@al.bakkaa: احمديان الإيراني يستعمل مثل عربي ميفهموه الضيوف العرب! أحشفا وسوء كيلة؟! #اللغة_العربية #محمد_علي_البكاء #ايران

al.bakkaa
al.bakkaa
Open In TikTok:
Region: IQ
Wednesday 03 June 2026 17:20:38 GMT
485899
21831
306
1182

Music

Download

Comments

dyodj4e7prba
احمد العبودي :
اني عرفت معنى كلامه بدون ما اشوف الشرح مالتك
2026-06-03 22:45:36
103
hassan_waliy1
حسن والي :
هذا الايراااني عربي اكثر منا
2026-07-22 17:20:54
39
al.bakkaa
al.bakkaa :
احمديان خانه اللفظ، في المثل: سوء كِيلةٍ، مو كيلا
2026-06-04 20:14:36
35
ahmed97r8
ahmed97r8 :
وسوء كيلاً مو كيلاِِ
2026-06-04 00:55:51
24
user4m22aeefdh
حيدر الموسوي :
ثقافة هذا الرجل المحترم تجلب كل الانتباه. تحية له من كل قلبي.
2026-06-04 08:00:30
34
e.5_k
الحسـن↑ عـلي :
كلش حلو المثل
2026-06-03 18:16:02
17
abf77l
عباس الفريجي :
لذلك قال مولانا ابوالحسن: تعلموا العربية وعلموها، احسنت وشكراً لك
2026-07-21 07:12:09
7
user66799882650943
الصقر :
اللغه العربيه بحر لحد يصير ابو عليان طبعا مشكور صاحب الفديو لشرحك المفيد اكو بعض المتابعين ميعرفون التفاصيل مشكور
2026-06-05 10:39:04
12
as.hjklop
Amany 💐 :
لا صحيح كيلا مو كيله الوزن
2026-07-19 13:30:38
2
phobia4443
HUSSIEN :
وسوءَ( كَيلاً )مو ( كِيلاً )
2026-07-19 15:34:27
2
foggy.and0
ياعلي :
شكرا لك على الشرح استمر
2026-06-04 12:05:54
6
sami25928
sami :
و المشكل الأكبر، كل الذين تناولوا هذا المثل الشهير في منصات التواصل ينطقونها (كِيلة بكسر الكاف) ربما اخذوها من ڤوڤل، و الصحيح هو كَيلة كما نطها الدكتور أحمديان.
2026-06-05 15:47:30
7
salmafakih74
salmafakih74 :
احمديان العبقري الذكي المحترم تحياتي
2026-06-05 14:17:27
10
jckdidi8
Jckdidi :
عن د ما شاء الله عليه ✌️✌️✌️✌️✌️جد
2026-06-11 21:46:47
1
user476881878
Ahmed Hussein :
مثل عربي قديم وقصته: يُضرب هذا المثل للرجل الذي يجمع بين خصلتين ذميمتين أو يظلم من جهتين. وأصله أن رجلاً اشترى تمرا فأعطاه البائع تمراً سيئاً (حشفاً) وغشّه في الوزن (سوء كيلة). فقال له المشتري مستنكراً: "أحشفاً وسوء كيلة؟!"، أي: أتعطيني بضاعة فاسدة وتزيد على ذلك بالنقص في الميزان؟
2026-06-04 20:57:02
8
salmkrem9011
المنصوري :
احمديان للتربية والتعليم
2026-07-17 16:08:38
4
6._81
N :
قال تعالى: ((وأَوْفُوا الْكَيْلَوَالْمِيزانَ)) الكيل يعني المكيال وهو قياس حجم الشي
2026-07-22 01:50:07
1
user8025088595538
ام احمد :
ربي يحفظك ويوفقك ويطول بعمرك دكتور حسن احمديان
2026-06-05 23:45:06
3
sidimed65875
سيد محمد :
حفظه الله
2026-06-06 20:32:22
1
fasayakfikahom
مغربي وأفتخر :
عندنا في المغرب مثل شعبي بنفس المعنى : النقاشة عمشة، الحنة حرشة، والعروسة فيها بوتفتاف.
2026-06-06 14:23:00
2
To see more videos from user @al.bakkaa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

