@1447_1477: Da dầu mụn mà hè này chưa tìm được sữa rửa mặt chân ái thì đừng bỏ qua e này nha 🌿🧺 #colorkeyluminous #srmcolorkey #suaruamat #HoptaccungCOLORKEYLuminous #colorkey

Quỳnhh Bống
Quỳnhh Bống
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 03 June 2026 07:46:40 GMT
2276215
14534
499
1945

Music

Download

Comments

socsicalo8
kjzz. :
r mình muốn vừa hết mụn vừa muốn trắng thì s mng((= da mình dầu
2026-06-09 05:07:44
157
suki.cutephomaiximuoi17
su. :
mấy vk để anh review, chờii ơi quá là ok luôn mấy vk đặt nhanh kẻo hết nhaaa , da anh nhiều mụn vs dầu dữ lắm mà sài chx đc nữa chai là da trắng hơn 1 tone , gần hết mụn ln nha mấy vk yên tâm mua nha ( chai màu xanh )
2026-07-07 11:05:33
40
fanchenyiheng9.05.2010
ᯓᡣ𐭩ųℳℯℯ.☪ɦℯทƴ¡ɦℯทջ.2ƙ10౨ৎ :
Tuổi dậy thì dùng đc ko ạ
2026-07-05 04:57:43
1
phuongthaoo2727
ツ𝙋𝙝𝙏𝙝𝙖𝙤ᥫ᭡🧚‍♀️ :
cho xin yk ạ! em 11 tuổi dùng đc ko ạ! nên dùng loại nào ạ
2026-06-27 13:09:08
5
chay.kp6
Rơ mạnh Ân :
mấy tuổi được dùng
2026-07-18 11:53:27
0
kemne523
kemm🙆🪿🦝 :
dạ dầu mụn Sài màu nào ạ
2026-06-05 17:30:49
18
dng.anh.2k10
Nói ko với thịt mèo :
mấy bà ơi cho tôi xin ý kiến của e sữa rửa mặt này với
2026-06-07 15:26:11
7
hhonhin0
hhonhin0 :
càng dùng càng ra mụn
2026-06-29 10:21:19
6
_name2_6
Minh Thư :
Đc tặng mút kia thật hả mn
2026-06-17 16:12:55
6
khanh.ngoc6420
Khanh Ngoc :
da dầu vs mụn viêm thì s ạ
2026-06-28 03:50:03
1
ngocthien_78
con thỏ bt bay bình thường 🐰 :
mình dùng r nha dùng thích nek làm sáng da nx hay sao á tại vừa dùng hết 1 chai da sáng hẳn nhà mụn cũng bớt nx sạch nhé dùng ổn nha
2026-06-09 03:51:31
7
th_s63
th_s🍧 :
Da khô có dùng được không ạ 🥺
2026-06-04 06:45:56
5
g_hann.eightd
ʜᴀɴツ :
nhiêu tuổi là ms dùng đc z mn😌
2026-07-14 03:45:26
0
baclieu243872523
Ên nè 🍑 :
Da mụn sài màu nào shop
2026-07-04 15:32:30
1
camcamcam1809
camm💩 :
dậy thì sớm có sd đc k ạ😭
2026-06-07 06:56:03
5
nh1j7
...... :
da mụn Sài gì
2026-06-20 07:31:37
0
pr_0901.7
hy bum búm :
mụn ẩn, mụn đầu đen thì dùng màu nào ạ
2026-06-27 15:15:54
0
truc065
ₗᵤ̀ₙ 🐟 :
12. Sài đc Ko chị
2026-06-27 00:18:44
1
hanthiktratua
h. :
bé 10t sài đc hok ạ
2026-06-30 15:08:57
3
ngzc._dijp
⛄️ mắm hay 🚽💩 :
Mấy bn ơi dùng đc thiệt ko ạ,da mih da dầu mụn mà sợ dùng xog vẫn ko hết mà lên tiếp😭😭
2026-07-18 02:48:53
0
qunh.lu504
Quynh2905 :
bạn ô mik da thiên dầu dung màu nào az
2026-06-17 02:09:26
1
user3ihv7byh7r
SUNNUY CHÍP :
11 tuổi dùng đc ko
2026-07-16 15:27:03
3
leeann_711
LeQuyenn :
Giờ mua còn tặng mút rửa mặt k ạ 🥲
2026-07-15 05:44:57
0
bt9x00
BT9x🐷 :
14t Sài đc chưa ạ
2026-06-25 03:06:22
0
To see more videos from user @1447_1477, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PADANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat mengungkap perkembangan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam perjanjian jual beli batu bara untuk Unit Pembangkitan Bukit Asam (UPB) Ombilin yang dilaksanakan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama tiga perusahaan pemasok selama periode 2020–2023. Perkembangan penanganan perkara tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Sumbar, Jumat (10/7). Kegiatan dipimpin Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya didampingi Kasubdit III Tipidkor. Dalam keterangannya, Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa penyelidikan awal saat ini menyoroti tiga perusahaan yang diduga terlibat dalam perjanjian jual beli batu bara untuk kebutuhan UPB Ombilin. Ketiga perusahaan