@cold_blonde_yu:

cold_blonde
cold_blonde
Open In TikTok:
Region: UA
Thursday 04 June 2026 09:09:03 GMT
171424
21822
43
1966

Music

Download

Comments

werqyus
kiss :
А из плохих юмор как утешительный приз?
2026-06-04 14:32:57
1871
nikolaevich.25
nikolaevich.25 :
Наконец-то кто-то об этом сказал
2026-06-04 09:13:58
1283
kkt3zt
kkt3 :
Че за бред
2026-06-05 07:48:22
28
skysonme
skysonme :
Не ищите оправданий)
2026-06-04 21:59:13
53
darks_84
darks_ :
Ну на самом деле не от этого по большей части зависит, у меня есть подруга у которой не совсем здоровые отношения были в семье и юмора просто 0, и есть знакомая у которой отличная здоровая семья и юмор присутствует.
2026-06-04 17:04:33
105
x_pofig_x
Незнакомец. :
Фух, пронесло.
2026-06-05 04:44:09
76
gtviiir_sliiir
Genie in a bottle bby💋 :
так вот почему никто не смеётся над моими шутками😭
2026-06-04 13:04:22
246
painforsmilr
gagegaip :
По большей части от интеллекта и кругозора зависит. Ну и кому-то покажется, что человек шутит несмешно, а кому-то наоборот. Просто второму например нравятся шутки про «смотри чел в лужу упал»)
2026-06-04 20:31:24
46
senoritasyu
Senorita :
не правда)
2026-06-05 10:27:06
2
scherts
шерсть 🚩 :
Неправда
2026-06-05 06:09:17
3
huqo_1218
ü' :
я думала я одна это заметила
2026-06-05 11:51:30
5
whatthefuckisgoinoh
kittyxchar :
не, нихуя
2026-06-05 11:00:14
0
yasya_ya1
Яна Яся :
Я поняла почему я не смешно шучу 😂
2026-06-04 12:33:20
15
vikpopssha
какая-то Вика? :
либо это неправда либо у меня нездоровая семья
2026-06-04 18:38:09
3
vpnkaproxy
vpnka :
не всегда, но кстати заметила)
2026-06-04 21:14:20
15
casperiaaa
☁️CasPeria☁️ :
Муж прости это правда, я научу 😅😂
2026-06-04 10:05:13
45
marseille2_6
МАРСЕЛЬ(ง’̀-‘́)ง :
я задумалась о своей семье
2026-06-04 19:01:06
1
bu1kabulka
алёночка :
Не знаю, вроде всем смешно (
2026-06-04 16:51:49
1
dmikhanovaa
высоцкая :
я из не полной семьи,а моя двоюродная сестра из полной. Юмор шикарный у двоих,потому что в нашей семье кроме юмора и сарказма никак иначе не общаются
2026-06-05 12:54:54
0
lk.thk
likreesh :
2026-06-05 11:39:33
0
ariinsrvj99
шака вака :
факт
2026-06-05 10:53:24
0
nastasiushka48
Nastasi :
Подскажите пожалуйста сколько мм у вас крестик?
2026-06-04 17:36:03
0
quwix.x
🧶lya :
типа почему они такие скучные?😭
2026-06-04 10:19:03
12
llinniee
lisswem :
Я слышала из здоровых семей смешной (иногда даже чаще, чем из нездоровых, так что…)
2026-06-04 16:51:30
2
To see more videos from user @cold_blonde_yu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ironi Wali Kota “Terbaik” Jambi: Saat Sampah Gratis Berganti Jadi Bisnis Prabayar JAMBI — Narasi tentang pencapaian Wali Kota Jambi, Maulana, dalam menata estetika kota kini membentur gelombang protes dari masyarakat bawah. Di tengah klaim keberhasilan membangun ekonomi sirkular dan pengentasan kemiskinan, kebijakan barunya di sektor sanitasi justru dinilai mengubah layanan publik esensial menjadi ajang komersialisasi alias “bisnis dengan rakyat”. Ketidakpuasan ini bermula dari langkah agresif Pemerintah Kota Jambi yang membongkar 94 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) umum di pinggir jalan. Sebagai gantinya, pemerintah merilis program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM). Melalui sistem baru ini, warga dipaksa beralih ke skema layanan pengangkutan sampah berbayar prabayar yang dikoordinasikan langsung lewat pengurus RT. Baca Juga : Gegara Depo Sampah Wali Kota Maulana, Pokja UKPBJ Palsukan Dokumen Peserta Lelang Kebijakan penarikan retribusi mandiri ini seketika memicu keluhan di tingkat akar rumput, salah satunya di kawasan RT 24. “Sekarang buang sampah harus bayar. Kondisi ekonomi lagi sulit, cari uang susah, ini malah nambah beban. Seharusnya pemerintah membantu, bukan mempersulit,” kesal seorang warga yang merasa predikat wali kota pro-rakyat kini terasa semu. Sentimen negatif warga bukan tanpa alasan. Pasca-penutupan akses TPS gratis, tumpukan sampah liar justru mulai menjamur di sejumlah ruas jalan utama akibat banyak warga yang enggan atau tidak mampu membayar biaya prabayar. Keadaan diperparah oleh buruknya fasilitas armada OPBM yang masih menggunakan bak terbuka. Sampah-sampah yang berterbangan di jalanan kini mengancam higienitas lapangan usaha para pelaku UMKM lokal. Baca Juga : Pola Fikir Mundur Walikota Jambi, Merubah Jam Masuk Kerja (Terobosan atau Terabasan) Di seberang meja, Wali Kota Maulana tetap bersikeras bahwa program OPBM prabayar ini adalah solusi paling efektif untuk menekan volume sampah kota. Pemerintah mengklaim perputaran uang dari bisnis sampah prabayar ini sangat