R E N A :
Kak baca ini. Duka itu seperti glitter. Di awal, ia ada di mana-mana.. di tanganmu, di rambutmu, tersebar di setiap sudut hidupmu. Kamu mencoba membersihkannya, mengembalikan sedikit rasa tertata. Dan untuk sementara waktu, terasa seperti kamu berhasil. Tapi kemudian, suatu hari, kamu menggeser sofa atau membuka laci yang sudah lama terlupakan, dan di situlah ia muncul lagi. Kilau kecil yang menangkap cahaya dan mengingatkanmu pada apa yang telah kamu kehilangan.
Ia tidak sepenuhnya pergi. Ia menetap, menjadi lebih tenang, tidak lagi begitu menguasai. Kamu belajar hidup dengannya, membawanya dengan lembut. Dan bertahun-tahun kemudian, ketika kamu menemukan sedikit glitter itu terselip di balik rak, kamu mungkin tersenyum. Mungkin bahkan tertawa. Karena ia mengingatkanmu pada cinta, pada keterhubungan, pada seseorang yang sangat berarti.
Pada akhirnya, sesuatu akan menarik perhatianmu.. sebuah foto, lagu favorit, aroma yang familiar, dan alih-alih rasa sakit, yang kamu rasakan adalah kehangatan. Itulah kebenaran sunyi tentang duka. Ia tetap bersamamu, tapi ia berubah. Ia menjadi bagian dari ceritamu, gema lembut dari cinta yang sebenarnya tidak pernah benar-benar pergi.
2026-06-06 12:53:38