@ultramandpencot: bunga kertas merah berduri - @Romi & The Jahats #bungakertasmerahberduri #romithejahats #rtj #punkrock #fypシ

RID
RID
Open In TikTok:
Region: ID
Friday 05 June 2026 19:36:56 GMT
56911
5413
5
311

Music

Download

Comments

garzrtzy
garr Gallagher :
2026-06-06 19:27:57
1
ibu_des
ibu_kades :
2026-06-07 16:03:10
0
rafidanakstal
PNG⚡ :
2026-06-07 03:15:20
0
perrdi91
𝙇𝙀𝙍𝙍 - :
2026-06-06 21:00:14
0
To see more videos from user @ultramandpencot, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

15 Tahun Jalan Rusak Dibiarkan, Warga Lohia Blokade Akses: Pemda Muna Berkilah
15 Tahun Jalan Rusak Dibiarkan, Warga Lohia Blokade Akses: Pemda Muna Berkilah "Efisiensi" dan Cuma Janjikan 240 Meter Aspal. ​MUNA - Kesabaran warga Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, tampaknya sudah habis. Setelah 15 tahun hidup dengan infrastruktur jalan yang memprihatinkan, massa yang terdiri dari warga dan mahasiswa menggelar aksi protes dan memblokade jalan di Desa Mantobua dan perbatasan Desa Korihi. Aksi yang telah berlangsung selama lima hari ini menjadi simbol kekecewaan mendalam terhadap kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna yang dinilai lamban dan terkesan melakukan pembiaran. (Sabtu, 30/05/2026) ​Ketegangan sempat mewarnai jalannya aksi ketika massa menuntut kehadiran langsung Bupati Muna. Namun, sang bupati absen dengan alasan sedang berdinas ke luar daerah (Kendari), dan akhirnya diwakili oleh Wakil Bupati Muna beserta jajarannya. ​Koordinator Massa Aksi secara lantang mengkritik lambannya respons pemerintah. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa polemik jalan rusak ini bukanlah masalah baru dan menuding adanya pembiaran dari pihak pemerintah terhadap pemblokadean jalan yang terpaksa dilakukan warga sebagai bentuk protes. ​"Gerakan ini adalah gerakan yang betul-betul murni dan konsisten berdasarkan hati nurani. Kami mempertanyakan terkesan ada pembiaran aksi pemblokadean jalan di Kecamatan Lohia tepatnya di Desa Mantobua dan perbatasan Desa Korihi," tegas Koordinator Aksi di hadapan jajaran Pemda. ​Kekecewaan massa semakin memuncak karena Bupati Muna tidak berani menemui massa secara langsung di tengah krisis yang sudah memanas selama lima hari tersebut. ​Menanggapi rentetan kritik tajam dari warga, Wakil Bupati Muna yang hadir didampingi sejumlah Kepala Dinas, Camat, dan aparat keamanan, membantah bahwa pemerintah melakukan pembiaran. Dalam penjelasannya, ia mengakui bahwa jalan tersebut sudah 15 tahun tidak dikerjakan dan sangat memprihatinkan. ​Namun, alasan yang dilontarkan Pemda terkait mandeknya perbaikan jalan pada tahun sebelumnya terdengar klise. Wakil Bupati berdalih bahwa pengaspalan sebenarnya sudah dianggarkan pada tahun 2023 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), tetapi batal dieksekusi karena alasan "efisiensi" anggaran. ​Sebagai gantinya, Pemda Muna kini menebar sederet janji baru kepada warga yang sudah muak dengan kondisi jalan berdebu dan berlubang. Ironisnya, untuk penanganan jangka pendek menggunakan APBD Kabupaten, Pemda hanya mampu menjanjikan pengaspalan sepanjang 240 meter yang diklaim akan dimulai dalam 1-2 minggu ke depan. ​Berikut adalah rincian janji perbaikan infrastruktur yang dipaparkan oleh Pemda Muna kepada massa aksi: • APBD Kabupaten Muna : Pengaspalan jalan sepanjang ± 240 meter. • Pemerintah Pusat (Inpres Jalan Desa) : Lanjutan pengaspalan dengan usulan dana sekitar Rp 23 Miliar. • APBD Provinsi Sultra : Pengaspalan jalan sepanjang 4 Kilometer. ​"Kami berharap semua bisa menerima ini, karena kondisi efisiensi tidak berarti pembangunan berhenti. Kami baru satu tahun menjabat, dan selalu memikirkan kebutuhan rakyat," ujar Wakil Bupati, mencoba menenangkan massa, sembari menambahkan bahwa pintu kantor Pemda terbuka untuk dialog lanjutan jika warga ingin bertemu Bupati sepulangnya dari Kendari. ​Meski aksi dialog telah dilakukan, pertanyaan besar tetap menggantung di benak warga Lohia: Apakah janji 240 meter aspal dan lobi-lobi miliaran rupiah ini akan benar-benar terealisasi, atau hanya sekadar obat penenang sementara agar blokade jalan segera dibuka? ​Masyarakat Muna kini menunggu realisasi nyata. Waktu 15 tahun adalah bukti kelalaian yang tak bisa ditebus hanya dengan selembar kertas usulan anggaran. Jika dalam dua minggu ke depan alat berat belum juga turun ke Desa Mantobua, bukan tidak mungkin warga akan kembali turun ke jalan dengan amarah yang lebih besar. Sumber : FB/Rifhyn Link Postingan : https://www.facebook.com/share/v/1E1q9UAxZY/ #wunainfo #wunainfo1

About