@hubbamp3: STAR X BIMBO DOLL | edit:@mat | #editaudio #edit #mp3 #viral #ayeshaerotica

audios
audios
Open In TikTok:
Region: KZ
Saturday 06 June 2026 16:33:43 GMT
4223
189
13
17

Music

Download

Comments

praffx
mpm :
BEST ACC OF EDIT AUDIOS!!
2026-06-06 16:37:54
3
blingr6ng
blingr6ng :
will be usingggg
2026-06-06 22:48:21
1
atemia12
atemia12 :
2026-06-06 16:36:32
2
cemka_bigmac3
cemka_Dior :
2026-06-06 17:32:06
1
smistrezz
David :
LOVEEE
2026-06-06 17:08:08
0
To see more videos from user @hubbamp3, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana menuai sorotan tajam dari kalangan mahasiswa. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, melontarkan pertanyaan kritis terkait kapasitas Nanik yang berlatar belakang jurnalis, bukan ahli gizi. Pernyataan itu disampaikan Tiyo dalam program Bola Liar yang ditayangkan Kompas TV dengan tema “Eks Pimpinan MBG Dadan Cs Ditetapkan Tersangka Korupsi, Kenapa Baru Sekarang?”. Dalam diskusi tersebut, Tiyo secara langsung mempertanyakan dasar pertimbangan pemerintah di hadapan Juru Bicara Partai Gerindra. “Kompetensinya wartawan di bidang gizi apa?” tanya Tiyo, menyoroti latar belakang Nanik yang selama ini dikenal di dunia jurnalistik dan komunikasi publik, bukan di bidang pangan atau gizi. Tiyo menilai publik berhak mengetahui alasan di balik penunjukan tersebut, terlebih setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama sejumlah eks pejabat BGN ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, posisi strategis nasional seperti BGN membutuhkan pemimpin yang mumpuni secara teknis, tidak hanya komunikatif. Pertanyaan Tiyo itu langsung memicu perdebatan hangat di media sosial. Sebagian warganet mendukung kritik tersebut sebagai bentuk kontrol publik terhadap jabatan strategis. Namun, pihak lain berpendapat bahwa kemampuan manajerial dan kepemimpinan tidak mutlak harus berasal dari latar belakang ilmu gizi. #storybanua #habarbanua
Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana menuai sorotan tajam dari kalangan mahasiswa. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, melontarkan pertanyaan kritis terkait kapasitas Nanik yang berlatar belakang jurnalis, bukan ahli gizi. Pernyataan itu disampaikan Tiyo dalam program Bola Liar yang ditayangkan Kompas TV dengan tema “Eks Pimpinan MBG Dadan Cs Ditetapkan Tersangka Korupsi, Kenapa Baru Sekarang?”. Dalam diskusi tersebut, Tiyo secara langsung mempertanyakan dasar pertimbangan pemerintah di hadapan Juru Bicara Partai Gerindra. “Kompetensinya wartawan di bidang gizi apa?” tanya Tiyo, menyoroti latar belakang Nanik yang selama ini dikenal di dunia jurnalistik dan komunikasi publik, bukan di bidang pangan atau gizi. Tiyo menilai publik berhak mengetahui alasan di balik penunjukan tersebut, terlebih setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama sejumlah eks pejabat BGN ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, posisi strategis nasional seperti BGN membutuhkan pemimpin yang mumpuni secara teknis, tidak hanya komunikatif. Pertanyaan Tiyo itu langsung memicu perdebatan hangat di media sosial. Sebagian warganet mendukung kritik tersebut sebagai bentuk kontrol publik terhadap jabatan strategis. Namun, pihak lain berpendapat bahwa kemampuan manajerial dan kepemimpinan tidak mutlak harus berasal dari latar belakang ilmu gizi. #storybanua #habarbanua

About