@rapoooooop:

آلُـِـِِـِِِـِِـِـرآقٌـ,ـي
آلُـِـِِـِِِـِِـِـرآقٌـ,ـي
Open In TikTok:
Region: SA
Thursday 04 June 2026 15:36:44 GMT
12
5
0
3

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @rapoooooop, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Balai Desa Moasi, Kecamatan Towea, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel warga, Rabu (3/6/2026). Aksi Penyegelan dilakukan lantaran Pemerintah Desa (Pemdes) Moasi tidak merealisasikan program dana desa (DD) tahun anggaran 2025. Warga Desa Moasi, Suwadhi Sadam Sirayt, mengatakan penyegelan balai desa dilakukan sebagai bentuk protes atas tak kunjung terealisasinya program pengadaan ayam petelur. Bantuan yang bersumber dari anggaran DD tahun 2025 itu, hingga kini belum direalisasikan pemdes. “Sampai sekarang ayamnya belum ada, hanya kandang saja yang dibuat. Padahal, anggarannya jelas,” kata Sadam kepada Kendariinfo, Kamis (4/6). Warga bersama pemdes dan badan permusyawaratan desa (BPD), serta pihak terkait sebelumnya telah melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) membahas persoalan itu pada 29 April 2026. Sadam menyebut saat RDP, Kepala Desa (Kades) Moasi La Ono meminta waktu selama 30 hari, untuk pengadaan bibit ayam petelur. “Sampai dengan waktu yang telah ditentukan, Kades Moasi belum merealisasikan pengadaan bantuan. Sekarang DD anggaran 2026 sudah berjalan, sementara masih ada kegiatan tahun kemarin yang belum selesai,
Balai Desa Moasi, Kecamatan Towea, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel warga, Rabu (3/6/2026). Aksi Penyegelan dilakukan lantaran Pemerintah Desa (Pemdes) Moasi tidak merealisasikan program dana desa (DD) tahun anggaran 2025. Warga Desa Moasi, Suwadhi Sadam Sirayt, mengatakan penyegelan balai desa dilakukan sebagai bentuk protes atas tak kunjung terealisasinya program pengadaan ayam petelur. Bantuan yang bersumber dari anggaran DD tahun 2025 itu, hingga kini belum direalisasikan pemdes. “Sampai sekarang ayamnya belum ada, hanya kandang saja yang dibuat. Padahal, anggarannya jelas,” kata Sadam kepada Kendariinfo, Kamis (4/6). Warga bersama pemdes dan badan permusyawaratan desa (BPD), serta pihak terkait sebelumnya telah melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) membahas persoalan itu pada 29 April 2026. Sadam menyebut saat RDP, Kepala Desa (Kades) Moasi La Ono meminta waktu selama 30 hari, untuk pengadaan bibit ayam petelur. “Sampai dengan waktu yang telah ditentukan, Kades Moasi belum merealisasikan pengadaan bantuan. Sekarang DD anggaran 2026 sudah berjalan, sementara masih ada kegiatan tahun kemarin yang belum selesai," ujarnya. Penanggung jawab dalam program itu dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Moasi. Sadam bersama warga pun mempertanyakan program itu ke bendahara BUMDes, dan mendapat jawaban bahwa uang pengadaan bibit ayam petelur telah dipegang La Ono. “Kata bendahara BUMDes uang untuk pengadaan ayam petelur sudah diambil kades. Makanya kami warga memutuskan menyegel balai desa,” ucapnya. Sadam berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna segera bertindak menyelesaikan permasalahan tersebut, sebelum menimbulkan gejolak yang lebih besar di tengah masyarakat Desa Moasi. Sementara itu, Kades Moasi, La Ono, mengatakan penyebab keterlambatan pengadaan bibit ayam petelur karena pihak penyuplai terus menunda pengiriman. Selain itu, cuaca buruk selama dua pekan di laut turut menjadi kendala.  “Saya sudah jelaskan saat RDP mengenai kendala keterlambatan realisasi program. Kita sudah pesan, tetapi tertunda terus. Cuaca buruk juga menjadi penghambat,” jelas La Ono. Ia mengungkapkan total anggaran ketahanan pangan yang dikelola BUMDes sebesar Rp149 juta. Meski pengadaannya menyeberang tahun, aliran dana realisasi program tersebut tidak akan bersumber dari anggaran 2026.  “Pengadaan kandang dan bibit ayam anggarannya Rp149 juta. Untuk realisasi program tetap menggunakan anggaran DD 2025. Hanya persoalan waktu saja,” pungkasnya. #kendariinfo #muna #sulawesitenggara #sultra

About