@esterabate0:

Ester Abate
Ester Abate
Open In TikTok:
Region: IT
Friday 05 June 2026 16:57:29 GMT
21058
1260
49
24

Music

Download

Comments

user103854363827
Gianluca Brancaccio :
siete troppo simpatici ♥️
2026-06-30 20:42:15
0
rosaria10321
bionda1 :
nooooo😂😂😂😂❤️❤️
2026-06-14 10:25:54
0
nonna.anna50
nonna Anna 🐻 :
2026-06-06 17:48:09
1
angeladipinto6995
angela :
e bellissimo 😅😅😅
2026-06-16 15:18:55
0
rosariamoio329
rosariamoio329 :
😂😂😂
2026-06-06 22:50:29
0
antonioippolito91
antonioippolito91 :
ciasonoantonionapolitantisaluti
2026-06-11 09:55:34
0
domenico.rese.445
Domenico rese :
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 e bellissimo
2026-06-19 13:44:33
0
user62404315916
user62404315916 :
buon sabato a voi troppo forte 🥰🥰un abbraccio da Portici
2026-06-06 13:55:21
0
giuseppina029
GIUSEPPINA :
lui è stato sempre così da giovane ,
2026-06-06 11:31:03
0
graziellabrancacc
graziellabrancacc :
bellissimi
2026-06-11 21:56:22
0
us3r10110_
user :
lo amo mamma mijjjjjjj😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
2026-06-07 13:34:31
0
....sofia1
sofy :
2026-06-05 17:01:05
0
margheritaviolan2
Margherita Violan289 :
e bello vicenzo
2026-06-05 17:07:59
0
rosariamazziotti
rosariamazziotti :
commm è belll🤣🤣🤣🤣🤣 sto nervosa me lo fa passare sto signore🤣🤣🤣🤣🤣
2026-06-06 09:51:26
0
angela65605
Angela :
2026-06-05 20:26:29
0
annakecca
Anna :
troppo bello
2026-06-05 20:48:30
0
annagargiulo203
Anna Gargiulo203 :
Forte 😂😂❤️
2026-07-08 14:12:09
0
sandrasestili
sandra :
è un giovinotto🤣
2026-06-06 13:11:21
0
rosaria.cappello
Rosy :
❤️❤️
2026-06-23 23:02:39
0
rosaroa349
Maria Rosaria :
😂😂😂😂😂
2026-06-19 13:55:06
0
francescopresi1
fra' :
😂😂😂
2026-06-18 19:08:30
0
leocastriotti
user7762844771274 :
😂😂😂😂😂🤣😅😎
2026-06-15 16:25:28
0
pellicceriaraia918
Giuseppe Raia :
🤣🤣🤣🤣🤣
2026-06-05 17:00:40
0
To see more videos from user @esterabate0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aliran Sufi Diingkari Imam Syâfi’i Rahimahullah ALIRAN SUFI DIINGKARI IMAM SYAFI’I RAHIMAHULLAH Nama besar Imam Syâf’i rahimahullah sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Ketokohan beliau sudah tidak diperselisihkan umat Islam. Hanya saja, umat sepertinya lebih mengenal beliau sebagai pakar hukum Islam dan peletak dasar Ilmu Ushul Fiqih, sementara aspek kehidupannya yang lain, – bahkan yang lebih penting – belum banyak terekspos di tengah khalayak. Sisi aqidah  Imam Syâfi’i – yang berpijak pada aqidah Salafus Shaleh, aqidah para Sahabat Radhiyallahu anhum yang belajar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung – belum banyak diulas, termasuk juga dalam hal ini, pemaparan celaan dan bantahan beliau rahimahullah terhadap beberapa aliran  –menyimpang-  yang menunjukkan jauhnya aliran tersebut dari jalan yang lurus. Sebenarnya komentar miring beliau rahimahullah terhadap pemikiran dan golongan itu  jelas akan mengguratkan makna yang lebih mendalam dan membekaskan pelajaran penting bagi para pengikut madzhab. Dengan demikian, umat akan menjauhi aliran-aliran yang telah diingkari imam mereka. Dikhawatirkan, jangan-jangan ada sebagian orang yang mengikuti madzhab salah satu dari mereka justru berideologi atau membela pemikiran aliran-aliran yang diingkari dan dibantah  Imam Syâfi’i rahimahullah. Dan kenyataannya, ada ungkapan berbunyi, “Aku bermadzhab Syâfi’ i dalam