@singgasana.kata: Ketidakadilan tidak selalu tumbuh karena kekuatan para penindas, tetapi sering kali karena diamnya orang-orang yang mengetahui kebenaran. Banyak orang mengira bahwa dengan tidak ikut terlibat, mereka telah bersikap netral. Padahal dalam situasi ketika hak seseorang dirampas, ketika kebohongan dijadikan alat kekuasaan, atau ketika yang lemah dipaksa menanggung beban yang bukan miliknya, diam bukanlah sikap yang bebas nilai. Diam memberi ruang bagi ketidakadilan untuk terus berlangsung. Ia menjadi bentuk persetujuan yang tidak diucapkan, tetapi dampaknya nyata dirasakan oleh mereka yang menjadi korban. Sejarah menunjukkan bahwa banyak kezaliman bertahan bukan karena pelakunya terlalu kuat, melainkan karena terlalu sedikit orang yang berani bersuara. Rasa takut kehilangan kenyamanan, kedudukan, atau penerimaan sosial sering membuat manusia memilih menundukkan kepala ketika nuraninya memerintahkan untuk berdiri. Mereka tahu ada yang salah, tetapi berharap orang lain yang bertindak. Mereka menyadari ada yang perlu dibela, tetapi memilih menunggu orang lain yang memulai. Akibatnya, keburukan memperoleh kemenangan bukan karena ia benar, melainkan karena kebenaran kehilangan pembelanya. Karena itu, keberanian moral menjadi salah satu ukuran penting kemanusiaan. Membela keadilan tidak selalu berarti melakukan hal-hal besar, tetapi setidaknya tidak membiarkan hati terbiasa menerima ketidakadilan sebagai sesuatu yang wajar. Sebab ketika seseorang memilih diam demi menyelamatkan dirinya sendiri, sementara orang lain sedang dirugikan atau ditindas, sesungguhnya ia sedang membantu menjaga sistem yang menindas itu tetap hidup. Dan pada akhirnya, dunia tidak hanya rusak oleh tindakan orang-orang jahat, tetapi juga oleh diamnya mereka yang tahu mana yang benar namun memilih tidak melakukan apa-apa.

Singgasana Kata
Singgasana Kata
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 04 June 2026 13:31:34 GMT
25478
671
14
92

Music

Download

Comments

laki2takm
laki2takmampu :
saya sendiri koar koar mengatakan ini itu tapi kenapa tidak ada yang menanggapi kenapa tidak ada yang mau mengalami sadar
2026-06-04 14:41:18
3
user2710827672928
Taufiq :
Kita tak berdaya boss. bukan mmbenarkan itu semua
2026-06-10 04:22:56
0
napoleonbonaparte4488
👑 Le Minerale 😎 :
benner
2026-06-08 09:53:56
0
ragilsrezky99
rarezky :
sangat betul dan itu tergantung mental
2026-06-09 05:04:31
0
paida.said.andih
Paida Said /Andih :
bukannya diam menurut pendapat hati ,tapi kadang kadang sesuatu yg belum kita ketahui terdapat Jawaban yg sebenar bilah menemukan ruang dari seseorang untuk merendahkan yg merasa menindas dirinya.
2026-06-07 05:59:55
0
suherman_747
Herman R4 :
setuju'
2026-06-07 04:30:36
0
opiick.47
Opiick47 :
Ketidakadilan tidak selalu tumbuh karena kekuatan para penindas, tetapi sering kali karena diamnya orang-orang yang mengetahui kebenaran. Banyak orang mengira bahwa dengan tidak ikut terlibat, mereka telah bersikap netral. Padahal dalam situasi ketika hak seseorang dirampas, ketika kebohongan dijadikan alat kekuasaan, atau ketika yang lemah dipaksa menanggung beban yang bukan miliknya, diam bukanlah sikap yang bebas nilai. Diam memberi ruang bagi ketidakadilan untuk terus berlangsung. Ia menjadi bentuk persetujuan yang tidak diucapkan, tetapi dampaknya nyata dirasakan oleh mereka yang menjadi korban. Sejarah menunjukkan bahwa banyak kezaliman bertahan bukan karena pelakunya terlalu kuat, melainkan karena terlalu sedikit orang yang berani bersuara. Rasa takut kehilangan kenyamanan, kedudukan, atau penerimaan sosial sering membuat manusia memilih menundukkan kepala ketika nuraninya memerintahkan untuk berdiri. Mereka tahu ada yang salah, tetapi berharap orang lain yang bertindak. Mereka menyadari ada yang perlu dibela, tetapi memilih menunggu orang lain yang memulai. Akibatnya, keburukan memperoleh kemenangan bukan karena ia benar, melainkan karena kebenaran kehilangan pembelanya. Karena itu, keberanian moral menjadi salah satu ukuran penting kemanusiaan. Membela keadilan tidak selalu berarti melakukan hal-hal besar, tetapi setidaknya tidak membiarkan hati terbiasa menerima ketidakadilan sebagai sesuatu yang wajar. Sebab ketika seseorang memilih diam demi menyelamatkan dirinya sendiri, sementara orang lain sedang dirugikan atau ditindas, sesungguhnya ia sedang membantu menjaga sistem yang menindas itu tetap hidup. Dan pada akhirnya, dunia tidak hanya rusak oleh tindakan orang-orang jahat, tetapi juga oleh diamnya mereka yang tahu mana yang benar namun memilih tidak melakukan apa-apa.
2026-06-08 05:04:07
0
mh.galih1
MH galih :
betul PK
2026-06-08 15:49:47
0
.dee.16
Dee.🦋 :
keadaan negara konoha. hukum bisa di permainkan.
2026-06-07 00:52:14
0
tedysuhendar3
tedysuhendar3 :
👍
2026-06-06 11:27:45
0
rendi.123278
Han wicaksono :
👍
2026-06-07 00:24:31
0
muskolaka
Mhuz :
👍💯🇮🇩🤩😎😇
2026-06-06 11:17:38
0
dedykoto10
DEDY KURNIAWAN KOTO :
👍👍👍
2026-06-08 16:04:02
0
To see more videos from user @singgasana.kata, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About