@aculturadoss: Mais um bommm impostor pra vcs @andrerivello_ @leo.vanbrussel @johnnyguimaraes_ @igorbettinassi

Aculturados
Aculturados
Open In TikTok:
Region: BR
Thursday 04 June 2026 21:00:00 GMT
1010345
142174
449
1200

Music

Download

Comments

emilycarg
Emily Carolina :
“ele tá com Orochi”
2026-06-05 02:10:08
19018
eoteaga.vn
argenttino.2🇦🇷 :
Leo conhece muito ele, n tem jeito😂
2026-06-04 21:04:56
4098
nioervvf
nicolasvvf :
“superestimado”
2026-06-05 00:53:02
4829
jptostess_
joao pedro :
LEO AURA
2026-06-04 21:04:09
1854
carlapontocompontobr
cá :
Ambos são superestimados, André acerta até sem querer.
2026-06-05 00:45:05
5427
tremboabuser
lɐɹɐɯɐ :
Léo tá virando o protagonista
2026-06-07 07:06:37
636
andre_medeiros_
andree :
“a gente tá com o mesmo e ele está com orochi”
2026-06-07 19:52:42
1080
kevinnapaixonado7
Indeciso🥀 :
Dessa vez o Léo foi o protagonista
2026-06-04 23:48:17
668
npccansando
npccansado :
"Ele está com Orochi"
2026-06-06 01:48:21
206
iguinrib
Iguinho 🏌🏼🥀 :
“Ele não acredita em Deus” travei 😂😂😂😂😂😂
2026-07-21 22:55:07
6
kenedyxz0
não é o kenedy 🦇 :
“ele tá com orochi” andré:
2026-07-16 13:32:27
5
unfull0
user124567 :
Leo jogou NICE DEMAIS
2026-06-04 21:26:08
286
jotabreuu
João Abreu :
André raciocinou mto rápido pra falar boomzin kkkkk
2026-06-05 01:02:04
179
luizz_ffernando
Luiz Fernando :
Essa foi do antagonista
2026-06-04 21:59:25
170
matheusouzamoraes
Matheus Souza de Moraes :
lido feito um livro
2026-06-05 16:35:10
20
agatha.s1lva
𝓐𝓰𝓪𝓽𝓱𝓪 🤍 :
léo consegue ser bom em TUDO, que raiva
2026-06-04 22:25:31
98
To see more videos from user @aculturadoss, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Foto-foto ini diambil pada waktu sore hari, saat matahari mulai turun dan langit Jakarta berubah warna. Lokasi pengambilan gambar berada di kawasan Kuningan, tepatnya di sekitar Setiabudi, Jakarta Selatan — sebuah kawasan bisnis yang selalu hidup, bahkan ketika hari mulai gelap. Dengan menggunakan kamera handphone iPhone 12, saya mencoba menangkap suasana kota dari berbagai sudut pandang, memanfaatkan pencahayaan alami senja dan karakter arsitektur kota. Dalam gambar pertama yang dijadikan sampul, terlihat suasana jalan layang yang membentang di antara gedung-gedung tinggi. Di sisi kiri bawah, ada stasiun LRT Setiabudi Astra yang tampak rapi dengan pencahayaan hangat dari lampu-lampu jalan. Langit pada gambar ini menunjukkan transisi antara biru siang menuju jingga senja, memberi kesan tenang sekaligus dinamis — sangat khas Jakarta di akhir hari kerja. Foto kedua menyorot sisi lain dari gedung pencakar langit dengan sudut pandang dari bawah ke atas. Pohon-pohon palem di latar depan memberi kontras yang unik terhadap dinding kaca gedung, menciptakan perpaduan antara unsur alam dan kemajuan teknologi kota. Refleksi cahaya matahari yang tersisa tampak halus pada permukaan kaca, menciptakan efek visual yang lembut namun tegas. Gambar ketiga menampilkan jembatan penghubung yang melintas di antara dua area, dengan latar belakang langit biru cerah yang mulai memudar. Komposisi ini terasa seimbang — menghadirkan struktur horizontal jembatan di tengah bingkai dan bayangan pepohonan di bagian atas. Suasana ini menggambarkan perpaduan mobilitas dan kehijauan kota yang jarang kita sadari saat terburu-buru menjalani hari. Foto keempat menangkap pemandangan luas ke arah kawasan perkantoran Setiabudi. Bangunan-bangunan tinggi berdiri megah di kedua sisi jalan, sementara langit tampak masih cukup terang walaupun hari mulai sore. Lampu-lampu mulai menyala, memberikan kesan kontras yang indah antara cahaya buatan dan cahaya alami yang mulai redup. Warna merah di puncak salah satu gedung menambah aksen visual yang menarik, menunjukkan betapa kaya warna sore hari di Jakarta bisa tercipta hanya dengan kamera ponsel. Keempat foto ini saya ambil hanya dengan menggunakan kamera iPhone 12 — perangkat yang mungkin sudah akrab digunakan oleh banyak orang, namun tetap mampu menghasilkan detail, pencahayaan, dan kontras yang mengagumkan jika digunakan pada waktu yang tepat. Sore hari menjadi pilihan terbaik untuk mengambil gambar karena pencahayaannya yang lembut, tidak terlalu keras seperti siang hari, dan mampu menciptakan gradasi warna langit yang dramatis. Sudut-sudut pengambilan gambar saya sesuaikan untuk menangkap elemen-elemen vertikal dan horizontal yang kuat di kawasan ini. Dengan mengambil gambar dari sudut bawah (low angle), saya ingin menampilkan megahnya bangunan tinggi yang sering kali luput dari pandangan kita sehari-hari. Sedangkan sudut lurus atau eye-level saya gunakan untuk menangkap komposisi