@khemriza: i know janhae trying her best to hold this dangerous wild jingjing my goshh insane #janjingjing #tpopstage #janhae #jingjingyu #gl #wlw

rizaa
rizaa
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 04 June 2026 16:23:30 GMT
19103
2563
31
62

Music

Download

Comments

ananakiiii
tiko :
Bruh i can feel how heart started beating so fast 😭
2026-06-04 16:46:59
95
nosce.te.ipsum419
Invictus Maneo :
Jingjing makes me panic and I’m not even there. Jan is already stronger than most. 😆
2026-06-04 16:28:46
62
mjjhlg
ۦ :
Jan is panicking i can’t
2026-06-05 09:43:00
0
kako91_
Phi nis__ :
“Her red ears gave her away. She was definitely nervous. 🤭💕”
2026-06-05 00:34:00
6
yssawhat
Wiwaochu :
Im sorry but when and where was this? I want to watch
2026-06-04 16:56:48
0
caiiishiii
cpybr :
Oh... Jan idk why you hold yourself so well
2026-06-04 18:07:20
7
secofmay
secofmay :
janhae red ear and ofc the blink eyes😂
2026-06-05 04:55:58
0
mardrake_np
Mardrake Channel :
พี่แจน กระพริบตาถี่นะคับ เกแพนิค มาก555555🤣🤣🤣🤣
2026-06-04 20:38:45
5
keila23432
keila23432 :
2026-06-04 17:16:38
0
maximillen_
Maxel :
ciuman pls kk
2026-06-04 23:32:27
0
kako91_
Phi nis__ :
Gay panic wkwkw
2026-06-05 00:27:14
0
To see more videos from user @khemriza, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) merespons aksi blokade jalan provinsi yang dilakukan masyarakat Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara (Butur), Kamis (4/6/2026). Aksi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pongkowulu Bersatu tersebut dilakukan dengan mendirikan tenda besi di tengah ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kota Baubau, Kabupaten Buton, hingga Ereke. Aksi itu merupakan bentuk protes warga terhadap kondisi jalan yang dinilai rusak dan membahayakan pengguna jalan. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sultra, Andi Syahrir, menegaskan bahwa Kabupaten Buton Utara menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) dan Wakil Gubernur Hugua. Menurutnya, Buton Utara memiliki posisi strategis sebagai sentra produk kelautan dan pertanian yang membutuhkan dukungan infrastruktur jalan yang memadai untuk memperlancar distribusi barang dan jasa. “Sejak tahun 2025 lalu, Pemprov Sultra telah melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan di Buton Utara. Ada tiga ruas jalan yang diperbaiki dengan total panjang sekitar 16 kilometer, yakni Lambale–Ereke, Simpang Tiga Bubu Ronta, dan Ronta–Ereke,” ujar Andi Syahrir, Jumat (5/6/2026). Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Pemprov kembali memprogramkan peningkatan ruas Lambale–Ereke sepanjang 5 kilometer yang saat ini sedang memasuki tahap persiapan lelang. Sementara untuk ruas jalan di Desa Pongkowulu, terdapat dua langkah yang akan dilakukan pemerintah. Pertama, perbaikan pada titik paling kritis yakni tanjakan Pongkowulu yang saat ini menjadi lokasi aksi pemblokiran warga. “Untuk titik tanjakan yang kondisinya sangat parah dan rawan kecelakaan, kami akan melakukan perbaikan pemeliharaan sepanjang sekitar 150 meter menggunakan anggaran APBD. Pekerjaan ini direncanakan mulai dilaksanakan pada bulan Juni 2026,” jelasnya. Selain penanganan darurat tersebut, Pemprov Sultra juga mengusulkan pembangunan ruas jalan Pongkowulu sepanjang 5 kilometer melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Baca selengkapnya https://mediatamasultra.com/pemprov-sultra-respons-blokade-jalan-pongkowulu-perbaikan-ruas-dimulai-juni-ini/ #mediatamasultra #butur #sulawesitenggara #butonutara #pemprovsultra
MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) merespons aksi blokade jalan provinsi yang dilakukan masyarakat Desa Pongkowulu, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara (Butur), Kamis (4/6/2026). Aksi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pongkowulu Bersatu tersebut dilakukan dengan mendirikan tenda besi di tengah ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kota Baubau, Kabupaten Buton, hingga Ereke. Aksi itu merupakan bentuk protes warga terhadap kondisi jalan yang dinilai rusak dan membahayakan pengguna jalan. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sultra, Andi Syahrir, menegaskan bahwa Kabupaten Buton Utara menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) dan Wakil Gubernur Hugua. Menurutnya, Buton Utara memiliki posisi strategis sebagai sentra produk kelautan dan pertanian yang membutuhkan dukungan infrastruktur jalan yang memadai untuk memperlancar distribusi barang dan jasa. “Sejak tahun 2025 lalu, Pemprov Sultra telah melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan di Buton Utara. Ada tiga ruas jalan yang diperbaiki dengan total panjang sekitar 16 kilometer, yakni Lambale–Ereke, Simpang Tiga Bubu Ronta, dan Ronta–Ereke,” ujar Andi Syahrir, Jumat (5/6/2026). Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Pemprov kembali memprogramkan peningkatan ruas Lambale–Ereke sepanjang 5 kilometer yang saat ini sedang memasuki tahap persiapan lelang. Sementara untuk ruas jalan di Desa Pongkowulu, terdapat dua langkah yang akan dilakukan pemerintah. Pertama, perbaikan pada titik paling kritis yakni tanjakan Pongkowulu yang saat ini menjadi lokasi aksi pemblokiran warga. “Untuk titik tanjakan yang kondisinya sangat parah dan rawan kecelakaan, kami akan melakukan perbaikan pemeliharaan sepanjang sekitar 150 meter menggunakan anggaran APBD. Pekerjaan ini direncanakan mulai dilaksanakan pada bulan Juni 2026,” jelasnya. Selain penanganan darurat tersebut, Pemprov Sultra juga mengusulkan pembangunan ruas jalan Pongkowulu sepanjang 5 kilometer melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Baca selengkapnya https://mediatamasultra.com/pemprov-sultra-respons-blokade-jalan-pongkowulu-perbaikan-ruas-dimulai-juni-ini/ #mediatamasultra #butur #sulawesitenggara #butonutara #pemprovsultra

About