tersebut yakni CV Putri Surya Pratama Natural (PSPN), CV Tahiti Coal (TC), serta konsorsium PT Mivagio Coal Indonesia (MCI) dan PT Nusa Alam Lestari (NAL). Penyidik mengacu pada hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan indikasi kerugian negara sekitar Rp129 miliar. Nilai tersebut masih akan didalami dalam proses penyidikan untuk memastikan besaran kerugian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil pihak-pihak yang mewakili perusahaan terkait guna dimintai keterangan dan klarifikasi atas berbagai temuan yang telah dikumpulkan. Menurut Susmelawati, penanganan perkara di Sumatera Barat merupakan pengembangan dari penyelidikan yang sebelumnya dilakukan Mabes Polri terkait dugaan penyimpangan pengadaan batu bara di lingkungan PLN yang sempat dikaitkan dengan peristiwa blackout di sejumlah wilayah Sumatera. Hingga kini, Ditreskrimsus Polda Sumbar masih mengumpulkan dokumen, memeriksa saksi, serta melengkapi alat bukti guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. Foto: Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya didampingi Kasubdit III Tipidkor memberikan keterangan pers terkait perkembangan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk UPB Ombilin di Mapolda Sumbar, Jumat (10/7).
PADANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat mengungkap perkembangan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam perjanjian jual beli batu bara untuk Unit Pembangkitan Bukit Asam (UPB) Ombilin yang dilaksanakan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama tiga perusahaan pemasok selama periode 2020–2023. Perkembangan penanganan perkara tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Sumbar, Jumat (10/7). Kegiatan dipimpin Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya didampingi Kasubdit III Tipidkor. Dalam keterangannya, Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa penyelidikan awal saat ini menyoroti tiga perusahaan yang diduga terlibat dalam perjanjian jual beli batu bara untuk kebutuhan UPB Ombilin. Ketiga perusahaan tersebut yakni CV Putri Surya Pratama Natural (PSPN), CV Tahiti Coal (TC), serta konsorsium PT Mivagio Coal Indonesia (MCI) dan PT Nusa Alam Lestari (NAL). Penyidik mengacu pada hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan indikasi kerugian negara sekitar Rp129 miliar. Nilai tersebut masih akan didalami dalam proses penyidikan untuk memastikan besaran kerugian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab. Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil pihak-pihak yang mewakili perusahaan terkait guna dimintai keterangan dan klarifikasi atas berbagai temuan yang telah dikumpulkan. Menurut Susmelawati, penanganan perkara di Sumatera Barat merupakan pengembangan dari penyelidikan yang sebelumnya dilakukan Mabes Polri terkait dugaan penyimpangan pengadaan batu bara di lingkungan PLN yang sempat dikaitkan dengan peristiwa blackout di sejumlah wilayah Sumatera. Hingga kini, Ditreskrimsus Polda Sumbar masih mengumpulkan dokumen, memeriksa saksi, serta melengkapi alat bukti guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana korupsi sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. Foto: Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya didampingi Kasubdit III Tipidkor memberikan keterangan pers terkait perkembangan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk UPB Ombilin di Mapolda Sumbar, Jumat (10/7).

About