"Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. Adz-Dzariyat: 21) Fakta ilmiah menunjukkan bahwa tubuh manusia adalah proses yang terus bergerak, bukan benda yang benar-benar tetap. Setiap saat ada jutaan sel yang mati dan digantikan oleh yang baru. Namun kesadaran akan identitas diri tetap terasa berkesinambungan. Di sinilah muncul pertanyaan yang telah direnungkan para filsuf, ilmuwan, dan para pencari hikmah selama berabad-abad: Jika tubuh berubah, tetapi rasa "aku" tetap ada, maka apakah hakikat "aku" itu hanya tubuh? Ketika masa kecilmu telah hilang, tubuh remajamu telah berlalu, dan tubuh dewasamu terus berubah, ada sesuatu yang menyaksikan seluruh perubahan itu. Sesuatu yang berkata: "Aku pernah menjadi anak kecil." "Aku pernah menjadi remaja." "Aku sedang menjadi dewasa." Sang penyaksi itu tidak pernah terlihat oleh mata, tetapi kehadirannya selalu dirasakan. Maka mengenal diri bukan hanya mengenal nama, pekerjaan, atau bentuk tubuh. Mengenal diri adalah menyadari siapa yang sedang menyaksikan seluruh perjalanan hidup ini. Solusi Praktis Luangkan beberapa menit dalam diam. Perhatikan napasmu. Amati pikiran yang datang dan pergi. Amati perasaan yang muncul dan menghilang. Lalu tanyakan: "Jika pikiran berubah, perasaan berubah, dan tubuh berubah, siapakah yang sedang menyadari semua perubahan itu?" Sering kali perjalanan mengenal diri dimulai dari pertanyaan sederhana yang dijawab dengan keheningan. 🔥 "Tubuhmu berubah setiap saat. Namun ada sesuatu dalam dirimu yang menyaksikan seluruh perubahan itu." 👁️✨#kajian #kesadaran #dirisejati #ngajirasa - @saatinihariiniskrg"/> "Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. Adz-Dzariyat: 21) Fakta ilmiah menunjukkan bahwa tubuh manusia adalah proses yang terus bergerak, bukan benda yang benar-benar tetap. Setiap saat ada jutaan sel yang mati dan digantikan oleh yang baru. Namun kesadaran akan identitas diri tetap terasa berkesinambungan. Di sinilah muncul pertanyaan yang telah direnungkan para filsuf, ilmuwan, dan para pencari hikmah selama berabad-abad: Jika tubuh berubah, tetapi rasa "aku" tetap ada, maka apakah hakikat "aku" itu hanya tubuh? Ketika masa kecilmu telah hilang, tubuh remajamu telah berlalu, dan tubuh dewasamu terus berubah, ada sesuatu yang menyaksikan seluruh perubahan itu. Sesuatu yang berkata: "Aku pernah menjadi anak kecil." "Aku pernah menjadi remaja." "Aku sedang menjadi dewasa." Sang penyaksi itu tidak pernah terlihat oleh mata, tetapi kehadirannya selalu dirasakan. Maka mengenal diri bukan hanya mengenal nama, pekerjaan, atau bentuk tubuh. Mengenal diri adalah menyadari siapa yang sedang menyaksikan seluruh perjalanan hidup ini. Solusi Praktis Luangkan beberapa menit dalam diam. Perhatikan napasmu. Amati pikiran yang datang dan pergi. Amati perasaan yang muncul dan menghilang. Lalu tanyakan: "Jika pikiran berubah, perasaan berubah, dan tubuh berubah, siapakah yang sedang menyadari semua perubahan itu?" Sering kali perjalanan mengenal diri dimulai dari pertanyaan sederhana yang dijawab dengan keheningan. 🔥 "Tubuhmu berubah setiap saat. Namun ada sesuatu dalam dirimu yang menyaksikan seluruh perubahan itu." 👁️✨#kajian #kesadaran #dirisejati #ngajirasa - @saatinihariiniskrg - Tikwm"/> "Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. Adz-Dzariyat: 21) Fakta ilmiah menunjukkan bahwa tubuh manusia adalah proses yang terus bergerak, bukan benda yang benar-benar tetap. Setiap saat ada jutaan sel yang mati dan digantikan oleh yang baru. Namun kesadaran akan identitas diri tetap terasa berkesinambungan. Di sinilah muncul pertanyaan yang telah direnungkan para filsuf, ilmuwan, dan para pencari hikmah selama berabad-abad: Jika tubuh berubah, tetapi rasa "aku" tetap ada, maka apakah hakikat "aku" itu hanya tubuh? Ketika masa kecilmu telah hilang, tubuh remajamu telah berlalu, dan tubuh dewasamu terus berubah, ada sesuatu yang menyaksikan seluruh perubahan itu. Sesuatu yang berkata: "Aku pernah menjadi anak kecil." "Aku pernah menjadi remaja." "Aku sedang menjadi dewasa." Sang penyaksi itu tidak pernah terlihat oleh mata, tetapi kehadirannya selalu dirasakan. Maka mengenal diri bukan hanya mengenal nama, pekerjaan, atau bentuk tubuh. Mengenal diri adalah menyadari siapa yang sedang menyaksikan seluruh perjalanan hidup ini. Solusi Praktis Luangkan beberapa menit dalam diam. Perhatikan napasmu. Amati pikiran yang datang dan pergi. Amati perasaan yang muncul dan menghilang. Lalu tanyakan: "Jika pikiran berubah, perasaan berubah, dan tubuh berubah, siapakah yang sedang menyadari semua perubahan itu?" Sering kali perjalanan mengenal diri dimulai dari pertanyaan sederhana yang dijawab dengan keheningan. 🔥 "Tubuhmu berubah setiap saat. Namun ada sesuatu dalam dirimu yang menyaksikan seluruh perubahan itu." 👁️✨#kajian #kesadaran #dirisejati #ngajirasa - @saatinihariiniskrg"/>