fiqih, asy’ari dalam aqidah, sufi dalam akhlak”. (?!). Berikut ini beberapa bantahan, komentar miring dan bantahan Imam Syâfi’i rahimahullah  terhadap beberapa aliran yang  ada di masa itu. Imam Syâfi’i  rahimahullah Mencela Sufi Aliran Sufi, penyebarannya begitu meluas di banyak negeri Muslim. Tidak diketahui secara pasti siapa yang mulai menggagasnya pertama kali. Yang jelas, dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah : ““Nama Sufi belum ada pada tiga kurun pertama (umat Islam). Istilah itu baru muncul setelah itu”. [1] Awalnya, penampilan zuhud dominan pada para pengikut Sufi. Pembersihan jiwa dan hati serta menjauhkan diri dari dunia menjadi tujuan mereka. Namun dalam perjalanannya, muncul penyelewengan dan penyimpangan dalam aqidah dan aspek lainnya, seperti diyakininya aqidah wihdatul wujûd, bermunculannya tarekat-tarekat Sufi dengan  ragam wirid dan tata cara ibadahnya melekat pada aliran Sufi. Aliran ini mulai menunjukkan hakekatnya pada abad ketiga hijriyah. Dan yang ‘menarik’, tokoh-tokoh pembesar Sufi pada abad ketiga dan keempat semuanya berasal dari Persia, tidak ada satu pun yang berasal dari suku Arab. Sikap umat Islam terhadap Sufi dan ajarannya terbagi menjadi dua pihak, mendukung Tasawuf dan mengamalkan ajarannya. Yang kedua, menolak ajaran tersebut dan menjauhinya serta memperingatkan umat darinya. Bagaimana sikap seorang Muslim terhadap ajaran Tasawuf ini?. Baca Juga  Fatawa Ulama Ahlus Sunnah Tentang Hukum Nyanyian Sufi dan Nasyid Islami Timbangan seorang Muslim untuk menganalisa dan menilai sesuatu adalam Kitâbullâh dan Sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bila dicermati, fenomena yang telah disebut di muka, keyakinan aqidah wihdatul wujud yang diyakini pembesar Sufi seperti Ibnu Arabi, banyaknya tarekat yang masing-masing ternyata memiliki ajaran-ajaran khusus yang berbeda dari tarekat lainnya sesuai dengan apa yang diajarkan Syaikh tarekat, sudah cukup menjadi bukti bahwa golongan ini tidak berada di atas jalan yang lurus. Apalagi bila ditambah dengan kebiasaan bertawasul kepada orang mati, dan mengadakan acara dan ibadah yang sama sekali tidak pernah diperintahkan oleh Nabi umat Islam, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka tak mengherankan bila seorang Imam Syâfi’i rahimahullah mencela dan membantah aliran ini. Pandangan Imam Syâfi’i rahimahullah dan celaan beliau terhadap aliran ini dan para pengikutnya telah tercatat rapi dalam kitab-kitab yang menulis biografi beliau. Yang menarik, Imam Syâfi’i rahimahullah  pernah melontarkan pernyataan ketika beliau memasuki negeri Mesir yang berbunyi : خَلَفْتُ بِالْعِ
Aliran Sufi Diingkari Imam Syâfi’i Rahimahullah ALIRAN SUFI DIINGKARI IMAM SYAFI’I RAHIMAHULLAH Nama besar Imam Syâf’i rahimahullah sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Ketokohan beliau sudah tidak diperselisihkan umat Islam. Hanya saja, umat sepertinya lebih mengenal beliau sebagai pakar hukum Islam dan peletak dasar Ilmu Ushul Fiqih, sementara aspek kehidupannya yang lain, – bahkan yang lebih penting – belum banyak terekspos di tengah khalayak. Sisi aqidah Imam Syâfi’i – yang berpijak pada aqidah Salafus Shaleh, aqidah para Sahabat Radhiyallahu anhum yang belajar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung – belum banyak diulas, termasuk juga dalam hal ini, pemaparan