@wargers: oyen jualan dulu gaes 😅 #fyp #funnyvideos #on #kucing #ai

WarGer
WarGer
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 05 June 2026 00:21:32 GMT
159051
5973
1022
3672

Music

Download

Comments

user1425284292947
user1425284292947 :
ok
2026-06-05 10:31:41
3
user37927125613061
♡ :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰 😻😻😻😻😻😻 😂😂😂😂😂😂
2026-06-05 10:42:05
4
liesratulangi28
Lies ratulangi :
hi hi hi 😊😊😊🤭
2026-06-05 09:51:33
1
yusatinah396
Yu Satinah :
semoga laris ya oyeeen
2026-06-05 03:33:56
18
humaerohhajah
humaerohhajah :
lucuuuuuuu ..😂
2026-06-05 09:24:08
1
hj.yayah60
Hj.yayah :
Masya Allah saya mobeli dong
2026-06-05 13:23:57
5
barakah624
berkah 🌺🌺🌺🌺 :
iya tunggu bang oyen saya mau beli sayur nya 🥱😂😂
2026-06-05 08:10:44
5
user2957311686896
Angel :
semoga laris ya oyen jualannya
2026-06-05 11:46:50
1
oppopontianak32
anis :
2026-06-05 09:18:41
1
jasminutomo0
Jasmin Utomo :
mau beli tongkol buat lauk oyen q ada🤣🤣🤣
2026-06-05 08:20:00
5
user2755666059280
wak selawe :
beliiii
2026-06-05 11:11:52
5
nurhayatihendril
Teh_Nunung :
Petey nya ada bang😁😁
2026-06-05 11:44:39
1
kucingpeach
kucing1234567891 :
ok aku mau jengkol turki
2026-06-05 11:29:05
1
andi.baya21
Andi Baya2 :
mntssppp
2026-06-05 14:15:51
0
omyama623
Om Yama :
halo. ourmmnnn
2026-06-05 12:42:03
0
encangelih
ENCANGELIH :
oyeen love you
2026-06-05 12:52:58
0
wartinah897
wartinah :
lengkap bgt,sayur,a dr luar negeri smua,...mau dong jengkol turki,ma wortel jaman purba.🙀
2026-06-05 01:08:00
6
makkiah48
PN Hajah Rukiah :
2026-06-05 09:50:48
2
bunga.pagi74
bunga pagi 🥰🥰 :
ok oyen
2026-06-05 10:36:46
2
buojezz2
🐊bUojEzz🇲🇨 :
beli yen...
2026-06-05 11:44:37
1
the_only023
Ibu warnic :
ok tunggu aq mau blanja😁😁😁
2026-06-05 09:33:13
1
mamah_salsa01
Mamah_salsa :
beli yen mampir' 🤣
2026-06-05 10:08:44
2
To see more videos from user @wargers, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Misteri kebakaran spontan yang berulang kali terjadi di rumah Mutfiana (Fia), warga Dusun Kasuran Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, mulai menemukan titik terang.  Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan lonjakan gas hidrogen (H₂) yang diduga menjadi pemicu munculnya api secara tiba-tiba. Hingga Senin (1/6/2026), kebakaran telah terjadi sebanyak 73 kali dalam kurun 10 hari terakhir. Api muncul di berbagai titik rumah dan membakar pakaian, kardus, hingga perabotan milik keluarga Fia. Guru Besar Ilmu Vulkanologi Fakultas Teknik UGM, Agung Harijoko, menjelaskan gas hidrogen merupakan gas yang sangat mudah terbakar.  Ketika terakumulasi pada benda-benda berpori seperti kain, pakaian, kardus, atau sofa, gas tersebut dapat memicu kebakaran saat bereaksi dengan oksigen.
Misteri kebakaran spontan yang berulang kali terjadi di rumah Mutfiana (Fia), warga Dusun Kasuran Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, mulai menemukan titik terang. Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan lonjakan gas hidrogen (H₂) yang diduga menjadi pemicu munculnya api secara tiba-tiba. Hingga Senin (1/6/2026), kebakaran telah terjadi sebanyak 73 kali dalam kurun 10 hari terakhir. Api muncul di berbagai titik rumah dan membakar pakaian, kardus, hingga perabotan milik keluarga Fia. Guru Besar Ilmu Vulkanologi Fakultas Teknik UGM, Agung Harijoko, menjelaskan gas hidrogen merupakan gas yang sangat mudah terbakar. Ketika terakumulasi pada benda-benda berpori seperti kain, pakaian, kardus, atau sofa, gas tersebut dapat memicu kebakaran saat bereaksi dengan oksigen. "Gas hidrogen bisa memicu api secara spontan jika kondisinya terpenuhi. Ketika konsentrasinya melonjak dan bereaksi dengan oksigen, material akan mengeluarkan asap lalu terbakar," kata Agung saat melakukan observasi di lokasi. Kebakaran terbaru atau insiden ke-73 terjadi pada Senin sekitar pukul 12.19 WIB. Sebuah baju yang tergantung di kamar kosong tiba-tiba terbakar. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah tim UGM melakukan pengukuran udara di ruangan yang sama. Dari hasil pengukuran, tim menemukan peningkatan suhu ruangan yang sejalan dengan lonjakan kadar gas hidrogen. Sejak pertama kali terjadi pada 23 Mei lalu, kebakaran muncul antara tujuh hingga sembilan kali setiap hari. Api tercatat muncul di 65 titik berbeda, sebagian besar berada di area terbuka. Tim gabungan Teknik Kimia dan Geologi UGM menduga gas berasal dari proses pembusukan bahan organik di bawah tanah. Dugaan tersebut menguat karena kawasan permukiman itu merupakan bekas lahan rawa. Sementara itu, Fia mengaku lebih tenang setelah fenomena yang dialaminya mulai mendapat penjelasan ilmiah. "Kami merasa lebih tenang karena sekarang bisa dipelajari secara ilmiah dan tidak dikaitkan dengan hal mistis. Tapi kami tetap waspada dan masih menunggu hasil laboratorium final," ujarnya. Kontributor #infojogjaterkini : zck

About