@saatinihariiniskrg: 👁️ JIKA SEL TUBUHMU TERUS BERGANTI, SIAPAKAH "AKU" YANG TETAP SAMA? Tubuhmu hari ini bukan tubuh yang sama seperti bertahun-tahun lalu. Sebagian besar sel dalam tubuh terus diperbarui. Kulit berganti. Darah berganti. Bahkan banyak jaringan tubuh mengalami regenerasi. Namun ada sesuatu yang terasa tetap. Kamu masih berkata: "Aku." Pertanyaannya, jika tubuh terus berubah, siapakah "aku" yang merasa tetap sama sejak masa kecil hingga hari ini? Allah berfirman: > "Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. Adz-Dzariyat: 21) Fakta ilmiah menunjukkan bahwa tubuh manusia adalah proses yang terus bergerak, bukan benda yang benar-benar tetap. Setiap saat ada jutaan sel yang mati dan digantikan oleh yang baru. Namun kesadaran akan identitas diri tetap terasa berkesinambungan. Di sinilah muncul pertanyaan yang telah direnungkan para filsuf, ilmuwan, dan para pencari hikmah selama berabad-abad: Jika tubuh berubah, tetapi rasa "aku" tetap ada, maka apakah hakikat "aku" itu hanya tubuh? Ketika masa kecilmu telah hilang, tubuh remajamu telah berlalu, dan tubuh dewasamu terus berubah, ada sesuatu yang menyaksikan seluruh perubahan itu. Sesuatu yang berkata: "Aku pernah menjadi anak kecil." "Aku pernah menjadi remaja." "Aku sedang menjadi dewasa." Sang penyaksi itu tidak pernah terlihat oleh mata, tetapi kehadirannya selalu dirasakan. Maka mengenal diri bukan hanya mengenal nama, pekerjaan, atau bentuk tubuh. Mengenal diri adalah menyadari siapa yang sedang menyaksikan seluruh perjalanan hidup ini. Solusi Praktis Luangkan beberapa menit dalam diam. Perhatikan napasmu. Amati pikiran yang datang dan pergi. Amati perasaan yang muncul dan menghilang. Lalu tanyakan: "Jika pikiran berubah, perasaan berubah, dan tubuh berubah, siapakah yang sedang menyadari semua perubahan itu?" Sering kali perjalanan mengenal diri dimulai dari pertanyaan sederhana yang dijawab dengan keheningan. 🔥 "Tubuhmu berubah setiap saat. Namun ada sesuatu dalam dirimu yang menyaksikan seluruh perubahan itu." 👁️✨#kajian #kesadaran #dirisejati #ngajirasa

