@kompastv.indonesia: Suasana haru dan bahagia warnai kedatangan jemaah haji kloter pertama Sumatera Selatan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Sejumlah jemaah langsung sujud syukur karena telah kembali ke tanah air dengan selamat. Selain itu, jemaah haji kloter satu Debarkasi Solo tiba di tanah air. Jemaah haji kloter satu Debarkasi Solo asal Kabupaten Tegal bersujud syukur saat tiba di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa malam. Tak hanya itu, busana adat Bugis mewarnai kepulangan jemaah haji kloter dua Makassar di Sulawesi Selatan. Penggunaan busana adat Bugis ini merupakan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan saat jemaah kembali ke kampung halaman. Tuliskan komentarmu dan dapatkan berita terkini lainnya di www.kompas.tv serta youtube.com/kompastv #SOROTKompasTV #TikTokBerita

KompasTV
KompasTV
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 03 June 2026 03:10:56 GMT
11848
105
5
11

Music

Download

Comments

izzzz_deck
F 4 1 Z :
p
2026-06-03 03:18:46
1
its_hamberrrrr02
finaaaaaafeb :
alhamdulillah pulang dengan selamat🥺
2026-06-03 03:26:50
1
azka.aska01
azka¹EDIT :
solo
2026-06-03 03:17:48
0
user2681103970383
Irwan :
pertama
2026-06-03 03:19:57
0
11nyon
YONN :
Pertama 😅
2026-06-03 03:16:56
0
To see more videos from user @kompastv.indonesia, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aliansi Supir Mempawah Gelar Aksi Tolak Penimbunan Solar dan Pungli, Polisi Janji Tindak Tegas Pelaku Mempawah – Ratusan supir yang tergabung dalam Aliansi Supir Kabupaten Mempawah menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap dugaan praktik penimbunan solar dan pungutan liar (pungli) yang dinilai merugikan para pengemudi serta menyebabkan tingginya harga bahan bakar di wilayah Kabupaten Mempawah. Aksi yang berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Mempawah tersebut diikuti sekitar 200 hingga 300 peserta. Massa sebelumnya berkumpul di kawasan Peniraman sebelum bergerak menuju lokasi aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Dalam orasinya, para peserta aksi menyoroti maraknya aktivitas pelangsiran dan dugaan penimbunan bahan bakar bersubsidi yang diduga menjadi salah satu penyebab sulitnya para supir mendapatkan solar dengan harga dan kuota yang semestinya. Selain itu, mereka juga mengeluhkan adanya dugaan praktik pungli dengan nominal berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 yang dinilai semakin membebani para pengemudi. Aspirasi para peserta aksi diterima dengan baik oleh pihak DPRD Kabupaten Mempawah dan aparat penegak hukum. Dalam kesempatan tersebut, Kasat Reskrim Polres Mempawah hadir mewakili kepolisian untuk mendengarkan langsung keluhan serta tuntutan yang disampaikan oleh para supir. Di hadapan massa aksi, Kasat Reskrim menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai laporan yang disampaikan. Pihak kepolisian berencana memanggil seluruh pemilik SPBU yang ada di Kabupaten Mempawah guna dilakukan pemeriksaan dan evaluasi terkait distribusi bahan bakar bersubsidi. Selain itu, kepolisian juga akan melakukan penertiban terhadap pelangsir serta oknum-oknum yang diduga terlibat dalam praktik pungli maupun penyalahgunaan distribusi BBM. Kasat Reskrim juga mengungkapkan pengalaman pribadinya saat hendak mengisi bahan bakar jenis Pertalite di salah satu SPBU. Menurutnya, ia mengalami kesulitan memasuki area pengisian karena panjangnya antrean kendaraan yang diduga digunakan untuk aktivitas pelangsiran.
Aliansi Supir Mempawah Gelar Aksi Tolak Penimbunan Solar dan Pungli, Polisi Janji Tindak Tegas Pelaku Mempawah – Ratusan supir yang tergabung dalam Aliansi Supir Kabupaten Mempawah menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap dugaan praktik penimbunan solar dan pungutan liar (pungli) yang dinilai merugikan para pengemudi serta menyebabkan tingginya harga bahan bakar di wilayah Kabupaten Mempawah. Aksi yang berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Mempawah tersebut diikuti sekitar 200 hingga 300 peserta. Massa sebelumnya berkumpul di kawasan Peniraman sebelum bergerak menuju lokasi aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Dalam orasinya, para peserta aksi menyoroti maraknya aktivitas pelangsiran dan dugaan penimbunan bahan bakar bersubsidi yang diduga menjadi salah satu penyebab sulitnya para supir mendapatkan solar dengan harga dan kuota yang semestinya. Selain itu, mereka juga mengeluhkan adanya dugaan praktik pungli dengan nominal berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 yang dinilai semakin membebani para pengemudi. Aspirasi para peserta aksi diterima dengan baik oleh pihak DPRD Kabupaten Mempawah dan aparat penegak hukum. Dalam kesempatan tersebut, Kasat Reskrim Polres Mempawah hadir mewakili kepolisian untuk mendengarkan langsung keluhan serta tuntutan yang disampaikan oleh para supir. Di hadapan massa aksi, Kasat Reskrim menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai laporan yang disampaikan. Pihak kepolisian berencana memanggil seluruh pemilik SPBU yang ada di Kabupaten Mempawah guna dilakukan pemeriksaan dan evaluasi terkait distribusi bahan bakar bersubsidi. Selain itu, kepolisian juga akan melakukan penertiban terhadap pelangsir serta oknum-oknum yang diduga terlibat dalam praktik pungli maupun penyalahgunaan distribusi BBM. Kasat Reskrim juga mengungkapkan pengalaman pribadinya saat hendak mengisi bahan bakar jenis Pertalite di salah satu SPBU. Menurutnya, ia mengalami kesulitan memasuki area pengisian karena panjangnya antrean kendaraan yang diduga digunakan untuk aktivitas pelangsiran. "Kondisi antrean yang panjang dan didominasi kendaraan pelangsir memang menjadi perhatian serius. Hal ini perlu ditertibkan agar masyarakat dan para pengemudi yang benar-benar membutuhkan BBM dapat terlayani dengan baik," ujarnya. Para peserta aksi berharap langkah konkret dari aparat penegak hukum dapat segera dilakukan sehingga distribusi BBM bersubsidi kembali tepat sasaran, praktik pungli dapat diberantas, dan kebutuhan bahan bakar bagi para supir serta masyarakat umum dapat terpenuhi dengan baik. Aksi berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

About