@user250896565: Nicholas II كان آخر قياصرة Russia. وُلد سنة 1868 وحكم من 1894 إلى 1917. كان محافظًا سياسيًا ومؤمنًا بالحكم المطلق للقيصر، لذلك عارض الإصلاحات الديمقراطية الواسعة. خلال حكمه شهدت روسيا أحداثًا كبرى مثل: Russo-Japanese War Russian Revolution of 1905 World War I Russian Revolution كان متزوجًا من Alexandra Feodorovna، وكان له خمسـة أبناء أشهرهم Alexei Nikolaevich. يُوصف غالبًا بأنه شخص هادئ ومحب لعائلته، لكنه واجه انتقادات حادة بسبب ضعف إدارته للأزمات السياسية والعسكرية والاقتصادية التي مرت بها الإمبراطورية الروسية.

فـاغـنـرWagnerll
فـاغـنـرWagnerll
Open In TikTok:
Region: IQ
Thursday 04 June 2026 22:17:55 GMT
10148
661
141
164

Music

Download

Comments

bp1ij
𝐂𝐀𝐏𝐓𝐀𝐈𝐍 :
9.2🥰
2026-06-05 08:00:33
8
m.hdy1941
TIGER II :
تعرف فلاديمير لينين
2026-06-05 11:50:55
10
0.00.00.00.0
0 :
اول مره اشوف واحد يحبه
2026-06-05 13:37:42
3
big____w
. :
منو هذا
2026-06-05 16:21:20
2
cpz_2025
Hassan :
الله يرحمه
2026-06-05 12:41:05
1
7ly_s
Шахад :
منو هذا
2026-06-06 01:52:32
1
4ap_9
⚛ :
هذا يكدر يكول
2026-06-05 14:53:41
0
b._qu
A :
واو شو هاتتتت🥰
2026-06-05 10:46:04
1
zot70g
Zood :
احم
2026-06-05 13:24:30
0
f._wj8
أَلـخِزّريْ :
من وين الفكرة
2026-06-04 22:26:05
1
user5044153842611
نور :
ما اعرفه بس احبه لان حلو 🗿😂
2026-06-05 05:33:43
1
che3_h
المناضل اليساري ☭ :
2026-06-05 19:34:52
2
l06a_
غيروكك↻🇬🇧🚸˹ :
مين ده
2026-06-06 08:57:50
1
l06a_
غيروكك↻🇬🇧🚸˹ :
مين ده
2026-06-06 08:57:47
1
To see more videos from user @user250896565, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Dia sudah mati… tapi matanya masih melihat.” “Tahan scroll sebentar. Dengarkan sampai akhir… agar kau tidak kaget saat giliranmu tiba.” “Mata itu tidak terbuka karena jasad. Ia terbuka karena tabir telah disingkap. Yang selama hidup tak terlihat… kini menjadi sangat nyata.” Murid: Guru… aku melihat jenazah itu. Matanya terbuka. Aku gemetar. Apakah ia tersiksa? Atau ada rahasia yang tak sanggup ditutup oleh kematian? Guru: (anak murid itu menunduk, suaranya pelan) Jangan kau ukur kematian dengan ketakutanmu. Karena yang mati bukan matanya… yang mati adalah pakaian. Murid: Lalu… mengapa matanya tidak terpejam, Guru? Guru: Karena yang keluar dari tubuhnya… bukan udara terakhir, melainkan ruh. Dan ketika ruh dicabut, mata tidak lagi melihat dunia, ia mengikuti ke mana ruh pergi. Nabi pernah bersabda, “Sesungguhnya ruh itu apabila dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya.” Itulah sebabnya matanya terbuka. Bukan karena jasad, tetapi karena kesadaran sedang berpindah alam. Murid: Jadi… ia sedang melihat sesuatu? Guru: Bukan sedang. Ia sudah melihat. Tabir yang selama hidup menutupi matamu— akal, nafsu, dunia— pada saat itu disingkap. Allah berfirman: “Maka Kami singkapkan tutup matamu, sehingga penglihatanmu hari ini sangat tajam.” Pada detik itu, ia melihat yang selama ini kau sebut ghaib. Padahal ghaib itu tidak pernah jauh— kau saja yang tertutup. Murid: Apa yang ia lihat, Guru? Malaikat? Surga? Atau… neraka? Guru: Sesuai isi dadanya. Ada yang matanya terbuka karena takut, karena melihat akibat dari hidupnya sendiri. Ada pula yang terbuka karena takjub, karena pintu langit dibukakan baginya. Bagi para pecinta Tuhan, kematian bukan kejutan, melainkan pertemuan yang ditunggu. Murid: Lalu mengapa kita menutup mata jenazah? Guru: Karena jasad tetap