@yani_de_eddiefrank5: #viralvideotiktok#🤭🤣🤣#fypppppppp😅

💞𝓨𝓷👸🏻𝓭🤴🏻𝓔𝓭𝓭𝓲𝓮👑💞
💞𝓨𝓷👸🏻𝓭🤴🏻𝓔𝓭𝓭𝓲𝓮👑💞
Open In TikTok:
Region: GT
Sunday 07 June 2026 02:15:41 GMT
4867
87
0
23

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @yani_de_eddiefrank5, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Karena kerja keras dan kemajuan tidak selalu hal yang sama. Banyak orang yang paling capek justru menghabiskan energinya untuk bekerja di dalam sistem, bukan membangun sesuatu yang membuat posisinya naik. Beberapa alasan yang sering terjadi: 1. Menukar waktu dengan uang     Semakin banyak bekerja, semakin banyak penghasilan.     Tapi ketika berhenti bekerja, penghasilan juga berhenti.     Akibatnya mereka terus berputar dalam siklus yang sama. 2. Tidak punya waktu untuk belajar dan merencanakan     Setelah bekerja seharian, tenaga habis.     Sulit meningkatkan keterampilan, mencari peluang baru, atau membangun usaha sampingan.     Mereka sibuk bertahan hidup, bukan meningkatkan posisi. 3. Kerja keras pada hal yang nilainya rendah     Dua orang bisa sama-sama bekerja 10 jam.     Yang satu mengangkat barang, yang lain belajar keahlian yang langka.     Keduanya lelah, tetapi nilai ekonomi dari pekerjaan mereka berbeda. 4. Tidak memiliki leverage     Leverage adalah sesuatu yang membuat hasil lebih besar daripada tenaga yang dikeluarkan, seperti modal, teknologi, sistem, tim, atau keahlian khusus.     Tanpa leverage, hasil sering sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. 5. Terjebak dalam rutinitas     Kesibukan sering terlihat seperti kemajuan.     Padahal seseorang bisa sangat sibuk selama bertahun-tahun tanpa bergerak lebih dekat ke tujuan yang lebih besar. Namun, ini bukan berarti kerja keras tidak penting. Kerja keras tetap diperlukan. Yang sering membedakan adalah arah kerja kerasnya. Ada ungkapan yang cukup tepat: >
Karena kerja keras dan kemajuan tidak selalu hal yang sama. Banyak orang yang paling capek justru menghabiskan energinya untuk bekerja di dalam sistem, bukan membangun sesuatu yang membuat posisinya naik. Beberapa alasan yang sering terjadi: 1. Menukar waktu dengan uang Semakin banyak bekerja, semakin banyak penghasilan. Tapi ketika berhenti bekerja, penghasilan juga berhenti. Akibatnya mereka terus berputar dalam siklus yang sama. 2. Tidak punya waktu untuk belajar dan merencanakan Setelah bekerja seharian, tenaga habis. Sulit meningkatkan keterampilan, mencari peluang baru, atau membangun usaha sampingan. Mereka sibuk bertahan hidup, bukan meningkatkan posisi. 3. Kerja keras pada hal yang nilainya rendah Dua orang bisa sama-sama bekerja 10 jam. Yang satu mengangkat barang, yang lain belajar keahlian yang langka. Keduanya lelah, tetapi nilai ekonomi dari pekerjaan mereka berbeda. 4. Tidak memiliki leverage Leverage adalah sesuatu yang membuat hasil lebih besar daripada tenaga yang dikeluarkan, seperti modal, teknologi, sistem, tim, atau keahlian khusus. Tanpa leverage, hasil sering sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. 5. Terjebak dalam rutinitas Kesibukan sering terlihat seperti kemajuan. Padahal seseorang bisa sangat sibuk selama bertahun-tahun tanpa bergerak lebih dekat ke tujuan yang lebih besar. Namun, ini bukan berarti kerja keras tidak penting. Kerja keras tetap diperlukan. Yang sering membedakan adalah arah kerja kerasnya. Ada ungkapan yang cukup tepat: > "Bekerja keras membuatmu lelah. Bekerja keras pada hal yang tepat membuatmu maju." Orang yang maju biasanya menggabungkan: * kerja keras, * keterampilan yang terus berkembang, * keputusan yang baik, * dan kesempatan yang dimanfaatkan dengan tepat. Jadi sering kali orang yang paling stuck bukan karena kurang bekerja keras, tetapi karena seluruh energinya habis untuk mempertahankan keadaan yang ada, bukan untuk menciptakan perubahan. "Tonton full di YouTube Sulianto Indra Putra" #kontencom #kontencomxsulianto #fyp #clippers #pekerjakeras

About