@racunbelanjaa.co: PUASA TGL 1 SAMPAI 10 MUHARRAM. #muharram2026 #tahn2026 #viral #fyp

RacunBelanja
RacunBelanja
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 06 June 2026 23:48:33 GMT
57940
1417
17
587

Music

Download

Comments

user9393913234531
yuki wijayati :
tgl 16 sampek 23 brt niat puasa apa?
2026-06-12 08:09:36
2
muhammad_aldilah
꧁ঔৣ♔ŦĂĹĎĨĹĂĤ♔ঔৣ꧂ :
assalamualaikum kak mau nanya niat puasa 1 Muharram apa ?? apakah sama niatan nya seperti niat puasa setelah puasa Asyura??
2026-06-14 07:01:36
1
nurleni934
nurleni934 :
Ijin sv kak
2026-06-11 15:46:35
0
tuuututututtu
tuuututututtu :
izin mggunakn k🙏
2026-06-10 12:41:12
0
parfum.id00
Parfum.id :
Bismillah
2026-06-12 12:19:12
0
af_na29
. :
@faaaa @🪐 @°aissya🌷 @gita
2026-06-11 22:43:53
1
rismanenk
rismanenk :
🥰
2026-06-11 01:58:57
1
xyz_ncaa02
2Maret :
😁
2026-06-14 12:03:13
0
kingfaht
_Nadyratlhsnah_ :
😁
2026-06-09 13:41:23
0
lalapou23_
cmlff :
😝
2026-06-14 10:45:54
0
lalapou23_
cmlff :
😊
2026-06-14 10:46:01
0
wiwi244515
Wiwi :
😁
2026-06-14 12:17:47
0
user102453439781
asri :
😁
2026-06-10 02:32:49
0
wiwi244515
Wiwi :
🥰
2026-06-14 12:17:47
0
cik.ann11
cik ann :
🥰
2026-06-14 13:41:03
0
To see more videos from user @racunbelanjaa.co, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 6 | Kamu akhirnya memilih melewati mereka begitu saja. Tiga siswi itu masih tertawa saat kamu berjalan pergi. Namun kali ini kamu tidak menoleh. Belum terlalu jauh kamu berjalan dari luar gerbang sekolah, sebuah motor berhenti di depanmu. Sean turun dengan napas sedikit terengah. Begitu melihat wajahmu, ekspresinya langsung berubah.
POV 6 | Kamu akhirnya memilih melewati mereka begitu saja. Tiga siswi itu masih tertawa saat kamu berjalan pergi. Namun kali ini kamu tidak menoleh. Belum terlalu jauh kamu berjalan dari luar gerbang sekolah, sebuah motor berhenti di depanmu. Sean turun dengan napas sedikit terengah. Begitu melihat wajahmu, ekspresinya langsung berubah. "Siapa yang bikin lo nangis?" Kamu baru sadar air matamu memang sudah jatuh sejak tadi. Kamu cepat-cepat mengusapnya. "Gapapa" Sean tidak percaya, tentu saja tidak. Dia mengenalmu terlalu baik untuk mempercayai kebohongan semacam itu. "Jangan boong." Kamu tertawa kecil. Tawa yang lebih terdengar seperti orang yang hampir menangis. Sean terdiam. "Kamu tau ga?" Suaramu pelan. "Sekarang semua orang punya opini." Sean tidak menjawab. "Mereka ngomong seolah mereka tau semuanya." "Mereka bikin cerita sendiri." "Mereka mutusin siapa yang salah." Kamu menunduk. "Dan lucunya, yang salah selalu aku." Sean mengepalkan rahangnya. "Tapi aku ga pernah minta ini." Untuk pertama kalinya suaramu pecah. "Aku ga pernah minta dibenci satu sekolah." "Aku ga pernah minta jadi bahan omongan." "Aku ga pernah minta semua orang ngeliat aku kayak aku jual diri demi uang." Sean langsung membuang pandangan. Karena dia tau kali ini tidak ada pembelaan yang cukup. Tidak ada kalimat ajaib yang bisa membuat semuanya hilang. Hening cukup lama hanya suara kendaraan yang sesekali lewat. Sampai akhirnya Sean berbicara. "Lo marah sama gue?" Kamu terdiam. Pertanyaan itu terdengar jauh lebih rapuh daripada yang kamu bayangkan. Sean jarang terdengar seperti itu sangat jarang. Kamu menghela napas. "Aku capek, Sean." Bukan jawaban tapi Sean mengerti. Karena terkadang rasa lelah jauh lebih besar daripada rasa marah. "Aku capek jadi satu satunya orang yang disalahin." Suaramu semakin kecil. Sean menatap jalanan di depan. "Kamu nyesel?" Pertanyaan itu keluar begitu saja. Sean langsung menoleh. "Apa?" "Kamu nyesel ga pernah ngajak aku masuk ke semua ini?" Sean menatapmu lama sangat lama. Sampai membuat dadamu sedikit sesak menunggu jawabannya. Lalu ia menggeleng tanpa ragu. "Ga" Kamu membeku. "Bahkan setelah semuanya?" Sean mengangguk pelan. "After everything." Tatapannya tidak bergeser sedikit pun. "Karena kalo gue ga ngajak lo waktu itu" Dia berhenti sebentar. "Lo mungkin ga bakal ada di hidup gue sekarang." Duniamu terasa hening sesaat Sean tersenyum tipis. Lelah tapi tulus. "Dan gue ga mau itu." Kamu langsung menunduk bukan karena tidak ingin melihatnya tapi karena matamu kembali panas. Sean melihat itu namun kali ini dia tidak memaksamu bicara. Tidak menyuruhmu berhenti menangis, tidak mencoba memperbaiki semuanya dengan kata-kata. Dia hanya berdiri di sampingmu. Menunggu. Beberapa menit berlalu. Tidak ada yang berbicara. Kalian hanya berdiri di bawah langit sore yang mulai gelap. Anehnya, hening itu tidak terasa canggung. Justru lebih nyaman daripada semua suara yang harus kamu dengar seharian. Kamu menatap aspal di bawah kakimu. "Aku sempet nanya ke diri sendiri." Sean menoleh. "Nanya apa?" Kamu tersenyum pahit. "Kenapa aku masih bertahan." Sean langsung diam. Kamu tidak berani menatapnya saat melanjutkan. "Karena jujur aja, lebih gampang kalo aku pergi." "Lebih gampang kalo aku pura-pura ga kenal kamu." "Lebih gampang kalo aku nyerah." +comment #seonghyeon #au #kpop

About