harus dihormati. Karena dunia tak sanggup memahami apa yang sedang disaksikan ruh. Kita menutup matanya, sambil berdoa, agar apa yang ia lihat bukan penyesalan, melainkan jawaban. Murid: Guru… apakah orang yang sudah “mati sebelum mati” akan merasakan hal yang sama? Guru: Tidak. Ia lebih tenang. Karena baginya, kematian hanyalah pindah rumah. Ia sudah melepaskan dunia sebelum dunia melepaskannya. Maka matanya terbuka, bukan karena terkejut, melainkan karena rindu. Murid: (rintih) Lalu… bagaimana dengan aku, Guru? Guru: Pertanyaan itu lebih menakutkan daripada mata jenazah terbuka. Karena suatu hari, matamu pun akan terbuka… dan tak ada lagi kesempatan untuk berpura-pura. #ngajiroso #tasawuf #sakaratulmaut #hakikatmati #renunganjiwa
“Dia sudah mati… tapi matanya masih melihat.” “Tahan scroll sebentar. Dengarkan sampai akhir… agar kau tidak kaget saat giliranmu tiba.” “Mata itu tidak terbuka karena jasad. Ia terbuka karena tabir telah disingkap. Yang selama hidup tak terlihat… kini menjadi sangat nyata.” Murid: Guru… aku melihat jenazah itu. Matanya terbuka. Aku gemetar. Apakah ia tersiksa? Atau ada rahasia yang tak sanggup ditutup oleh kematian? Guru: (anak murid itu menunduk, suaranya pelan) Jangan kau ukur kematian dengan ketakutanmu. Karena yang mati bukan matanya… yang mati adalah pakaian. Murid: Lalu… mengapa matanya tidak terpejam, Guru? Guru: Karena yang keluar dari tubuhnya… bukan udara terakhir, melainkan ruh. Dan ketika ruh dicabut, mata tidak lagi melihat dunia, ia mengikuti ke mana ruh pergi. Nabi pernah bersabda, “Sesungguhnya ruh itu apabila dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya.” Itulah sebabnya matanya terbuka. Bukan karena jasad, tetapi karena kesadaran sedang berpindah alam. Murid: Jadi… ia sedang melihat sesuatu? Guru: Bukan sedang. Ia sudah melihat. Tabir yang selama hidup menutupi matamu— akal, nafsu, dunia— pada saat itu disingkap. Allah berfirman: “Maka Kami singkapkan tutup matamu, sehingga penglihatanmu hari ini sangat tajam.” Pada detik itu, ia melihat yang selama ini kau sebut ghaib. Padahal ghaib itu tidak pernah jauh— kau saja yang tertutup. Murid: Apa yang ia lihat, Guru? Malaikat? Surga? Atau… neraka? Guru: Sesuai isi dadanya. Ada yang matanya terbuka karena takut, karena melihat akibat dari hidupnya sendiri. Ada pula yang terbuka karena takjub, karena pintu langit dibukakan baginya. Bagi para pecinta Tuhan, kematian bukan kejutan, melainkan pertemuan yang ditunggu. Murid: Lalu mengapa kita menutup mata jenazah? Guru: Karena jasad tetap harus dihormati. Karena dunia tak sanggup memahami apa yang sedang disaksikan ruh. Kita menutup matanya, sambil berdoa, agar apa yang ia lihat bukan penyesalan, melainkan jawaban. Murid: Guru… apakah orang yang sudah “mati sebelum mati” akan merasakan hal yang sama? Guru: Tidak. Ia lebih tenang. Karena baginya, kematian hanyalah pindah rumah. Ia sudah melepaskan dunia sebelum dunia melepaskannya. Maka matanya terbuka, bukan karena terkejut, melainkan karena rindu. Murid: (rintih) Lalu… bagaimana dengan aku, Guru? Guru: Pertanyaan itu lebih menakutkan daripada mata jenazah terbuka. Karena suatu hari, matamu pun akan terbuka… dan tak ada lagi kesempatan untuk berpura-pura. #ngajiroso #tasawuf #sakaratulmaut #hakikatmati #renunganjiwa

About