@lythibichthach: "Trở về với chính mình: rộng lượng nhưng khép kín, chân thành nhưng ít nói. Không mưu cầu yêu đương, chẳng vướng bận thị phi. Một mình cũng ổn, chẳng muốn giải thích nhiêu."

𝑺𝒖𝒏𝒇𝒍𝒐𝒘𝒆𝒓 🌻
𝑺𝒖𝒏𝒇𝒍𝒐𝒘𝒆𝒓 🌻
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 04 June 2026 22:12:20 GMT
64925
1632
6
132

Music

Download

Comments

bemeo554
01 Tₕ 03 :
E xin vd ạ
2026-06-19 13:29:54
1
rienguen
リエン❤️😈 :
Mk cũng đang như vậy
2026-06-19 08:50:45
1
thoitrangtuyen94
Tuyền :
e xin videp nhé 🥰🥰🥰
2026-06-17 12:19:36
1
trantrang992
Bao giờ lương 10tr đổi tên :
🥰🥰🥰
2026-06-19 01:43:33
1
thao26032001
Thảo hay suyy 🫥🏳️‍🌈 :
🥺
2026-06-19 14:32:14
0
mimi130799
Mai Nguyên :
🥰🥰
2026-06-19 15:50:16
0
To see more videos from user @lythibichthach, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ir. Soekarno dan Para Istrinya ​Foto ini menampilkan visualisasi Ir. Soekarno, sang Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, dikelilingi oleh sembilan perempuan yang pernah menjadi bagian dari kisah hidup dan perjalanan domestiknya. Dalam catatan sejarah, tercatat sembilan istri Bung Karno: ✓​Siti Oetari Tjokroaminoto (1921–1923) ✓​Inggit Garnasih (1923–1943) ✓​Fatmawati (1943–Tak Cerai Hukum) ✓​Hartini (1953–1970) ✓​Kartini Manoppo (1959–1968) ✓​Ratna Sari Dewi (1962–1970) ✓​Haryati (1963–1966) ✓​Yurike Sanger (1964–1969) ✓​Heldy Djafar (1966–1970) ​Di balik guratan takdir sang Pemimpin Besar Revolusi, sejarah mencatat ada dua sosok perempuan yang paling membekas dan sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup serta perjuangan Soekarno menuju gerbang kemerdekaan. Dua perempuan itu adalah Ibu Inggit Garnasih dan Ibu Fatmawati. ​Ibu Inggit Garnasih adalah sosok keteguhan yang dengan setia mendampingi Soekarno muda selama masa-masa tersulit perjuangan—mulai dari membiayai kuliahnya, mendekam di dinginnya jeruji penjara, hingga menemaninya dalam pahitnya pembuangan. Sementara itu, Ibu Fatmawati hadir mendampingi Bung Karno menembus masa revolusi kemerdekaan, menjadi Ibu Negara pertama, dan mengukir sejarah abadi dengan jemarinya yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih yang berkibar pada 17 Agustus 1945. ​Foto ini bukan sekadar potret keluarga, melainkan sebuah lembaran kisah domestik yang berkelindan erat dengan pasang surut sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Ir. Soekarno dan Para Istrinya ​Foto ini menampilkan visualisasi Ir. Soekarno, sang Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, dikelilingi oleh sembilan perempuan yang pernah menjadi bagian dari kisah hidup dan perjalanan domestiknya. Dalam catatan sejarah, tercatat sembilan istri Bung Karno: ✓​Siti Oetari Tjokroaminoto (1921–1923) ✓​Inggit Garnasih (1923–1943) ✓​Fatmawati (1943–Tak Cerai Hukum) ✓​Hartini (1953–1970) ✓​Kartini Manoppo (1959–1968) ✓​Ratna Sari Dewi (1962–1970) ✓​Haryati (1963–1966) ✓​Yurike Sanger (1964–1969) ✓​Heldy Djafar (1966–1970) ​Di balik guratan takdir sang Pemimpin Besar Revolusi, sejarah mencatat ada dua sosok perempuan yang paling membekas dan sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup serta perjuangan Soekarno menuju gerbang kemerdekaan. Dua perempuan itu adalah Ibu Inggit Garnasih dan Ibu Fatmawati. ​Ibu Inggit Garnasih adalah sosok keteguhan yang dengan setia mendampingi Soekarno muda selama masa-masa tersulit perjuangan—mulai dari membiayai kuliahnya, mendekam di dinginnya jeruji penjara, hingga menemaninya dalam pahitnya pembuangan. Sementara itu, Ibu Fatmawati hadir mendampingi Bung Karno menembus masa revolusi kemerdekaan, menjadi Ibu Negara pertama, dan mengukir sejarah abadi dengan jemarinya yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih yang berkibar pada 17 Agustus 1945. ​Foto ini bukan sekadar potret keluarga, melainkan sebuah lembaran kisah domestik yang berkelindan erat dengan pasang surut sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

About