menggiurkan, bahkan disebut-sebut mampu menembus angka Rp7 miliar per bulan. Bagi pemerintah, ini adalah potret keberhasilan menciptakan lapangan kerja baru, meski bagi sebagian besar warga, uang miliaran tersebut ditarik langsung dari kantong mereka yang sedang menjerit akibat impitan ekonomi. Sejauh ini, sekitar 70 OPBM swadaya telah didirikan untuk mengontrol pengelolaan sampah di 200 RT se-Kota Jambi. Pemerintah Kota Jambi bahkan memasang target ambisius untuk segera menyapu bersih seluruh sisa TPS liar yang ada dalam waktu dekat. Kendati demikian, pro-kontra di lapangan menunjukkan adanya jurang pemisah yang lebar antara angka keberhasilan di atas kertas komersial pemerintah dengan kebahagiaan riil masyarakat di dunia nyata. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Wali Kota Jambi maupun Dinas Lingkungan Hidup belum memberikan tanggapan resmi tambahan terkait keluhan tumpukan sampah jalanan dan keberatan biaya dari warga RT 24 tersebut. Redaksi berkomitmen penuh menyediakan ruang publik dan siap memuat konfirmasi susulan, hak jawab, maupun hak koreksi dari Wali Kota Maulana beserta jajaran instansi terkait secara proporsional pada kesempatan pertama sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kabarpemayung.Com
Ironi Wali Kota “Terbaik” Jambi: Saat Sampah Gratis Berganti Jadi Bisnis Prabayar JAMBI — Narasi tentang pencapaian Wali Kota Jambi, Maulana, dalam menata estetika kota kini membentur gelombang protes dari masyarakat bawah. Di tengah klaim keberhasilan membangun ekonomi sirkular dan pengentasan kemiskinan, kebijakan barunya di sektor sanitasi justru dinilai mengubah layanan publik esensial menjadi ajang komersialisasi alias “bisnis dengan rakyat”. Ketidakpuasan ini bermula dari langkah agresif Pemerintah Kota Jambi yang membongkar 94 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) umum di pinggir jalan. Sebagai gantinya, pemerintah merilis program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM). Melalui sistem baru ini, warga dipaksa beralih ke skema layanan pengangkutan sampah berbayar prabayar yang dikoordinasikan langsung lewat pengurus RT. Baca Juga : Gegara Depo Sampah Wali Kota Maulana, Pokja UKPBJ Palsukan Dokumen Peserta Lelang Kebijakan penarikan retribusi mandiri ini seketika memicu keluhan di tingkat akar rumput, salah satunya di kawasan RT 24. “Sekarang buang sampah harus bayar. Kondisi ekonomi lagi sulit, cari uang susah, ini malah nambah beban. Seharusnya pemerintah membantu, bukan mempersulit,” kesal seorang warga yang merasa predikat wali kota pro-rakyat kini terasa semu. Sentimen negatif warga bukan tanpa alasan. Pasca-penutupan akses TPS gratis, tumpukan sampah liar justru mulai menjamur di sejumlah ruas jalan utama akibat banyak warga yang enggan atau tidak mampu membayar biaya prabayar. Keadaan diperparah oleh buruknya fasilitas armada OPBM yang masih menggunakan bak terbuka. Sampah-sampah yang berterbangan di jalanan kini mengancam higienitas lapangan usaha para pelaku UMKM lokal. Baca Juga : Pola Fikir Mundur Walikota Jambi, Merubah Jam Masuk Kerja (Terobosan atau Terabasan) Di seberang meja, Wali Kota Maulana tetap bersikeras bahwa program OPBM prabayar ini adalah solusi paling efektif untuk menekan volume sampah kota. Pemerintah mengklaim perputaran uang dari bisnis sampah prabayar ini sangat menggiurkan, bahkan disebut-sebut mampu menembus angka Rp7 miliar per bulan. Bagi pemerintah, ini adalah potret keberhasilan menciptakan lapangan kerja baru, meski bagi sebagian besar warga, uang miliaran tersebut ditarik langsung dari kantong mereka yang sedang menjerit akibat impitan ekonomi. Sejauh ini, sekitar 70 OPBM swadaya telah didirikan untuk mengontrol pengelolaan sampah di 200 RT se-Kota Jambi. Pemerintah Kota Jambi bahkan memasang target ambisius untuk segera menyapu bersih seluruh sisa TPS liar yang ada dalam waktu dekat. Kendati demikian, pro-kontra di lapangan menunjukkan adanya jurang pemisah yang lebar antara angka keberhasilan di atas kertas komersial pemerintah dengan kebahagiaan riil masyarakat di dunia nyata. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Wali Kota Jambi maupun Dinas Lingkungan Hidup belum memberikan tanggapan resmi tambahan terkait keluhan tumpukan sampah jalanan dan keberatan biaya dari warga RT 24 tersebut. Redaksi berkomitmen penuh menyediakan ruang publik dan siap memuat konfirmasi susulan, hak jawab, maupun hak koreksi dari Wali Kota Maulana beserta jajaran instansi terkait secara proporsional pada kesempatan pertama sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kabarpemayung.Com

About