeste ❤️❤️❤️❤️
2026-06-04 21:09:15
1
nm32501
nm :
VAMOS URUGUAY!!! EN USTEDES ESTA MUESTRA ESPERANZA, SOY CELESTE!!!! VAMOSSSSS!!!!!!!!!
2026-06-03 18:26:59
8
thecrazyuru
Sylvana :
muy buena !!!! 👏👏👏👏
2026-06-04 19:44:26
1
locaporlatinta74
locaporlatinta74 :
Orgullo infinito de ser uruguaya
2026-06-04 21:44:20
1
sandra.fernandez973
Sandra Fernandez :
vamos arriba Uruguay 🇺🇾 🇺🇾 🇺🇾 no más
2026-06-03 21:28:40
5
bachicha797
Carlos :
Hermosa canción, vamoarriba Uruguay nomá
2026-06-04 22:09:28
1
user3780068150987
Felipe :
Gracias William. Hermosa canción desde el corazón. Gracias
2026-06-04 23:22:47
2
letii5122
leti🌙 :
2026-06-05 00:14:18
1
alfredo.lopez39
Alfredo Lopez :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 Uruguay
2026-06-04 23:57:18
1
mariaumpierrez189
Maria Umpierrez189 :
que divina canción. se me eriza la. piel . son unos grandes muchachos bendiciones. mucha suerte 💪 💪 💪 💪 💪 💪 💪 ARRIBA
2026-06-04 18:00:44
2
willianbrasil25
WillianBrasil🇺🇾 alma fuerte :
la verdad sigo diciendo muy lindo los comentarios me encantaron todos somos uno Uruguay nomás 🫡🫡 🇺🇾🇺🇾🇺🇾
2026-06-04 16:00:32
3
mr41730
mr :
Hermosa canción 🥰🥰
2026-06-04 19:30:39
2
rubenvidal4139
@rubén :
Esta buena la canción vamos la celeste !! 🇺🇾🇺🇾🇺🇾🇺🇾🩵🩵🩵🩵🩵💪💪💪💪💪
2026-06-03 20:00:19
2
To see more videos from user @willianbrasil25, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Mama kamu mana, Bas?” tanyaku. Siang itu, ketika mobilku memasuki halaman rumah, suasana terasa janggal. Tak ada Metta di pintu, seperti biasanya. Hanya Ibas yang menyambut dengan mata yang terpaku pada layar ponsel. “Beli gas, Pa,” jawabnya santai. Aku mengernyit. Metta? Beli gas? Istriku itu bahkan tak pernah mau mengangkat galon air minum.  Tapi benar saja, tak lama kemudian, motornya masuk ke garasi, dan dia dengan cekatan menurunkan tabung gas dari motor. “Tumben?” sapaku, hendak membantunya. “Sini biar papa aja yang angkat.” “Nggak usah. Aku bisa sendiri,” jawabnya, lalu melenggang masuk ke dapur. Aku menyusul, masih tertegun. Metta yang biasanya begitu bergantung padaku, kini memasang tabung gas sendirian. Hari-hari berikutnya, perubahan itu semakin jelas. Ia tak lagi merengek minta dibantu. Semua dikerjakannya sendiri. Sampai suatu sore, ia berkata santai, “Pa, aku mau les stir mobil.” Aku heran, tapi mengizinkannya juga. Dua minggu kemudian, Metta sudah berani menyetir kemana-mana sendiri. Bahkan sering keluar rumah tanpa menungguku. Suatu siang, aku pulang dari toko lebih awal karena tak enak badan. Dari ruang tengah, terdengar suara tawa Metta saat menelepon seseorang. Tawa yang sudah jarang kudengar di rumah ini. “Loh, Papa? Kok udah pulang?” tanyanya kaget. “Kurang enak badan, Ma,” jawabku, menuju kamar. Saat berganti pakaian, ponselku tiba-tiba berdering. Suara dari saku celana mengagetkanku. “Sial…” gumamku. Aku belum memberitahu Linda bahwa aku sudah di rumah. Belum sempat menjawab, Metta sudah berdiri di ambang pintu. Kaget, refleks aku menolak panggilan Linda. “Siapa, Pa? Kok nggak diangkat?” “Ah, cuma karyawan kok, Ma,” jawabku cepat. Metta hanya tersenyum tipis lalu pergi. Aku membuka ponsel. Ternyata Linda sudah mengirimiku pesan. [Besok Minggu Tiara ulang tahun, Mas. Kita ajak jalan-jalan ya?] Aku membalas cepat karena tak ingin berdebat hingga ketahuan Metta. [Oke. Nggak masalah.] Tapi saat duduk di meja makan, Metta tiba-tiba mengatakan sesuatu yang mengagetkan, “Hari Minggu besok aku  pakai mobil ya. Ada urusan bisnis.” Aku tercekat, kenapa bisa kebetulan begini?. “Lho, Ma... Tapi hari Minggu …” “Kenapa? Papa ada acara?” Aku tergagap. Kalau aku bilang ya, dia pasti akan curiga. Maka sore itu juga, aku memutuskan  membatalkan janji dengan Linda. [Jalan-jalannya tunda Senin ya. Ada acara mendadak.] Linda langsung membalas: [Kalau nggak jadi hari Minggu besok, lupakan saja aku dan Tiara.] Aku frustasi. Haruskah