@berlin4you: #foryoupage #fypシ゚ #trending #qoutes

linxz
linxz
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 06 June 2026 16:13:46 GMT
528925
160402
415
7993

Music

Download

Comments

nabellaira
ra :
ibuku adalah hatersku😭
2026-06-07 12:05:06
6553
melisaoktav_
Melisaa :
blush holic 🤫😛😛😛
2026-06-07 12:46:52
7
user324890221
arc :
#kayaOndelOndel💔
2026-06-07 12:23:01
1175
aamoraeuss_
mowraess★ :
APALAGI KALO BLUSH ON SAMA BULU MATA😭😭
2026-06-07 08:59:54
8214
dessyssecondaccount
syesyee :
yash
2026-06-07 05:06:39
557
nnaellyup
naell . . . :
blush on harga mati
2026-06-07 10:07:41
258
absjskd
c a c a :
kalo dah bahas blush on gue sensi bgt asli😭
2026-06-07 11:10:31
198
0d4hhh
0d4hhh :
dlu heran knp kaka' pd suka blush-on merah bgt, sekarang malah jadi kaka' itu🥰
2026-06-07 12:13:13
153
cmala_11
milowww :
ORANG TUAKU HATERSKU🥰😭
2026-06-07 12:20:02
101
userwkwkland
lidya :
blush on viva🥰💗💗💗
2026-06-07 16:46:17
3
febrianaturizkiiii
febieh :
Hina perilakuku, jangan blush on ku.
2026-06-07 13:41:50
22
taelitha
tata :
itu juga di foto blm keliatan
2026-06-07 14:34:47
18
inayaanaya
nayaa :
sering bgtt diomngin klo msalah blush on😭
2026-06-07 13:47:02
19
_syaazaa16
Nayla :
blush on harga mati.
2026-06-07 12:31:42
18
vixlnn
ylin :
@arc:#kayaOndelOndel💔
2026-06-07 14:12:21
8
luzivee
Vé :
mama : tipisin dikit kak, menor bgt aku : suttt this is my life jangan atur atur
2026-06-07 20:16:53
8
ivygallerys
🍵 :
@arc:#kayaOndelOndel💔
2026-06-07 13:22:06
11
withaherlinaa
tcubiztcubiz :
foto sm haters blush aku
2026-06-07 13:03:58
159
viaa_cantiklucu
viaaa :
hatters pertamaku
2026-06-07 13:09:08
12
inirrev
rrev :
ibuku haters no 1😭
2026-06-07 13:37:08
7
To see more videos from user @berlin4you, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pasti habis ini langsung bermunculan buzzer seberang yang kompak nyinyir,
Pasti habis ini langsung bermunculan buzzer seberang yang kompak nyinyir, "Halah, paling ujung-ujungnya duit koperasi dikorup sama elit desa." Kelihatan banget polanya, kan? Basi. Mereka itu sengaja menebar ketakutan dan bikin kalian pesimis sama inovasi di desa. Tujuannya cuma satu: biar kalian tetap jadi sapi perah dan bergantung pada sistem lama yang bikin bos-bos mereka makin kaya raya. Faktanya, para konglomerat dan pengusaha hitam ini lagi kepanasan minta ampun. Lapak monopoli mereka di daerah sedang digembosi hidup-hidup oleh ketegasan Presiden Prabowo lewat peluncuran 1.061 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Ini bukan potong pita ala kadarnya, ini pemutusan rantai kartel yang kejam! Jadi, kalau lu cuma mau ikut-ikutan berisik di medsos demi membela isi dompet pengusaha hitam yang pemasukannya nyungsep gara-gara program ini, mending lu diem deh. Nggak usah sok paling peduli sama uang rakyat kalau narasi lu isinya cuma pesimis dan nol solusi. Kopdes Merah Putih versi baru ini sudah jalan pakai sistem pelaporan digital yang ketat. Celah korupsi ditutup rapat demi bersih-bersih sistem. Ini bukti nyata dan tegas kalau negara sekarang punya nyali untuk memperkaya rakyatnya sendiri, menendang jauh elit-elit serakah yang tidak peduli pada kesejahteraan di bawah. Buat anak muda, jangan mau diadu domba oleh narasi pesimis murahan. Turun, awasi koperasinya, dan sikat kalau ada yang berani main-main dengan uang desa kalian! 🇮🇩🔥🌾 #LawanOligarki #KoperasiDesa #PrabowoSubianto #KopdesMerahPutih #FaktaBicara #KedaulatanEkonomi #AnakMudaKawalDesa #SikatMafia #IndonesiaMaju