penjelasan 👇                                                                📜 SEJARAH KERAJAAN YERUSALEM 1099–1291   Kerajaan Yerusalem didirikan setelah Perang Salib Pertama. Pada tahun 1095, Paus Urbanus II menyerukan perang untuk merebut Tanah Suci dari kekuasaan Muslim. Ribuan ksatria, rakyat biasa, dan bangsawan Eropa berangkat ke Timur Tengah. Setelah perjalanan panjang dan pertempuran berat, pasukan salib berhasil menaklukkan Yerusalem pada 15 Juli 1099. Kota itu jatuh setelah pengepungan singkat, dan terjadilah pembantaian besar-besaran terhadap penduduk Muslim dan Yahudi di dalamnya.   Setelah kemenangan itu, para pemimpin salib membentuk negara baru. Pada tahun 1100, mereka mengangkat Godfrey dari Bouillon sebagai penguasa pertama dengan gelar “Pelindung Makam Suci”, bukan raja. Setelah ia wafat setahun kemudian, saudaranya Baldwin I menobatkan diri sebagai Raja Yerusalem dan secara resmi mendirikan kerajaan ini.   Masa Kejayaan   Kerajaan ini menjadi pusat kekuasaan salib di Timur Tengah, dengan wilayah meliputi Yerusalem, kota-kota pesisir seperti Akko, Tirus, dan Jaffa, serta daerah pedalaman. Kehidupan di sini sangat unik: terbentuklah masyarakat campuran antara bangsa Eropa, penduduk lokal Kristen, Muslim, dan Yahudi. Muncul sistem hukum sendiri yang disebut Hukum Yerusalem, serta perkembangan perdagangan yang makmur karena posisinya di jalur perdagangan Asia-Eropa.   Dua ordo ksatria militer-religius sangat berperan: Ksatria Bait Allah dan Ksatria Rumah Sakit, yang bertugas melindungi peziarah dan mempertahankan benteng-benteng pertahanan.   Namun, kerajaan ini sejak awal memiliki kelemahan: jumlah penduduk Eropa yang sedikit, jarak jauh dengan Eropa sehingga sulit mendapat bantuan pasukan, serta sering terpecah oleh perselisihan politik dan perebutan takhta.   Masa Penurunan & Ancaman   Pada pertengahan abad ke-12, kekuatan Muslim bersatu di bawah pimpinan Nur ad-Din dan kemudian penerusnya yang paling terkenal, Salahuddin al-Ayyubi. Pada tahun 1187, Salahuddin mengumpulkan pasukan besar dan bertemu dengan tentara Yerusalem di Pertempuran Hattin. Pasukan salib dikalahkan telak, dan Raja Guy dari Lusignan ditawan. Tak lama kemudian, Yerusalem jatuh kembali ke tangan Salahuddin pada 2 Oktober 1187, tanpa pembantaian seperti saat penaklukan salib sebelumnya.   Kejatuhan Yerusalem memicu Perang Salib Ketiga. Raja-raja besar Eropa seperti Richard Si Hati Singa dari Inggris, Friedrich Barbarossa dari Jerman, dan Philippe II dari Prancis berangkat berperang. Meskipun Richard berhasil merebut kembali kota-kota pesisir seperti Akko, ia gagal merebut Yerusalem. Akhirnya disepakati perjanjian damai: Yerusalem tetap dikuasai Muslim, namun peziarah Kristen diperbolehkan berkunjung dengan aman.   Kerajaan Yerusalem secara hukum masih ada, namun pusat kekuasaannya pindah ke kota Akko dan wilayahnya menyusut drastis. Di sini terjadi periode persaingan politik yang kacau, dengan pengaruh kuat dari ordo ksatria dan negara-negara Eropa.   Akhir Sejarah   Selama abad ke-13, kerajaan ini terus melemah. Meskipun ada upaya perang salib lanjutan, termasuk Perang Salib Keenam yang sempat mengembalikan Yerusalem secara damai untuk waktu singkat, kota itu kembali jatuh pada tahun 1244.   Ancaman terbesar datang dari Dinasti Mamluk yang berkuasa di Mesir. Di bawah pimpinan Sultan Baibars dan kemudian Khalil, mereka secara sistematis merebut kota-kota milik salib satu per satu. Puncaknya terjadi pada pengepungan Akko tahun 1291. Setelah pertempuran berdarah yang berlangsung selama sebulan, kota terakhir kekuasaan salib jatuh ke tangan Mamluk.   Dengan jatuhnya Akko, Kerajaan Yerusalem secara resmi berakhir. Tidak ada lagi wilayah yang dikuasai salib di daratan Timur Tengah. Sisa-sisa bangsawan dan ksatria melarikan diri ke pulau Siprus atau Eropa. #History #edit #jarusalem #bladwin #fyp
