@cruzydayz: No gatekeeping this. Not an ad. Not selling. Just 4 tools that changed the game for us. #workingdog #kelpie #dogtips #dogcommunity #workingdogsoftiktok

CruzyDayz
CruzyDayz
Open In TikTok:
Region: AU
Thursday 04 June 2026 23:24:31 GMT
1956
60
30
6

Music

Download

Comments

zali.nagle
Zali Nagle :
Help xx
2026-06-05 11:07:58
1
shikhabeanz
shikhabeanz :
Help
2026-10-12 11:31:29
0
bonallaby
T-Rex 🦖 :
Help! Please 🙏🏼 and thankyou
2026-06-05 06:35:33
1
bonita.callaghan
bonita.callaghan :
Help x
2026-08-17 10:21:05
0
ginaaaa550
ginaaaa550 :
Help
2026-06-08 06:40:03
1
emilyhardstaff4
Emily Hardstaff :
Help
2026-06-05 10:54:18
1
megcarr01
Megcarr01 :
Help
2026-06-06 00:33:41
1
tahnee83
Tahnee 🤍 :
help
2026-06-04 23:42:12
1
livthemidwifemum
Liv | Midwife :
Help 😭
2026-08-30 19:07:26
0
jaymiek212
Jaymie Kekwick :
Help xx
2026-08-26 02:16:56
0
_mimi_552011
🌹☆Mimi☆🌹 :
HELP! 😭😅
2026-08-14 11:51:12
0
grace.cope
Grace Cope :
Help
2026-10-09 11:34:07
0
chadband3
chadband3 :
Help
2026-10-08 10:14:20
0
jayden.ll74
Jayden Ll :
Help
2026-06-05 02:12:21
1
michael.west466
Michael West :
Help
2026-06-05 09:44:32
1
pups.and.me
Erin :
help
2026-06-07 22:34:34
1
jessleelaw
Jessica Lawson :
Help
2026-06-08 03:04:59
0
lillypad101.0
Lilly’s 🪷Adventures🌻 :
HELP
2026-06-05 07:34:58
1
xcoreysutton
𝕔𝕤𓂀 :
help
2026-10-15 05:32:29
0
lindesy._.rosee
Lindsey :
Help
2026-07-07 12:12:42
0
jaymiek212
Jaymie Kekwick :
Help 🤎
2026-07-07 01:32:58
0
emmacam52
Emma Camilleri :
Help
2026-06-26 07:17:55
0
sianhana
sbee :
Help!
2026-06-23 08:15:17
0
mc.3142
Glory_bound :
Help
2026-06-18 13:27:38
0
cruzydayz
CruzyDayz :
If I haven’t sent you a message please DM me and I’ll reply as soon as I can!! 🐾
2026-06-09 05:42:26
0
To see more videos from user @cruzydayz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

