nyla :
semenjak kenal yang namanya SPMB, hidup saya rasanya sudah tidak pernah benar-benar tenang. Dulu hidup terasa sederhana dan santai. Saat makan, saya bisa menikmati makanan sambil menonton YouTube tanpa memikirkan apa pun. Saat mau tidur, saya cukup memejamkan mata lalu tertidur dengan tenang. Bangun pagi pun rasanya biasa saja, tidak ada rasa cemas yang menunggu. Namun semua itu berubah sejak SPMB datang.
Sekarang setiap kali membuka ponsel, yang pertama saya cari bukan lagi hiburan, melainkan informasi tentang SPMB. Saat makan, mata saya lebih sering tertuju pada laman SPMB daripada pada makanan di depan saya. Saat hendak tidur, pikiran saya dipenuhi berbagai pertanyaan yang tidak ada habisnya. "Bagaimana kalau tidak lolos?" "Bagaimana kalau nilai saya kurang?" "Bagaimana kalau sekolah tujuan saya tidak menerima saya?" Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepala seperti kaset rusak yang tidak bisa dihentikan.
Bahkan ketika sedang melakukan hal lain, pikiran saya tetap kembali ke SPMB. Sedang belajar, kepikiran SPMB. Sedang bermain, kepikiran SPMB. Sedang mengobrol dengan teman, ujung-ujungnya membahas SPMB. Rasanya hidup saya sekarang dibagi menjadi dua masa: sebelum mengenal SPMB dan sesudah mengenal SPMB. Sebelum SPMB, saya masih bisa menikmati hari dengan tenang. Sesudah SPMB, ketenangan itu seolah menghilang tanpa jejak.
Kadang saya bertanya-tanya, ke mana perginya kehidupan yang damai itu? Kehidupan ketika saya bisa tertawa tanpa memikirkan pengumuman, bisa tidur tanpa menghitung peluang diterima, dan bisa menjalani hari tanpa terus-menerus memantau informasi terbaru. Mengapa ketenangan itu harus direnggut oleh sesuatu yang hanya berupa proses pendaftaran sekolah? Mengapa beberapa huruf yang disusun menjadi kata "SPMB" bisa memiliki kekuatan sebesar itu untuk membuat seseorang cemas setiap hari?
Saya rindu masa-masa ketika notifikasi di ponsel tidak membuat jantung berdebar. Saya rindu saat makan sambil menonton video favorit tanpa tergoda membuka laman SPMB setiap lima menit sekali. Saya rindu saat malam hari hanya diisi rasa kantuk, bukan rasa khawatir. Rasanya seperti SPMB telah mengambil alih sebagian besar ruang di kepala saya.
2026-06-07 06:47:11