@maowar129: Noapara…. #raozan#noapara

MD Maowar
MD Maowar
Open In TikTok:
Region: BD
Thursday 04 June 2026 08:59:54 GMT
197
40
9
1

Music

Download

Comments

mdfoysalkhan712
ρ૨เɱε_ƒσყรαℓ︶镇 :
🥰🥰🥰🥰
2026-06-04 14:34:29
0
mohammadimtiaz974
IMTIAZ :
🥰🥰🥰
2026-06-04 11:12:11
0
mh.minhaj600
MH MinHAj🤫vai88☠️💀❤ :
💝💝💝
2026-06-04 09:41:06
0
asif.bro45
A$!£ :
🥰🥰🥰
2026-06-04 09:08:38
0
rfhgffd
md jabed :
😳😳😳
2026-06-05 04:59:09
0
To see more videos from user @maowar129, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Misteri kebakaran spontan yang berulang kali terjadi di rumah Mutfiana (Fia), warga Dusun Kasuran Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, mulai menemukan titik terang.  Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan lonjakan gas hidrogen (H₂) yang diduga menjadi pemicu munculnya api secara tiba-tiba. Hingga Senin (1/6/2026), kebakaran telah terjadi sebanyak 73 kali dalam kurun 10 hari terakhir. Api muncul di berbagai titik rumah dan membakar pakaian, kardus, hingga perabotan milik keluarga Fia. Guru Besar Ilmu Vulkanologi Fakultas Teknik UGM, Agung Harijoko, menjelaskan gas hidrogen merupakan gas yang sangat mudah terbakar.  Ketika terakumulasi pada benda-benda berpori seperti kain, pakaian, kardus, atau sofa, gas tersebut dapat memicu kebakaran saat bereaksi dengan oksigen.
Misteri kebakaran spontan yang berulang kali terjadi di rumah Mutfiana (Fia), warga Dusun Kasuran Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, mulai menemukan titik terang. Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan lonjakan gas hidrogen (H₂) yang diduga menjadi pemicu munculnya api secara tiba-tiba. Hingga Senin (1/6/2026), kebakaran telah terjadi sebanyak 73 kali dalam kurun 10 hari terakhir. Api muncul di berbagai titik rumah dan membakar pakaian, kardus, hingga perabotan milik keluarga Fia. Guru Besar Ilmu Vulkanologi Fakultas Teknik UGM, Agung Harijoko, menjelaskan gas hidrogen merupakan gas yang sangat mudah terbakar. Ketika terakumulasi pada benda-benda berpori seperti kain, pakaian, kardus, atau sofa, gas tersebut dapat memicu kebakaran saat bereaksi dengan oksigen. "Gas hidrogen bisa memicu api secara spontan jika kondisinya terpenuhi. Ketika konsentrasinya melonjak dan bereaksi dengan oksigen, material akan mengeluarkan asap lalu terbakar," kata Agung saat melakukan observasi di lokasi. Kebakaran terbaru atau insiden ke-73 terjadi pada Senin sekitar pukul 12.19 WIB. Sebuah baju yang tergantung di kamar kosong tiba-tiba terbakar. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah tim UGM melakukan pengukuran udara di ruangan yang sama. Dari hasil pengukuran, tim menemukan peningkatan suhu ruangan yang sejalan dengan lonjakan kadar gas hidrogen. Sejak pertama kali terjadi pada 23 Mei lalu, kebakaran muncul antara tujuh hingga sembilan kali setiap hari. Api tercatat muncul di 65 titik berbeda, sebagian besar berada di area terbuka. Tim gabungan Teknik Kimia dan Geologi UGM menduga gas berasal dari proses pembusukan bahan organik di bawah tanah. Dugaan tersebut menguat karena kawasan permukiman itu merupakan bekas lahan rawa. Sementara itu, Fia mengaku lebih tenang setelah fenomena yang dialaminya mulai mendapat penjelasan ilmiah. "Kami merasa lebih tenang karena sekarang bisa dipelajari secara ilmiah dan tidak dikaitkan dengan hal mistis. Tapi kami tetap waspada dan masih menunggu hasil laboratorium final," ujarnya. Kontributor #infojogjaterkini : zck

About