@imarhan38:

maryame Agadez 👌
maryame Agadez 👌
Open In TikTok:
Region: NE
Friday 05 June 2026 20:18:16 GMT
12956
1703
111
27

Music

Download

Comments

.1188355
باشو تام 11 bouferewa :
🥰🥰🥰🥰🥰☺️☺️☺️☺️macha alaha tihousai gass ad alharakat
2026-06-06 09:35:47
1
user3342751584355
ملعثق مابنبغ :
2026-06-05 22:59:35
1
noudemouhamedtiktok0
Mouhamed Tènèrè :
je t'aime mon cœur
2026-06-09 09:29:53
0
mighass.55
mighass 55 :
Une vidéo pour moi mariame🥰🥰
2026-06-07 08:59:43
0
babansepie
Djamilou :
2026-06-07 16:02:01
0
mmahmoud.kilili
mMahmoud Kilili :
😍😍😍😍🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-06-06 11:33:52
0
darefhjcdb
عبد 🥷🫰✌️💙 هركك مس :
🥰🥰🥰
2026-06-19 09:22:11
0
dana.walet.aboube
Dana Walet aboubekrin :
🥰🥰🥰
2026-06-17 19:28:03
0
sani48807
AFL :
✌️✌️✌️
2026-06-06 00:35:51
1
user3220745777610
موسي التارقي :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-06-06 03:12:03
1
abaki.azawadi
abaki azawadi :
🥰🥰🥰
2026-06-15 23:10:51
0
ahmad.mohamad98
wan..Marhanes.(♡) 36 21 16 29 :
♥️♥️♥️
2026-06-06 02:31:45
1
assadeq.ag.amma
assadeq Ag amma :
🥰🥰🥰
2026-06-14 15:20:45
0
barjawitimtar1
barjawi timtar 🦅 39) :
❤️❤️❤️
2026-06-12 06:37:50
0
uytuytu6
الحية بدون عاز لقيم له :
🥰🥰🥰
2026-06-11 17:54:57
0
moussa28666
moussa :
❤️❤️❤️
2026-06-10 18:07:18
0
ejjfjjfkamzlnndnn
Ejjfjjfkamzl Nndnnxk’ck’xl :
🥰🥰🥰
2026-06-10 17:55:03
0
0922138472.ksos47
صلخ شفيق :
❤️❤️❤️
2026-06-10 05:26:38
0
waldi.mahdi
Waldi Mahdi :
🥰🥰🥰
2026-06-10 00:36:21
0
user7880499978593
سشبا :
🥰🥰🥰😇😇😇
2026-06-05 20:20:05
0
To see more videos from user @imarhan38, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bacalah Lukas 17:11-19 Bayangkan kamu berada dalam situasi seperti berikut ini: - mengetahui dari awal bahwa kebaikanmu akan dilupakan. - mengetahui bahwa pertolonganmu tidak akan dibalas. - mengetahui bahwa setelah kebutuhan mereka terpenuhi, mereka akan berjalan pergi seolah tidak pernah mengenalmu. Sebagian besar dari kita mungkin akan berpikir dua kali sebelum membantu. Tetapi Yesus tidak. Lukas 17:17-18 (TB)
Bacalah Lukas 17:11-19 Bayangkan kamu berada dalam situasi seperti berikut ini: - mengetahui dari awal bahwa kebaikanmu akan dilupakan. - mengetahui bahwa pertolonganmu tidak akan dibalas. - mengetahui bahwa setelah kebutuhan mereka terpenuhi, mereka akan berjalan pergi seolah tidak pernah mengenalmu. Sebagian besar dari kita mungkin akan berpikir dua kali sebelum membantu. Tetapi Yesus tidak. Lukas 17:17-18 (TB) "Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"" Salah satu luka terdalam dalam hidup bukanlah kehilangan uang. Bukan kehilangan kesempatan. Melainkan kehilangan penghargaan setelah kita memberikan yang terbaik. Kita membantu seseorang bangkit, lalu ia melupakan kita. Kita mendoakan seseorang bertahun-tahun, lalu namanya bahkan tidak lagi menyebut kita. Kita berkorban diam-diam, tetapi yang datang justru sikap biasa saja. Rasanya seperti menanam pohon tetapi orang lain menikmati buahnya tanpa pernah