@kontenclip7: Pemerintah AS kembali agresif terapkan kebijakan dagang yang berimbas ke RI. Detik Finance laporkan pada Rabu (3/6/2026) USTR usulkan tarif baru 10-12,5% untuk barang impor dari 60 negara, termasuk Indonesia. Kebijakan ini muncul setelah tarif resiprokal Trump sebelumnya dibatalkan MA AS. Detail: 14 negara kena 10% (RI, Kanada, Uni Eropa, Meksiko, Malaysia, Taiwan, Inggris, dll), 45 negara lain kena 12,5%. Pemicu: investigasi kerja paksa + praktik dagang tidak adil. "Mitra dagang terpenting kami gagal mengatasi impor dari kerja paksa," kata Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer (Reuters). USTR kecualikan energi, logam tanah jarang, kopi, buah-sayur tertentu, farmasi, bahan kimia organik, dan suku cadang pesawat. Brazil kena tarif khusus 25%. Komentar publik dibuka sampai 6 Juli 2026, sidang publik 7 Juli. Buat investor RI, tarif 10% berpotensi pukul daya saing ekspor RI ke AS, terutama tekstil, alas kaki, furnitur, elektronik, mainan. Sektor manufaktur kena double whammy: tarif baru + rupiah lemah Rp17.925. Dampak ke saham eksportir: SRIL/POLU, KMTR, HMSP. RI masih punya ruang nego lewat Kemenko Ekonomi & Kemenlu. Sebelumnya RI berhasil nego turun tarif 32% jadi 10-15%. Pantau: respons resmi RI, sidang USTR 7 Juli, pergerakan rupiah & IHSG. sumber: ig TWS #kontencom #kontencomxtws #fypシ゚viral
kontenclip
Region: ID
Thursday 04 June 2026 04:00:46 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @kontenclip7, please go to the Tikwm
homepage.