jalan dan jembatan, sehingga menampilkan kedalaman dan keseimbangan visual dari suasana kota. Setiabudi dan Kuningan adalah kawasan yang terus berkembang, penuh dengan aktivitas bisnis, namun tetap memiliki spot-spot estetis yang bisa dinikmati, bahkan hanya dengan berjalan kaki dan membawa kamera ponsel. Area ini memiliki banyak elemen visual menarik — dari jalan layang, pohon palem, gedung kaca, hingga jembatan penyambung — yang semuanya bisa menjadi objek fotografi urban yang menarik. Foto-foto ini bukan hanya dokumentasi visual, tapi juga refleksi kecil tentang bagaimana kita memandang kota. Jakarta, meskipun padat dan sibuk, tetap menyimpan keindahan di sela-sela keramaiannya. Dengan sedikit waktu luang dan perhatian pada detail sekitar, kita bisa melihat wajah lain dari kota ini yang tidak kalah menawan.
Foto-foto ini diambil pada waktu sore hari, saat matahari mulai turun dan langit Jakarta berubah warna. Lokasi pengambilan gambar berada di kawasan Kuningan, tepatnya di sekitar Setiabudi, Jakarta Selatan — sebuah kawasan bisnis yang selalu hidup, bahkan ketika hari mulai gelap. Dengan menggunakan kamera handphone iPhone 12, saya mencoba menangkap suasana kota dari berbagai sudut pandang, memanfaatkan pencahayaan alami senja dan karakter arsitektur kota. Dalam gambar pertama yang dijadikan sampul, terlihat suasana jalan layang yang membentang di antara gedung-gedung tinggi. Di sisi kiri bawah, ada stasiun LRT Setiabudi Astra yang tampak rapi dengan pencahayaan hangat dari lampu-lampu jalan. Langit pada gambar ini menunjukkan transisi antara biru siang menuju jingga senja, memberi kesan tenang sekaligus dinamis — sangat khas Jakarta di akhir hari kerja. Foto kedua menyorot sisi lain dari gedung pencakar langit dengan sudut pandang dari bawah ke atas. Pohon-pohon palem di latar depan memberi kontras yang unik terhadap dinding kaca gedung, menciptakan perpaduan antara unsur alam dan kemajuan teknologi kota. Refleksi cahaya matahari yang tersisa tampak halus pada permukaan kaca, menciptakan efek visual yang lembut namun tegas. Gambar ketiga menampilkan jembatan penghubung yang melintas di antara dua area, dengan latar belakang langit biru cerah yang mulai memudar. Komposisi ini terasa seimbang — menghadirkan struktur horizontal jembatan di tengah bingkai dan bayangan pepohonan di bagian atas. Suasana ini menggambarkan perpaduan mobilitas dan kehijauan kota yang jarang kita sadari saat terburu-buru menjalani hari. Foto keempat menangkap pemandangan luas ke arah kawasan perkantoran Setiabudi. Bangunan-bangunan tinggi berdiri megah di kedua sisi jalan, sementara langit tampak masih cukup terang walaupun hari mulai sore. Lampu-lampu mulai menyala, memberikan kesan kontras yang indah antara cahaya buatan dan cahaya alami yang mulai redup. Warna merah di puncak salah satu gedung menambah aksen visual yang menarik, menunjukkan betapa kaya warna sore hari di Jakarta bisa tercipta hanya dengan kamera ponsel. Keempat foto ini saya ambil hanya dengan menggunakan kamera iPhone 12 — perangkat yang mungkin sudah akrab digunakan oleh banyak orang, namun tetap mampu menghasilkan detail, pencahayaan, dan kontras yang mengagumkan jika digunakan pada waktu yang tepat. Sore hari menjadi pilihan terbaik untuk mengambil gambar karena pencahayaannya yang lembut, tidak terlalu keras seperti siang hari, dan mampu menciptakan gradasi warna langit yang dramatis. Sudut-sudut pengambilan gambar saya sesuaikan untuk menangkap elemen-elemen vertikal dan horizontal yang kuat di kawasan ini. Dengan mengambil gambar dari sudut bawah (low angle), saya ingin menampilkan megahnya bangunan tinggi yang sering kali luput dari pandangan kita sehari-hari. Sedangkan sudut lurus atau eye-level saya gunakan untuk menangkap komposisi jalan dan jembatan, sehingga menampilkan kedalaman dan keseimbangan visual dari suasana kota. Setiabudi dan Kuningan adalah kawasan yang terus berkembang, penuh dengan aktivitas bisnis, namun tetap memiliki spot-spot estetis yang bisa dinikmati, bahkan hanya dengan berjalan kaki dan membawa kamera ponsel. Area ini memiliki banyak elemen visual menarik — dari jalan layang, pohon palem, gedung kaca, hingga jembatan penyambung — yang semuanya bisa menjadi objek fotografi urban yang menarik. Foto-foto ini bukan hanya dokumentasi visual, tapi juga refleksi kecil tentang bagaimana kita memandang kota. Jakarta, meskipun padat dan sibuk, tetap menyimpan keindahan di sela-sela keramaiannya. Dengan sedikit waktu luang dan perhatian pada detail sekitar, kita bisa melihat wajah lain dari kota ini yang tidak kalah menawan.

About