@enkes_interlink: InterLink aims to support thousands of dApps and tokenized businesses, evolving beyond a payment network into a decentralized ecosystem for real-world commerce, digital assets, business ownership, and innovation powered by the global community #InterLink #ITLG #ITL

ENKES INTERLINK LABS
ENKES INTERLINK LABS
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 05 June 2026 15:58:37 GMT
336
4
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @enkes_interlink, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov PART 5 Koridor rumah sakit terasa semakin sempit. Setelah mendengar penjelasan dokter, potongan kejadian itu akhirnya tersusun. Dan sejak tadi satu pikiran terus menghantuimu. Kalau saja... Kalau saja Jay berangkat sedikit lebih lambat. Kalau saja Jay tidak mengirim pesan itu. Kalau saja...
#pov PART 5 Koridor rumah sakit terasa semakin sempit. Setelah mendengar penjelasan dokter, potongan kejadian itu akhirnya tersusun. Dan sejak tadi satu pikiran terus menghantuimu. Kalau saja... Kalau saja Jay berangkat sedikit lebih lambat. Kalau saja Jay tidak mengirim pesan itu. Kalau saja... "Pasien meminta bertemu Y/N." Kalimat perawat masih menggema di kepalamu. Di belakangmu, Ara masih berdiri. Keluarga Jay juga. Tatapan mereka penuh pertanyaan. Namun saat ini kamu tidak sanggup memikirkan apa pun selain satu hal. Jay hidup. Jay sadar. Dan kamu harus melihatnya sendiri. Kamu melangkah menuju ruang rawat. Pintu perlahan terbuka. Lalu untuk sesaat dunia terasa berhenti. Jay berbaring di atas ranjang rumah sakit. Wajahnya jauh lebih pucat dari biasanya. Kepalanya diperban. Tangan kirinya tergips. Beberapa luka dan memar masih terlihat di bagian wajah serta lehernya. Monitor jantung di samping tempat tidur berbunyi pelan. Menjadi bukti bahwa ia masih bertahan. Masih di sini. Begitu melihatmu masuk... Jay tersenyum. Senyum kecil. Lemah. Namun tetap senyum yang sama yang dulu selalu membuatmu kehilangan kata-kata. Dan saat itulah pertahananmu runtuh. Air mata yang sempat berhenti kembali mengalir. Lebih deras. Lebih menyakitkan. Karena baru sekarang kamu benar-benar melihat seberapa dekat kamu hampir kehilangan dia. "Hei..." Suara Jay serak. Nyaris berbisik. "Aku masih hidup." Kalimat itu justru membuatmu semakin menangis. Kamu berjalan mendekat. Langkahmu terasa berat. Pandanganmu kabur karena air mata. "Jangan ngomong." Katamu terbata-bata. "Jangan ngomong dulu." Jay hanya memperhatikanmu. Matanya terlihat lelah. Namun untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ada ketenangan di sana. Seolah fakta bahwa kamu berada di ruangan ini sudah cukup baginya. Saat sampai di samping ranjang, kamu tidak mampu menahan diri lagi. Kamu membungkuk. Memeluknya hati-hati. Sangat hati-hati. Takut menyentuh luka-lukanya. Takut membuatnya kesakitan. Namun Jay tetap membalas pelukan itu dengan tangan kanannya yang masih bisa bergerak. Perlahan. Lemah. Namun cukup untuk membuatmu kembali menangis. Beberapa detik. Mungkin beberapa menit. Tidak ada yang bicara. Hanya dua orang yang selama bertahun-tahun berusaha meyakinkan diri bahwa semuanya sudah selesai. Padahal tidak pernah benar-benar selesai. Saat akhirnya kamu sedikit menjauh, Jay masih menatapmu. Lama. Sangat lama. "Jangan bikin aku takut kayak gini lagi." Suaramu pecah. "Kamu tahu nggak gimana paniknya aku?" Jay tertawa pelan. Lalu meringis karena rasa sakit. "Maaf." "Kamu hampir mati." "Aku tahu." "Kamu hampir mati, Jay." ulangmu lagi. Seolah dengan mengatakannya berulang kali kamu bisa melampiaskan semua ketakutan yang tadi menghancurkanmu. Jay terdiam. Lalu perlahan menatap langit-langit ruangan. "Waktu mobil itu ditabrak..." katanya pelan. "...aku pikir itu akhir." Dadamu kembali sesak. "Dan tahu hal pertama yang aku pikirkan?" Kamu menggeleng. Jay kembali menatapmu. Mata yang selama ini selalu berhasil membaca isi hatimu. "Aku belum sempat bilang semua yang ingin aku sampaikan ke kamu." Air matamu jatuh lagi. "Jay..." "Aku serius." Suara pria itu sangat pelan. "Saat itu aku nggak mikir soal perusahaan." "Mikir soal keluarga juga nggak." "Aku cuma mikir..." Ia berhenti sebentar. Menarik napas perlahan. "...aku belum sempat memperbaiki semuanya sama kamu." Ruangan kembali sunyi. Namun kali ini keheningan itu terpotong oleh suara pintu yang perlahan terbuka. Kamu menoleh. Dan jantungmu langsung terasa jatuh. Di ambang pintu berdiri Ara. Masih mengenakan gaun pengantin. Masih dengan riasan yang mulai luntur. Masih dengan mata yang sembab karena menangis. Dan untuk pertama kalinya... Ia melihat semuanya. Melihat kamu duduk di sisi ranjang Jay. Melihat tangan kalian yang masih saling menggenggam. Melihat cara Jay menatapmu. +SALURAN (LINK DM) #jay #enhypen #enhypenpov #enhypenau

About