*Ratusan Calon PMI Tujuan Jepang Terancam Gagal Berangkat, Dugaan Ketidakjelasan Penempatan dan Rantai LPK Jadi Sorotan* GROBOGAN — Tambunpos.com - Nasib ratusan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tujuan Jepang kini diliputi ketidakpastian.  Setelah menjalani pelatihan dan mengeluarkan biaya yang disebut mencapai puluhan juta rupiah, hingga kini sebagian peserta mengaku belum memperoleh kepastian mengenai jadwal keberangkatan maupun penempatan kerja yang dijanjikan. Sejumlah calon PMI bahkan mempertanyakan kejelasan proses penyaluran karena muncul dugaan adanya perubahan jalur penempatan, tambahan biaya, hingga belum adanya kepastian pekerjaan. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan peserta dan keluarga mereka. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, sejumlah lembaga pelatihan kerja (LPK) disebut berada dalam rangkaian proses penempatan calon PMI, yakni LPK Sachi Japan Center, LPK Yumenari Gakkou Indonesia, LPK Jo Sachi Cabang Karangawen Demak, LPKS Lodestar Nippon Indonesia, BLK-LN Sakura Berdikari Indonesia, dan LPK Samurai. Rangkaian tersebut disebut terhubung melalui LPK Sekaiichi Center Tuban, yang selanjutnya berkaitan dengan PT Ryoshin Harapan Edukasi Surabaya. Hingga kini, pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing lembaga dalam proses penempatan calon PMI masih menjadi pertanyaan para peserta. Pada Kamis, 15 Oktober 2026, sekitar 30 calon PMI dari beberapa LPK dilaporkan dipindahkan ke LPK Asia Budaya Center, Tangerang.  Menurut informasi yang diterima, perpindahan tersebut dilakukan tanpa penjelasan yang memadai kepada para peserta. Akibat perpindahan itu, para calon PMI mengaku harus menanggung tambahan biaya hidup selama berada di Jakarta dan sekitarnya. Mereka mempertanyakan alasan pemindahan, kepastian pekerjaan, serta pihak yang bertanggung jawab atas tambahan beban biaya tersebut. Di sisi lain, persoalan ini juga telah memasuki ranah hukum. Pada 8 Oktober 2026, Gilang Kurniawan melaporkan Milani Ajib ke Polres Grobogan dengan dugaan kerugian sebesar Rp38.500.000. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor Pengaduan PENGADUAN/508/X/2026/SPKT/POLRES GROBOGAN. Perlu ditegaskan bahwa laporan tersebut masih dalam tahap penanganan kepolisian. Adanya laporan bukan berarti pihak yang dilaporkan terbukti bersalah. Seluruh pihak tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat berharap seluruh lembaga yang disebut dalam informasi awal dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme penempatan, kepastian pekerjaan di Jepang, serta penggunaan dana yang telah dibayarkan para peserta. Transparansi dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada calon PMI yang telah menaruh harapan besar untuk bekerja di luar negeri. Selain itu, instansi ketenagakerjaan dan aparat penegak hukum diharapkan melakukan penelusuran terhadap dokumen, mekanisme penempatan, serta alur pengelolaan dana guna memastikan perlindungan hukum bagi para calon pekerja migran Indonesia.
*Ratusan Calon PMI Tujuan Jepang Terancam Gagal Berangkat, Dugaan Ketidakjelasan Penempatan dan Rantai LPK Jadi Sorotan* GROBOGAN — Tambunpos.com - Nasib ratusan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tujuan Jepang kini diliputi ketidakpastian. Setelah menjalani pelatihan dan mengeluarkan biaya yang disebut mencapai puluhan juta rupiah, hingga kini sebagian peserta mengaku belum memperoleh kepastian mengenai jadwal keberangkatan maupun penempatan kerja yang dijanjikan. Sejumlah calon PMI bahkan mempertanyakan kejelasan proses penyaluran karena muncul dugaan adanya perubahan jalur penempatan, tambahan biaya, hingga belum adanya kepastian pekerjaan. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan peserta dan keluarga mereka. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, sejumlah lembaga pelatihan kerja (LPK) disebut berada dalam rangkaian proses penempatan calon PMI, yakni LPK Sachi Japan Center, LPK Yumenari Gakkou Indonesia, LPK Jo Sachi Cabang Karangawen Demak, LPKS Lodestar Nippon Indonesia, BLK-LN Sakura Berdikari Indonesia, dan LPK Samurai. Rangkaian tersebut disebut terhubung melalui LPK Sekaiichi Center Tuban, yang selanjutnya berkaitan dengan PT Ryoshin Harapan Edukasi Surabaya. Hingga kini, pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing lembaga dalam proses penempatan calon PMI masih menjadi pertanyaan para peserta. Pada Kamis, 15 Oktober 2026, sekitar 30 calon PMI dari beberapa LPK dilaporkan dipindahkan ke LPK Asia Budaya Center, Tangerang. Menurut informasi yang diterima, perpindahan tersebut dilakukan tanpa penjelasan yang memadai kepada para peserta. Akibat perpindahan itu, para calon PMI mengaku harus menanggung tambahan biaya hidup selama berada di Jakarta dan sekitarnya. Mereka mempertanyakan alasan pemindahan, kepastian pekerjaan, serta pihak yang bertanggung jawab atas tambahan beban biaya tersebut. Di sisi lain, persoalan ini juga telah memasuki ranah hukum. Pada 8 Oktober 2026, Gilang Kurniawan melaporkan Milani Ajib ke Polres Grobogan dengan dugaan kerugian sebesar Rp38.500.000. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor Pengaduan PENGADUAN/508/X/2026/SPKT/POLRES GROBOGAN. Perlu ditegaskan bahwa laporan tersebut masih dalam tahap penanganan kepolisian. Adanya laporan bukan berarti pihak yang dilaporkan terbukti bersalah. Seluruh pihak tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat berharap seluruh lembaga yang disebut dalam informasi awal dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme penempatan, kepastian pekerjaan di Jepang, serta penggunaan dana yang telah dibayarkan para peserta. Transparansi dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada calon PMI yang telah menaruh harapan besar untuk bekerja di luar negeri. Selain itu, instansi ketenagakerjaan dan aparat penegak hukum diharapkan melakukan penelusuran terhadap dokumen, mekanisme penempatan, serta alur pengelolaan dana guna memastikan perlindungan hukum bagi para calon pekerja migran Indonesia.

About