@seko03561: LinkersMap ile Dijital Ticarette Yeni Bir Çağ: LinkersMap'in resmi olarak ticarete açılması, InterLink ekosisteminin teorik Web3 vizyonunun reel ekonomiye en somut yansımasıdır. 8.5 milyonu aşkın kullanıcının doğrulanmış işletmelerle doğrudan buluşması, ticaretin merkezsizleşmesi adına atılmış devrimsel bir adımdır. $ITL ödeme altyapısının entegrasyonu, ekosistemimizin finansal sürdürülebilirliğini pekiştirirken, gelecek dönemde eklenecek stabilcoin entegrasyonları ile ticaretin sınırlarını tamamen kaldırıyoruz #InterLink #ITLG #itl @itl_fdn

serkan HAMZAÇEBİ 61-35
serkan HAMZAÇEBİ 61-35
Open In TikTok:
Region: TR
Friday 05 June 2026 19:48:27 GMT
135
8
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @seko03561, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sifat 20 Allah adalah sifat-sifat wajib yang menunjukkan kesempurnaan Allah Yang Maha Agung. Para ulama menyusunnya sebagai dasar akidah agar umat Islam mengenal Tuhannya dengan benar, terhindar dari kesalahan dalam memahami Dzat Yang Maha Suci. Namun dalam pandangan Hakekat dan Makrifatullah, Sifat 20 bukan sekadar pelajaran yang dihafal oleh akal, melainkan cahaya yang harus hidup di dalam hati. Semakin seseorang memahami Sifat 20, semakin ia mengenal kebesaran Allah, semakin hancur keakuannya, dan semakin tumbuh rasa cinta kepada-Nya. Wujud mengajarkan bahwa Allah benar-benar ada tanpa bergantung kepada apa pun. Qidam mengajarkan bahwa Allah tidak berawal. Baqa' menunjukkan bahwa Allah tidak berakhir. Mukhalafatu lil Hawadits menegaskan bahwa Allah tidak menyerupai makhluk sedikit pun. Qiyamuhu Binafsihi mengajarkan bahwa Allah berdiri sendiri dan tidak membutuhkan apa pun. Kemudian Wahdaniyah mengajarkan keesaan-Nya yang mutlak. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam Dzat, Sifat, maupun Af'al-Nya. Sedangkan Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama', Bashar, dan Kalam menunjukkan kesempurnaan kekuasaan, kehendak, pengetahuan, kehidupan, pendengaran, penglihatan, dan firman Allah yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Dalam perjalanan makrifat, seorang hamba mulai menyadari bahwa seluruh alam semesta adalah bukti dari sifat-sifat Allah. Ia melihat Qudrat Allah dalam setiap kejadian, menyaksikan Ilmu Allah dalam setiap rahasia kehidupan, dan merasakan Iradat Allah dalam setiap takdir yang menimpanya. Ketika hati mulai hidup dengan penghayatan Sifat 20, ibadah tidak lagi sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan jiwa. Dzikir menjadi manis, doa menjadi khusyuk, dan kehidupan menjadi perjalanan untuk mengenal Sang Maha Pencipta. Makrifatullah bukan berarti mengetahui hakikat Dzat Allah, karena Dzat Allah tidak akan mampu dijangkau oleh akal maupun makhluk. Makrifat adalah mengenal Allah melalui sifat-sifat kesempurnaan-Nya yang Dia perkenalkan kepada hamba-hamba-Nya. Semakin mengenal Sifat 20, semakin seseorang memahami bahwa dirinya lemah, fakir, dan bergantung sepenuhnya kepada Allah. Dan semakin ia mengenal Allah, semakin ia mencintai-Nya. Sifat 20 bukan sekadar untuk dihafal. Sifat 20 adalah jendela untuk mengenal kebesaran Allah. Mengenal Allah melahirkan cinta. Dan cinta yang sejati akan mengantarkan hamba kepada Makrifatullah.
Sifat 20 Allah adalah sifat-sifat wajib yang menunjukkan kesempurnaan Allah Yang Maha Agung. Para ulama menyusunnya sebagai dasar akidah agar umat Islam mengenal Tuhannya dengan benar, terhindar dari kesalahan dalam memahami Dzat Yang Maha Suci. Namun dalam pandangan Hakekat dan Makrifatullah, Sifat 20 bukan sekadar pelajaran yang dihafal oleh akal, melainkan cahaya yang harus hidup di dalam hati. Semakin seseorang memahami Sifat 20, semakin ia mengenal kebesaran Allah, semakin hancur keakuannya, dan semakin tumbuh rasa cinta kepada-Nya. Wujud mengajarkan bahwa Allah benar-benar ada tanpa bergantung kepada apa pun. Qidam mengajarkan bahwa Allah tidak berawal. Baqa' menunjukkan bahwa Allah tidak berakhir. Mukhalafatu lil Hawadits menegaskan bahwa Allah tidak menyerupai makhluk sedikit pun. Qiyamuhu Binafsihi mengajarkan bahwa Allah berdiri sendiri dan tidak membutuhkan apa pun. Kemudian Wahdaniyah mengajarkan keesaan-Nya yang mutlak. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam Dzat, Sifat, maupun Af'al-Nya. Sedangkan Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama', Bashar, dan Kalam menunjukkan kesempurnaan kekuasaan, kehendak, pengetahuan, kehidupan, pendengaran, penglihatan, dan firman Allah yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Dalam perjalanan makrifat, seorang hamba mulai menyadari bahwa seluruh alam semesta adalah bukti dari sifat-sifat Allah. Ia melihat Qudrat Allah dalam setiap kejadian, menyaksikan Ilmu Allah dalam setiap rahasia kehidupan, dan merasakan Iradat Allah dalam setiap takdir yang menimpanya. Ketika hati mulai hidup dengan penghayatan Sifat 20, ibadah tidak lagi sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan jiwa. Dzikir menjadi manis, doa menjadi khusyuk, dan kehidupan menjadi perjalanan untuk mengenal Sang Maha Pencipta. Makrifatullah bukan berarti mengetahui hakikat Dzat Allah, karena Dzat Allah tidak akan mampu dijangkau oleh akal maupun makhluk. Makrifat adalah mengenal Allah melalui sifat-sifat kesempurnaan-Nya yang Dia perkenalkan kepada hamba-hamba-Nya. Semakin mengenal Sifat 20, semakin seseorang memahami bahwa dirinya lemah, fakir, dan bergantung sepenuhnya kepada Allah. Dan semakin ia mengenal Allah, semakin ia mencintai-Nya. Sifat 20 bukan sekadar untuk dihafal. Sifat 20 adalah jendela untuk mengenal kebesaran Allah. Mengenal Allah melahirkan cinta. Dan cinta yang sejati akan mengantarkan hamba kepada Makrifatullah. "Barangsiapa mengenal dirinya sebagai hamba, maka ia akan mengenal Tuhannya sebagai Yang Maha Sempurna."

About