@salihaajaa: kanns nicht glauben stay tuned jellycat hat mir geschrieben😭😋 es war so unangenehm sperrt mjch ein @Jellycat @Breuninger #jellycat #düsseldorf #breuninger #jellycatcollection #pr

Saliha
Saliha
Open In TikTok:
Region: DE
Friday 05 June 2026 17:58:05 GMT
1101696
86249
248
618

Music

Download

Comments

celine.jjc
Celine🤍 :
Wie unprofessionell sind die aber
2026-06-05 23:22:03
18069
rappermanyoongi
rappermanyoongi :
Puh, wie unfreundlich. "Das haben Sie reserviert oder was".
2026-06-06 16:36:38
9483
guelcan_25
Gülcan :
Wie unfreundlich sind die bitte 😳
2026-06-06 10:03:23
12166
lishicatrin
lishicatrin :
Hä wie unfreundlich omg
2026-06-06 17:05:20
5736
_hevi_47
🩰𝓮𝓿𝓲 :
„Und das haben sie reserviert oder was?“ hat die überhaupt zugehört ??
2026-06-06 16:13:52
15047
_hisgirl_0
Velvetcat_ :
Breuninger immer unfreundlich btw
2026-06-06 16:04:11
3145
kitk4t83
Kitk4t :
Eigentlich müsste man die bei Google bewerten … echt unfreundlich
2026-06-06 08:21:13
8143
user1231237835
user1231237835 :
Zum Glück hast du das mit gefilmt
2026-06-06 21:33:36
2078
vanessabelouadi
Belou | UGC & Boymum 🤎 :
Wow wie „freundlich“ vorfallen die Dame
2026-06-06 07:02:45
2831
diana.ahmed23
❀ ديـــانـــا أحــــمــــد ❀ :
Die Art wie die Mitarbeiter reden ist crazy
2026-06-11 17:04:06
2193
00theserpent
JJ :
Average Breuninger experience. Würde da viel öfter hingehen wenn die Verkäufer sich nicht immer so anstellen würden 😂
2026-06-06 09:32:05
2437
feelfreecat
Pittilokilove :
Boah wie unfreundlich an der Kasse , ist ja geschäftsschädigend !
2026-06-07 18:16:35
1363
lamiiii20
Lamii20 :
was ist jelly cat😂
2026-06-08 14:39:32
26
the_spiritual_vixen
Foxxy💋 :
Ich bin schockiert über deren Unfreundlichkeit 🫣
2026-06-09 09:40:44
883
minaaaaa184
Mina :
Der eine Mitarbeiter sagt: „Haben wir nicht immer da“, und die Kassiererin antwortet nur: „Keine Ahnung.“ Das ist ja ein Widerspruch in sich. Wie kann man Kunden so unfreundlich antworten?
2026-06-09 20:47:17
623
kim.vhe
𝓚𝓲𝓶 🤍 :
Direkt schlechte Bewertung!
2026-06-09 13:10:17
441
keineguvie
Guvie :
Was für ein unprofessioneller Laden!
2026-06-08 14:40:00
358
takeitlisii
takeitlisii :
Super unfreundlich 🥺
2026-06-07 20:15:33
380
cunii35
CUNII :
Oha wie gemein
2026-06-06 10:33:16
775
susu110188
susu1101 :
Crazy, wie unfreundlich 🤦🏻‍♀️tut deren Laden auch nicht gut
2026-06-08 09:06:54
487
qwertz.de
X :
Junge wie unfreundlich war die denn bitte
2026-06-06 16:49:17
870
beduuuulllllsss
beduuuulllllsss :
Boah wie unfreundlich sind die denn bitte?!?
2026-06-07 20:26:36
164
reneeschko
Renéschko :
Breuninger immer unfreundlich af
2026-06-08 09:41:38
507
lkjhgfdaqwertzu1234
Anisa :
Ich würd da nie wieder hin !!!
2026-06-10 18:14:07
63
To see more videos from user @salihaajaa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di Bawah Langit yang Sama: Dua Tangis, Satu Ketidakadilan ​Dunia seakan kehilangan suaranya. Di sudut sunyi sebuah rumah sederhana, seorang gadis kecil menatap kosong ke arah pintu yang tak akan pernah lagi terbuka oleh ketukan tangan ayahnya. ​Ayahnya, seorang pahlawan tanpa jubah, adalah seorang penjaga keamanan di Waduk Jatipulit. Setiap malam, menembus dinginnya angin dan menusuknya hujan, ia menantang maut demi satu tujuan suci: membawa pulang sesuap nasi yang benar-benar HALAL untuk keluarganya. Namun takdir berkata lain, sang ayah gugur, menghembuskan napas terakhirnya tepat saat sedang menjalankan tugas mulianya. ​Lalu, apa yang didapatkan oleh gadis kecil yang kini mendadak yatim ini? Hanya keheningan yang menyayat hati. Tidak ada sorot lampu kamera. Tidak ada rombongan pejabat yang berdesakan ingin berfoto. Tidak ada gelombang donasi. Anak sekecil itu dibiarkan memeluk