Trafalgar D. Yuzaaた :
Jauh sebelum kerajaan-kerajaan runtuh dan nama para raja berubah menjadi sekadar tinta di dalam buku sejarah, manusia percaya bahwa para dewa hanya menciptakan sesuatu yang sempurna sekali dalam setiap zaman. Mereka menunjuk langit sebagai buktinya, lautan sebagai keagungannya, dan bintang-bintang sebagai mahakarya yang tak mungkin tertandingi. Namun seandainya engkau hidup pada masa itu, keyakinan tersebut pasti akan berubah. Sebab tak ada langit yang mampu menandingi teduhnya tatapanmu, tak ada lautan yang sedalam hatimu, dan tak ada gugusan bintang yang sanggup mengalahkan cahaya yang kau bawa ke dalam kehidupan seseorang.
Barangkali para penulis sejarah akan berhenti mencatat peperangan, sebab seluruh perhatian mereka akan habis untuk mengabadikan keberadaanmu. Para raja akan rela menukar mahkotanya hanya demi mendengar namanya disebut olehmu, sementara para penyair akan menghabiskan sisa hidup mereka mencari satu kalimat yang pantas untuk menggambarkanmu, meski pada akhirnya mereka tetap gagal.
Dan jika takdir memberiku kesempatan untuk hidup pada zaman yang sama denganmu, aku tak akan meminta kekuasaan, kemasyhuran, ataupun umur yang panjang. Aku hanya akan meminta satu hal yang sederhana: semoga semesta mengizinkanku berjalan di sisimu lebih lama, karena bagiku, mengenalmu saja sudah terasa seperti menyaksikan sebuah keajaiban yang bahkan sejarah pun tak pernah sanggup menuliskannya dengan utuh.
— yuzaa
2026-07-08 12:03:37