celaan dan bantahan beliau rahimahullah terhadap beberapa aliran –menyimpang- yang menunjukkan jauhnya aliran tersebut dari jalan yang lurus. Sebenarnya komentar miring beliau rahimahullah terhadap pemikiran dan golongan itu jelas akan mengguratkan makna yang lebih mendalam dan membekaskan pelajaran penting bagi para pengikut madzhab. Dengan demikian, umat akan menjauhi aliran-aliran yang telah diingkari imam mereka. Dikhawatirkan, jangan-jangan ada sebagian orang yang mengikuti madzhab salah satu dari mereka justru berideologi atau membela pemikiran aliran-aliran yang diingkari dan dibantah Imam Syâfi’i rahimahullah. Dan kenyataannya, ada ungkapan berbunyi, “Aku bermadzhab Syâfi’ i dalam fiqih, asy’ari dalam aqidah, sufi dalam akhlak”. (?!). Berikut ini beberapa bantahan, komentar miring dan bantahan Imam Syâfi’i rahimahullah terhadap beberapa aliran yang ada di masa itu. Imam Syâfi’i rahimahullah Mencela Sufi Aliran Sufi, penyebarannya begitu meluas di banyak negeri Muslim. Tidak diketahui secara pasti siapa yang mulai menggagasnya pertama kali. Yang jelas, dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah : ““Nama Sufi belum ada pada tiga kurun pertama (umat Islam). Istilah itu baru muncul setelah itu”. [1] Awalnya, penampilan zuhud dominan pada para pengikut Sufi. Pembersihan jiwa dan hati serta menjauhkan diri dari dunia menjadi tujuan mereka. Namun dalam perjalanannya, muncul penyelewengan dan penyimpangan dalam aqidah dan aspek lainnya, seperti diyakininya aqidah wihdatul wujûd, bermunculannya tarekat-tarekat Sufi dengan ragam wirid dan tata cara ibadahnya melekat pada aliran Sufi. Aliran ini mulai menunjukkan hakekatnya pada abad ketiga hijriyah. Dan yang ‘menarik’, tokoh-tokoh pembesar Sufi pada abad ketiga dan keempat semuanya berasal dari Persia, tidak ada satu pun yang berasal dari suku Arab. Sikap umat Islam terhadap Sufi dan ajarannya terbagi menjadi dua pihak, mendukung Tasawuf dan mengamalkan ajarannya. Yang kedua, menolak ajaran tersebut dan menjauhinya serta memperingatkan umat darinya. Bagaimana sikap seorang Muslim terhadap ajaran Tasawuf ini?. Baca Juga Fatawa Ulama Ahlus Sunnah Tentang Hukum Nyanyian Sufi dan Nasyid Islami Timbangan seorang Muslim untuk menganalisa dan menilai sesuatu adalam Kitâbullâh dan Sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bila dicermati, fenomena yang telah disebut di muka, keyakinan aqidah wihdatul wujud yang diyakini pembesar Sufi seperti Ibnu Arabi, banyaknya tarekat yang masing-masing ternyata memiliki ajaran-ajaran khusus yang berbeda dari tarekat lainnya sesuai dengan apa yang diajarkan Syaikh tarekat, sudah cukup menjadi bukti bahwa golongan ini tidak berada di atas jalan yang lurus. Apalagi bila ditambah dengan kebiasaan bertawasul kepada orang mati, dan mengadakan acara dan ibadah yang sama sekali tidak pernah diperintahkan oleh Nabi umat Islam, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka tak mengherankan bila seorang Imam Syâfi’i rahimahullah mencela dan membantah aliran ini. Pandangan Imam Syâfi’i rahimahullah dan celaan beliau terhadap aliran ini dan para pengikutnya telah tercatat rapi dalam kitab-kitab yang menulis biografi beliau. Yang menarik, Imam Syâfi’i rahimahullah pernah melontarkan pernyataan ketika beliau memasuki negeri Mesir yang berbunyi : خَلَفْتُ بِالْعِ

About