dukanya sendirian, menatap masa depan yang mendadak gelap gulita, terabaikan oleh dunia yang terlalu sibuk. ​Namun, mari kita tolehkan wajah pada sebuah ironi yang meremukkan dada di sisi lain negeri ini. Seorang ayah meregang nyawa akibat amukan massa setelah tertangkap tangan mencuri di Baldi. Apa yang terjadi selanjutnya? Linimasa media sosial meledak! Berita menyebar bagai api di musim kemarau. Tokoh-tokoh publik berdatangan dengan wajah iba, para pemengaruh (influencer) berlomba-lomba membuka keran donasi. Kebutuhan keluarganya tumpah ruah, masa depannya dijamin hingga bertahun-tahun lamanya. ​Hati siapa yang tak hancur melihat realita yang terbalik ini? Apakah nurani kita sudah begitu tumpul, hingga lebih mudah tergerak oleh sensasi yang bising daripada pengorbanan yang hening? Mengapa keringat kejujuran dari seorang ayah yang berjuang di jalan yang lurus justru tenggelam oleh pusaran simpati yang salah tempat? ​Gadis kecil anak Pak Satpam itu tidak mengemis air mata kita. Ia hanya menuntut satu hal yang paling mendasar: Keadilan dan Pengakuan. ​Jangan biarkan generasi anak cucu kita tumbuh besar dengan bisikan mematikan ini:
Di Bawah Langit yang Sama: Dua Tangis, Satu Ketidakadilan ​Dunia seakan kehilangan suaranya. Di sudut sunyi sebuah rumah sederhana, seorang gadis kecil menatap kosong ke arah pintu yang tak akan pernah lagi terbuka oleh ketukan tangan ayahnya. ​Ayahnya, seorang pahlawan tanpa jubah, adalah seorang penjaga keamanan di Waduk Jatipulit. Setiap malam, menembus dinginnya angin dan menusuknya hujan, ia menantang maut demi satu tujuan suci: membawa pulang sesuap nasi yang benar-benar HALAL untuk keluarganya. Namun takdir berkata lain, sang ayah gugur, menghembuskan napas terakhirnya tepat saat sedang menjalankan tugas mulianya. ​Lalu, apa yang didapatkan oleh gadis kecil yang kini mendadak yatim ini? Hanya keheningan yang menyayat hati. Tidak ada sorot lampu kamera. Tidak ada rombongan pejabat yang berdesakan ingin berfoto. Tidak ada gelombang donasi. Anak sekecil itu dibiarkan memeluk dukanya sendirian, menatap masa depan yang mendadak gelap gulita, terabaikan oleh dunia yang terlalu sibuk. ​Namun, mari kita tolehkan wajah pada sebuah ironi yang meremukkan dada di sisi lain negeri ini. Seorang ayah meregang nyawa akibat amukan massa setelah tertangkap tangan mencuri di Baldi. Apa yang terjadi selanjutnya? Linimasa media sosial meledak! Berita menyebar bagai api di musim kemarau. Tokoh-tokoh publik berdatangan dengan wajah iba, para pemengaruh (influencer) berlomba-lomba membuka keran donasi. Kebutuhan keluarganya tumpah ruah, masa depannya dijamin hingga bertahun-tahun lamanya. ​Hati siapa yang tak hancur melihat realita yang terbalik ini? Apakah nurani kita sudah begitu tumpul, hingga lebih mudah tergerak oleh sensasi yang bising daripada pengorbanan yang hening? Mengapa keringat kejujuran dari seorang ayah yang berjuang di jalan yang lurus justru tenggelam oleh pusaran simpati yang salah tempat? ​Gadis kecil anak Pak Satpam itu tidak mengemis air mata kita. Ia hanya menuntut satu hal yang paling mendasar: Keadilan dan Pengakuan. ​Jangan biarkan generasi anak cucu kita tumbuh besar dengan bisikan mematikan ini: "Untuk apa hidup jujur dan bekerja keras, jika mereka yang berbuat salah justru yang diangkat bagai pahlawan?" ​Mari kita patahkan logika yang salah ini. Mari kita buktikan bahwa kebaikan, kejujuran, dan rezeki yang halal masih memiliki tempat paling terhormat di hati kita. Buka mata, buka nurani. Jangan biarkan tangis anak yatim pahlawan keluarga ini tenggelam dalam keheningan malam! 🤲🏻😭 ​#KeadilanUntukAnakSatpam #RezekiHalal #WadukJatipulit #BukaMataBukaHati #SuaraKebenaran

About