@.cjrrus: niche #fyp #jewish #pridemonth

jae 🚽
jae 🚽
Open In TikTok:
Region: GB
Friday 05 June 2026 21:03:34 GMT
372
34
6
3

Music

Download

Comments

crdiacsensordeplo
Rickenberger :
Can we see your new haircut
2026-06-05 23:29:58
0
yukix_1
🦑🐇 :
+1000€
2026-06-05 21:23:39
2
To see more videos from user @.cjrrus, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Loker nomor 114 selalu berbau parfum sandalwood dan kertas baru.  ​Kamu menghafal detail itu di luar kepala. Sama seperti kamu menghafal bagaimana jemari panjang Sean memetik senar gitar, atau bagaimana helai rambut depannya selalu jatuh menutupi dahi setiap kali cowok itu serius membaca materi olimpiade fisikanya.  Menyukainya dari jauh rasanya seperti mengonsumsi kafein berlebih, jantungmu selalu berpacu terlalu cepat, tapi kamu tidak bisa berhenti. Kamu adalah pengagum rahasia yang paling gigih, atau dalam bahasa yang lebih jujur, seorang stalker.  Sore itu, koridor sekolah sudah sepi. Langkah kakimu yang sengaja dibuat seringan kapas membawamu ke depan pintu ruang musik yang sedikit terbuka. Di dalam sana, hanya ada Sean. Berbekal gitar akustik di pangkuannya dan cahaya senja yang menerobos jendela besar, Sean tampak keterlaluan.  He is drop dead gorgeous! batinmu berteriak. Kamu menahan napas, mengeluarkan ponsel, mencoba menangkap momen magis itu dari balik celah pintu.  ​KRETEK.  ​Tali sepatumu sialannya menggeser tong sampah plastik di dekat pintu. Bunyinya tidak keras, tapi cukup untuk menghentikan petikan gitar Sean. ​Kamu membeku. Jantungmu serasa merosot ke perut saat Sean menoleh tepat ke arah celah pintu, lalu perlahan bangkit berdiri. Kamu ingin lari, tapi kakimu seperti tertahan.  ​Pintu terbuka sepenuhnya. Sean berdiri di sana, menjulang dengan seragam yang sudah berantakan dan senyum tipis yang mendadak membuat pasokan oksigen di sekitarmu menipis.  ​
#pov : Loker nomor 114 selalu berbau parfum sandalwood dan kertas baru. ​Kamu menghafal detail itu di luar kepala. Sama seperti kamu menghafal bagaimana jemari panjang Sean memetik senar gitar, atau bagaimana helai rambut depannya selalu jatuh menutupi dahi setiap kali cowok itu serius membaca materi olimpiade fisikanya. Menyukainya dari jauh rasanya seperti mengonsumsi kafein berlebih, jantungmu selalu berpacu terlalu cepat, tapi kamu tidak bisa berhenti. Kamu adalah pengagum rahasia yang paling gigih, atau dalam bahasa yang lebih jujur, seorang stalker. Sore itu, koridor sekolah sudah sepi. Langkah kakimu yang sengaja dibuat seringan kapas membawamu ke depan pintu ruang musik yang sedikit terbuka. Di dalam sana, hanya ada Sean. Berbekal gitar akustik di pangkuannya dan cahaya senja yang menerobos jendela besar, Sean tampak keterlaluan. He is drop dead gorgeous! batinmu berteriak. Kamu menahan napas, mengeluarkan ponsel, mencoba menangkap momen magis itu dari balik celah pintu. ​KRETEK. ​Tali sepatumu sialannya menggeser tong sampah plastik di dekat pintu. Bunyinya tidak keras, tapi cukup untuk menghentikan petikan gitar Sean. ​Kamu membeku. Jantungmu serasa merosot ke perut saat Sean menoleh tepat ke arah celah pintu, lalu perlahan bangkit berdiri. Kamu ingin lari, tapi kakimu seperti tertahan. ​Pintu terbuka sepenuhnya. Sean berdiri di sana, menjulang dengan seragam yang sudah berantakan dan senyum tipis yang mendadak membuat pasokan oksigen di sekitarmu menipis. ​"Mau masuk atau mau terus ngintip dari sana?" tanyanya, suaranya berat dan renyah. ​Wajahmu memanas hebat, pasti sudah semerah tomat. "M-maaf, Sean. Gue nggak bermaksud—" ​"Sini," potongnya lembut, berbalik arah dan menepuk kursi kosong di sebelahnya. "Daripada cuma liatin, mending gue ajarin." ​Hari itu adalah awal dari segalanya. Di ruang musik yang pengap oleh debu sore, Sean menuntun jemarimu di atas papan frets. Kulit tangannya yang hangat bersentuhan langsung dengan kulitmu, mengirimkan sengatan listrik yang membuat bulu kudukmu meremang. Setiap kali Sean menunduk untuk membetulkan posisi kelingkingmu, aroma sandalwood nya menguar, mengunci fokusmu sepenuhnya pada cowok itu, bukan pada kunci G yang sedang diajarkannya. ​Sejak sore itu, benih cinta yang semula kamu siram sendirian dalam sembunyi, mulai tumbuh bersama Sean yang membuka pintunya lebar-lebar untukmu. ♡♡♡ Fase pdkt bersama Sean tidak seperti drama remaja pada umumnya. Sean adalah orang yang menghargai hal-hal kecil, dan justru hal-hal kecil itulah yang perlahan meruntuhkan kewarasanmu. Pernah suatu hari, hujan deras mengguyur sekolah saat jam pulang. Kamu berdiri di lobi, menatap air yang tumpah dari langit dengan pasrah karena payungmu tertinggal di rumah. ​Sebuah jaket denim tebal tiba-tiba tersampir di pundakmu. Aroma yang sangat familier langsung memeluk penciumanmu. ​"Pakai," kata Sean yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingmu, memegang payung hitam besar. "Kita jalan ke halte bareng." ​Di bawah payung yang sama, bahu kalian saling bersentuhan setiap kali melangkah. Sean sengaja memiringkan payungnya ke arahmu, membiarkan bahu kanannya sendiri basah kuyup tersiram air hujan. ​"Sean, payungnya miring. Baju lo basah," protesmu, mencoba mendorong payung itu ke tengah. ​Sean malah terkekeh, tangan kirinya bergerak cepat merangkul bahumu, menarikmu lebih rapat ke dalam dekapannya agar tidak terkena cipratan air. "Enggak apa-apa. Yang penting lo nggak sakit." ​Jantungmu berdegup sangat kencang, kamu bersumpah Sean bisa mendengarnya di antara suara rintik hujan. ​Momen-momen seperti itu terus berlanjut. Sean yang tiba-tiba duduk di depanmu saat kantin sedang ramai, Sean yang mengirimkan pesan teks singkat di malam hari berupa rekaman audio dia memainkan lagu yang kamu sukai, hingga Sean yang selalu memastikan kamu pulang dengan aman. (comsec+++) #SEONGHYEON #fyp #alternativeuniverse #xcyzba

About