penjelasan 👇 📜 SEJARAH KERAJAAN YERUSALEM 1099–1291 Kerajaan Yerusalem didirikan setelah Perang Salib Pertama. Pada tahun 1095, Paus Urbanus II menyerukan perang untuk merebut Tanah Suci dari kekuasaan Muslim. Ribuan ksatria, rakyat biasa, dan bangsawan Eropa berangkat ke Timur Tengah. Setelah perjalanan panjang dan pertempuran berat, pasukan salib berhasil menaklukkan Yerusalem pada 15 Juli 1099. Kota itu jatuh setelah pengepungan singkat, dan terjadilah pembantaian besar-besaran terhadap penduduk Muslim dan Yahudi di dalamnya. Setelah kemenangan itu, para pemimpin salib membentuk negara baru. Pada tahun 1100, mereka mengangkat Godfrey dari Bouillon sebagai penguasa pertama dengan gelar “Pelindung Makam Suci”, bukan raja. Setelah ia wafat setahun kemudian, saudaranya Baldwin I menobatkan diri sebagai Raja Yerusalem dan secara resmi mendirikan kerajaan ini. Masa Kejayaan Kerajaan ini menjadi pusat kekuasaan salib di Timur Tengah, dengan wilayah meliputi Yerusalem, kota-kota pesisir seperti Akko, Tirus, dan Jaffa, serta daerah pedalaman. Kehidupan di sini sangat unik: terbentuklah masyarakat campuran antara bangsa Eropa, penduduk lokal Kristen, Muslim, dan Yahudi. Muncul sistem hukum sendiri yang disebut Hukum Yerusalem, serta perkembangan perdagangan yang makmur karena posisinya di jalur perdagangan Asia-Eropa. Dua ordo ksatria militer-religius sangat berperan: Ksatria Bait Allah dan Ksatria Rumah Sakit, yang bertugas melindungi peziarah dan mempertahankan benteng-benteng pertahanan. Namun, kerajaan ini sejak awal memiliki kelemahan: jumlah penduduk Eropa yang sedikit, jarak jauh dengan Eropa sehingga sulit mendapat bantuan pasukan, serta sering terpecah oleh perselisihan politik dan perebutan takhta. Masa Penurunan & Ancaman Pada pertengahan abad ke-12, kekuatan Muslim bersatu di bawah pimpinan Nur ad-Din dan kemudian penerusnya yang paling terkenal, Salahuddin al-Ayyubi. Pada tahun 1187, Salahuddin mengumpulkan pasukan besar dan bertemu dengan tentara Yerusalem di Pertempuran Hattin. Pasukan salib dikalahkan telak, dan Raja Guy dari Lusignan ditawan. Tak lama kemudian, Yerusalem jatuh kembali ke tangan Salahuddin pada 2 Oktober 1187, tanpa pembantaian seperti saat penaklukan salib sebelumnya. Kejatuhan Yerusalem memicu Perang Salib Ketiga. Raja-raja besar Eropa seperti Richard Si Hati Singa dari Inggris, Friedrich Barbarossa dari Jerman, dan Philippe II dari Prancis berangkat berperang. Meskipun Richard berhasil merebut kembali kota-kota pesisir seperti Akko, ia gagal merebut Yerusalem. Akhirnya disepakati perjanjian damai: Yerusalem tetap dikuasai Muslim, namun peziarah Kristen diperbolehkan berkunjung dengan aman. Kerajaan Yerusalem secara hukum masih ada, namun pusat kekuasaannya pindah ke kota Akko dan wilayahnya menyusut drastis. Di sini terjadi periode persaingan politik yang kacau, dengan pengaruh kuat dari ordo ksatria dan negara-negara Eropa. Akhir Sejarah Selama abad ke-13, kerajaan ini terus melemah. Meskipun ada upaya perang salib lanjutan, termasuk Perang Salib Keenam yang sempat mengembalikan Yerusalem secara damai untuk waktu singkat, kota itu kembali jatuh pada tahun 1244. Ancaman terbesar datang dari Dinasti Mamluk yang berkuasa di Mesir. Di bawah pimpinan Sultan Baibars dan kemudian Khalil, mereka secara sistematis merebut kota-kota milik salib satu per satu. Puncaknya terjadi pada pengepungan Akko tahun 1291. Setelah pertempuran berdarah yang berlangsung selama sebulan, kota terakhir kekuasaan salib jatuh ke tangan Mamluk. Dengan jatuhnya Akko, Kerajaan Yerusalem secara resmi berakhir. Tidak ada lagi wilayah yang dikuasai salib di daratan Timur Tengah. Sisa-sisa bangsawan dan ksatria melarikan diri ke pulau Siprus atau Eropa. #History #edit #jarusalem #bladwin #fyp

About