tahu siapa yang menanam. Karena itulah manusia cenderung menghitung. Menghitung pengorbanan. Menghitung penghargaan. Menghitung ucapan terima kasih. Menghitung balasan. Tetapi kasih Tuhan tidak bekerja dengan sistem akuntansi manusia. Saat sepuluh orang kusta berdiri dari kejauhan dan berseru meminta belas kasihan, Yesus tidak membuat daftar siapa yang nantinya akan bersyukur dan siapa yang akan menghilang. Dia tidak berkata, "Aku akan menyembuhkan yang nanti setia saja." Dia tidak berkata, "Aku akan menolong yang nanti menghargai-Ku saja." Dia menyembuhkan semuanya. Dan justru di situlah keindahan Injil yang sering kita lewatkan. Yesus tahu bahwa sembilan orang akan pergi. Tapi Dia tetap memilih untuk mengasihi. Karena kasih-Nya tidak bergantung pada respon manusia. Kasih-Nya mengalir dari karakter-Nya sendiri. Kita sering berpikir keberhasilan kasih diukur dari hasilnya. Jika orang berubah, berarti kasih kita berhasil. Jika orang menghargai, berarti kasih kita berhasil. Jika orang membalas, berarti kasih kita berhasil. Tapi Yesus menunjukkan ukuran yang berbeda. Kasih sejati tidak diukur dari berapa banyak yang kembali. Kasih sejati diukur dari kesetiaan untuk tetap menjadi kasih. Itulah sebabnya salib begitu luar biasa. Ketika Yesus mati, tidak semua orang bertobat. Tidak semua orang percaya. Tidak semua orang bersyukur. Tetapi kasih-Nya tetap dicurahkan. Bayangkan jika Tuhan memperlakukan kita seperti kita memperlakukan orang lain. Berapa kali kita lupa bersyukur setelah doa dijawab? Berapa kali kita hanya datang saat ada butuhnya saja? Berapa kali kita menikmati berkat tetapi melupakan Sang Pemberi Berkat? Kalau Tuhan menunggu rasa terima kasih kita terlebih dahulu sebelum mengasihi kita, mungkin tidak ada satu pun dari kita yang masih berdiri hari ini. Tapi setiap pagi matahari tetap terbit. Napas tetap diberikan. Kasih karunia tetap mengalir. Karena Tuhan tidak mencintai kita berdasarkan kualitas respon kita. Dia mencintai kita berdasarkan kualitas hati-Nya. Mungkin hari ini Tuhan sedang berbicara kepada sebagian dari kita yang terluka karena tidak dihargai. Jangan biarkan orang yang lupa berterima kasih membuatmu lupa seperti apa kasih Kristus. Jangan biarkan kekecewaan mengubah hatimu menjadi pahit. Sebab orang lain mungkin tidak menghargai apa yang telah kamu lakukan. Tetapi Tuhan melihat setiap air mata, setiap pengorbanan, setiap doa yang tidak pernah diketahui siapa pun. Tidak ada kasih yang sia-sia di hadapan-Nya. Tidak ada kebaikan yang hilang dari catatan-Nya. Berhentilah menghitung siapa yang tidak berterima kasih kepadamu. Sebaliknya, hitunglah berapa banyak kasih Tuhan yang sudah kamu terima tanpa pernah layak menerimanya. Datanglah kepada Yesus dan katakan: "Tuhan, jadikan aku seperti-Mu. Mampukan aku mengasihi bukan karena balasan, tetapi karena Engkau lebih dahulu mengasihiku." #RenunganHarianKristen #Lukas17 #KasihNyaTerusMengalir #KristusLebihDuluMengasihi #fypシ

About