beli mobil satu lagi agar semua urusanku lancar? Metta muncul dari ruang tamu, memergokiku sedang melamun di teras. “Lagi mikirin apa, Pa?” “Enggak, cuma mikir, apa kita beli mobil satu lagi aja ya, Ma?” Matanya langsung menyipit. “Beli mobil? Buat apa? Atau... Papa punya alasan lain sampai harus beli mobil lagi?” “Alasan apa, Ma?” Aku pura-pura sewot. Metta malah tertawa. “Siapa tau Papa punya simpanan. Makanya butuh mobil satu lagi biar bisa bebas kalau aku lagi pakai mobil. Iya kan?” Aku terdiam. Seketika, rumah ini jadi terasa sangat sempit. Apakah Metta sudah tahu… semuanya? Versi lengkap bisa dibaca di KBM APP Judul: SETELAH PENGKHIANATANMU Penulis: Reinee Raharjo
“Mama kamu mana, Bas?” tanyaku. Siang itu, ketika mobilku memasuki halaman rumah, suasana terasa janggal. Tak ada Metta di pintu, seperti biasanya. Hanya Ibas yang menyambut dengan mata yang terpaku pada layar ponsel. “Beli gas, Pa,” jawabnya santai. Aku mengernyit. Metta? Beli gas? Istriku itu bahkan tak pernah mau mengangkat galon air minum.  Tapi benar saja, tak lama kemudian, motornya masuk ke garasi, dan dia dengan cekatan menurunkan tabung gas dari motor. “Tumben?” sapaku, hendak membantunya. “Sini biar papa aja yang angkat.” “Nggak usah. Aku bisa sendiri,” jawabnya, lalu melenggang masuk ke dapur. Aku menyusul, masih tertegun. Metta yang biasanya begitu bergantung padaku, kini memasang tabung gas sendirian. Hari-hari berikutnya, perubahan itu semakin jelas. Ia tak lagi merengek minta dibantu. Semua dikerjakannya sendiri. Sampai suatu sore, ia berkata santai, “Pa, aku mau les stir mobil.” Aku heran, tapi mengizinkannya juga. Dua minggu kemudian, Metta sudah berani menyetir kemana-mana sendiri. Bahkan sering keluar rumah tanpa menungguku. Suatu siang, aku pulang dari toko lebih awal karena tak enak badan. Dari ruang tengah, terdengar suara tawa Metta saat menelepon seseorang. Tawa yang sudah jarang kudengar di rumah ini. “Loh, Papa? Kok udah pulang?” tanyanya kaget. “Kurang enak badan, Ma,” jawabku, menuju kamar. Saat berganti pakaian, ponselku tiba-tiba berdering. Suara dari saku celana mengagetkanku. “Sial…” gumamku. Aku belum memberitahu Linda bahwa aku sudah di rumah. Belum sempat menjawab, Metta sudah berdiri di ambang pintu. Kaget, refleks aku menolak panggilan Linda. “Siapa, Pa? Kok nggak diangkat?” “Ah, cuma karyawan kok, Ma,” jawabku cepat. Metta hanya tersenyum tipis lalu pergi. Aku membuka ponsel. Ternyata Linda sudah mengirimiku pesan. [Besok Minggu Tiara ulang tahun, Mas. Kita ajak jalan-jalan ya?] Aku membalas cepat karena tak ingin berdebat hingga ketahuan Metta. [Oke. Nggak masalah.] Tapi saat duduk di meja makan, Metta tiba-tiba mengatakan sesuatu yang mengagetkan, “Hari Minggu besok aku  pakai mobil ya. Ada urusan bisnis.” Aku tercekat, kenapa bisa kebetulan begini?. “Lho, Ma... Tapi hari Minggu …” “Kenapa? Papa ada acara?” Aku tergagap. Kalau aku bilang ya, dia pasti akan curiga. Maka sore itu juga, aku memutuskan  membatalkan janji dengan Linda. [Jalan-jalannya tunda Senin ya. Ada acara mendadak.] Linda langsung membalas: [Kalau nggak jadi hari Minggu besok, lupakan saja aku dan Tiara.] Aku frustasi. Haruskah beli mobil satu lagi agar semua urusanku lancar? Metta muncul dari ruang tamu, memergokiku sedang melamun di teras. “Lagi mikirin apa, Pa?” “Enggak, cuma mikir, apa kita beli mobil satu lagi aja ya, Ma?” Matanya langsung menyipit. “Beli mobil? Buat apa? Atau... Papa punya alasan lain sampai harus beli mobil lagi?” “Alasan apa, Ma?” Aku pura-pura sewot. Metta malah tertawa. “Siapa tau Papa punya simpanan. Makanya butuh mobil satu lagi biar bisa bebas kalau aku lagi pakai mobil. Iya kan?” Aku terdiam. Seketika, rumah ini jadi terasa sangat sempit. Apakah Metta sudah tahu… semuanya? Versi lengkap bisa dibaca di KBM APP Judul: SETELAH PENGKHIANATANMU Penulis: Reinee Raharjo

About