:
Sekarang aku sampai pada satu fase di mana aku sudah tidak lagi sibuk mencari alasan mengapa semuanya terjadi. tidak lagi mempersoalkan kenapa usahaku tidak membawa ke apa yang aku harapkan. Aku hanya memilih untuk duduk diam dan menjelaskan kepada diri sendiri bahwa memang inilah kenyataannya. bahwa tidak semua yang diperjuangkan akan menjadi milik kita, dan tidak semua yang diusahakan dengan setulus hati akan berakhir seperti yang kita impikan.
Pada mulanya, aku menolak untuk menerima. Aku berusaha lebih keras, berharap masih ada ruang untuk mengubah keadaan. Aku memaksa diri untuk percaya jika aku mencoba sedikit lagi, bertahan sedikit lagi, mungkin hasilnya akan berbeda. Namun akhirnya aku sadar, ada perkara yang tidak bisa diubah walaupun dengan seluruh tenaga, waktu, dan pengorbanan yang kita miliki.
Bukan kerana gagal, tapi karna terpaksa menerima bahwa segala usaha yang telah dilakukan seakan tidak membawa apa-apa. Terpaksa menerima bahwa tidak semua pengorbanan itu dihargai, tidak semua ketulusan di hargai, dan tidak semua harapan ditakdirkan untuk menjadi kenyataan.
Semakin melawan kenyataan, semakin aku menyakiti diri sendiri. Perlahan aku belajar untuk menerima. Bukan karna aku sudah tidak peduli, bukan karna aku sudah melupakan semuanya, tapi aku tidak mau terus hidup dalam penyesalan yang tidak ada ujungnya. Aku belajar bahwa menerima bukan berarti mengalah. Menerima adalah keberanian untuk mengakui semuanya memang bukan untuk kita.
Hari ini, aku memilih untuk berdamai dengan apa yang telah terjadi. Aku memilih untuk berhenti menyalahkan diri sendiri atas perkara yang sudah aku usahakan dengan semampuku. karna aku tau, aku pernah berjuang sebaik mungkin, aku pernah mencoba dengan setulus hati. Dan akhirnya hasilnya tetap tidak seperti yang diharapkan, bukan karna aku kurang berusaha, tetapi karna takdir memang sedang membawa aku ke arah yang berbeda. Mungkin hari ini aku masih merasa kehilangan.
2026-06-25 11:55:20