Aksi demonstrasi yang diwarnai insiden saling dorong terjadi saat kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid ke Tolitoli, Kamis (4/6). Rekaman peristiwa itu jadi perbincangan di media sosial. Aksi digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Lingkungan (AMMPLI) yang menyoroti maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Tolitoli. Insiden bermula saat Anwar menghampiri demonstran dan mengulurkan tangan kepada koordinator lapangan, Yogi Sananta.  Namun Yogi ingin mendahulukan penyampaian tuntutan sebelum berjabat tangan. “Bukan ingin bersikap tidak sopan. Tapi ini bentuk kesepakatan dari massa aksi dan aliansi, agar lebih fokus kepada tuntutan,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tolitoli itu. Sikap itu diambil karena aksi-aksi sebelumnya tidak ditanggapi. “Aksi kami soal tambang ilegal ini tidak didengarkan oleh pemerintah setempat,” ujarnya. “Pada aksi sebelumnya, kami bersikap ramah, tapi malah dituduh setingan dan pasukan nasi bungkus.” AMMPLI menyoroti aktivitas PETI di Lingadan, Malempa, Oyom, dan Basidondo. Aktivitas PETI, kata mereka, bikin laut keruh dan mencemari irigasi. AMMPLI mendesak penghentian aktivitas PETI. “Atau dilegalkan sekalian, bila berkontribusi untuk warga dan daerah. Asal jangan tutup mata pada PETI,” ujar Yogi.   Sementara itu, Gubernur Anwar menyatakan persoalan tersebut telah terselesaikan. “Sebelum meninggalkan Tolitoli, beberapa pimpinan demo sudah menemui saya. Mereka meminta maaf, dan saya juga menyampaikan permintaan maaf,” katanya.
Aksi demonstrasi yang diwarnai insiden saling dorong terjadi saat kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid ke Tolitoli, Kamis (4/6). Rekaman peristiwa itu jadi perbincangan di media sosial. Aksi digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Lingkungan (AMMPLI) yang menyoroti maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Tolitoli. Insiden bermula saat Anwar menghampiri demonstran dan mengulurkan tangan kepada koordinator lapangan, Yogi Sananta. Namun Yogi ingin mendahulukan penyampaian tuntutan sebelum berjabat tangan. “Bukan ingin bersikap tidak sopan. Tapi ini bentuk kesepakatan dari massa aksi dan aliansi, agar lebih fokus kepada tuntutan,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tolitoli itu. Sikap itu diambil karena aksi-aksi sebelumnya tidak ditanggapi. “Aksi kami soal tambang ilegal ini tidak didengarkan oleh pemerintah setempat,” ujarnya. “Pada aksi sebelumnya, kami bersikap ramah, tapi malah dituduh setingan dan pasukan nasi bungkus.” AMMPLI menyoroti aktivitas PETI di Lingadan, Malempa, Oyom, dan Basidondo. Aktivitas PETI, kata mereka, bikin laut keruh dan mencemari irigasi. AMMPLI mendesak penghentian aktivitas PETI. “Atau dilegalkan sekalian, bila berkontribusi untuk warga dan daerah. Asal jangan tutup mata pada PETI,” ujar Yogi. Sementara itu, Gubernur Anwar menyatakan persoalan tersebut telah terselesaikan. “Sebelum meninggalkan Tolitoli, beberapa pimpinan demo sudah menemui saya. Mereka meminta maaf, dan saya juga menyampaikan permintaan maaf,” katanya.

About