Arra :
Apabila kelak sang waktu benar-benar membawa langkah kita kian menjauh, hingga ruang di antara kita terbentang mati dan tiada lagi kesempatan bagi kita untuk sekadar bertukar sapa, aku hanya ingin engkau tahu,di dalam dada yang kian sunyi ini, namamu adalah satu-satunya hal yang tak pernah pudar. Terima kasih, karena pernah sudi singgah dan menjadi bagian paling berharga dalam hidupku yang fana.
Lekat dalam ingatan, bagaimana dulu kita adalah sepasang bayang yang tak pernah terpisahkan. Ke mana pun kaki melangkah, selalu ada engkau di sisiku. Aku merindukan caramu menjagaku dengan begitu cemburu, seolah takut duniaku direbut oleh orang lain. Aku merindukan telinga sabarmu yang selalu menampung runtuhnya air mataku dan riuhnya amarahku, lalu membalasnya dengan petuah paling meneduhkan. Kini, kejutan-kejutan manis darimu,hadiah kecil yang kau selipkan, hingga perjalanan rahasia yang kaurancang demi melihatku tersenyum,hanya menjelma menjadi hantu kenangan yang membuat air mataku luruh setiap kali mengingatnya. Dulu aku merasa begitu dicintai, namun kini, kehilanganmu membuatku merasa begitu sebatang kara.
Kisah kita kini telah patah di tengah jalan, menyisakan kerumitan yang tak mampu kita urai. Begitu banyak angan dan mimpi yang terpaksa kita kubur hidup-hidup, hanya karena keberanian kita terlambat menyala. Demi malam yang menyaksikan air mata ini, aku tidak pernah menyesal telah mengenalmu, pun tidak pernah menyesal telah mencintaimu dalam diam yang begitu menyiksa.
Aku telah menyerahkan seluruh ketulusanku untukmu, mencintaimu dengan cara terbaik yang mampu diraba oleh hati yang rapuh ini. Walau kini segalanya berakhir dengan luka dan ketidaksempurnaan, ketahuilah bahwa seluruh rasa itu lahir dari palung hatiku yang paling suci.
Kini, aku harus tertatih-tatih di dalam gelap, belajar mengeja sisa hidup tanpa kehadiranmu, tanpa pelukanmu, dan tanpa seluruh perhatianmu lagi. Namun, di antara serpihan hati yang hancur ini, sekelumit bagian dari diriku akan selalu bersujud pada takdir, mengucap syukur karena Sang Pemilik Semesta pernah mempertemukan aku denganmu.
Engkau adalah luka paling indah, bait teramat sedih yang akan menetap selamanya,abadi dan tak
2026-06-17 20:33:24