Dewa
Dewa
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 07 June 2026 05:39:28 GMT
24356
790
61
81

Music

Download

Comments

sinar1095
Sinar :
Diri ini adalah Dia, dan semua perjalanan ini adalah dia, asal diri ini dari Dia, dan Akan kembali kepada Dia... Diri ini hanya Bisa Berkata Alhamdulillah Ya Allah Atas Nafas ini... namun sebenarnya Dia juga yg Memuji Dia.... salam akal sehat dan Bahagia
2026-06-09 05:25:10
15
dinda.dania6
Dinda Dania :
cara prakteknya gimana mohon pencerahannya🙏🙏
2026-06-07 06:49:00
2
bakar.mohd_
Bakar Mohd_ :
Yang aku tahu aku hidup di dunia ini adalah menupang. Syukur Alhamdulilah Terima kasih ya Allah Aamiin3. Kau dah bagi segala galanya tinggal sikit lagi. Kalau bagi syukur Alhamdulilah di kalau sebaliknya syukur Alhamdulilah. Ku tahu siapa diri ku. Terima kasih ya Allah.
2026-06-12 14:28:50
2
dadangsopian
da2ng :
aku adalah Allah
2026-06-07 13:37:27
7
mailifri017
M,fry :
apakah kalian pernah merasa kalw tuhan itu ada ketika kita membutuhkan pertolongan?
2026-06-14 15:56:01
2
adist.mann
Adist Mann :
Maa Syaa Allah Alhamdulillah Wala Haula wala kuwata ilah bilah kita adalah wadah kosong Yang di isi Dg kebesaran Allah 🙏
2026-06-16 16:11:47
1
raisa.khaira35
Raisa khaira :
Aku adalah dirimu yang lain, dan kamu adalah diriku yang lain..
2026-06-15 09:06:37
1
user3169801027445
wong kampung :
sdh prnh ngalami
2026-06-15 02:29:06
1
alim08619
alim08619 :
Aku di sini adalah kesadaran...
2026-06-15 02:10:22
1
user027021897
Labuhan kasiah@ :
kosong
2026-06-15 14:54:11
1
pluz_minus21
4B Four Brother :
aku kemarin,aku saat ini dan aku yang akan datang bukan lah aku dalam bentuk yang sama, hanya jiwa yang masih sama dan kesadaran akan AKU di 3 masa itu berbeda, aku tersadar kan karena beberapa sesuatu yang merubah setiap Aku.perubahan di setiap aku menjadi kan Aku sebagai Aku yang ku pilih untuk menjadi Aku yg sebenarnya
2026-06-09 11:59:15
2
hendra.gunawan641
Hendra Gunawan :
lebih kasarnya,ada titipan yg ditipkan oleh Allah kepada kita nanti satu persatu titipan itu akan diambil tapi ada dua hal yg tetap,1.ilmu kalo ber ilmu,ilmu mengenal tuhan,.2.hati
2026-06-07 12:06:09
1
alamzippo
Z1ppo :
maaf apa sih sebenarnya AKU, Kenapa DIA., trimksih
2026-06-14 01:37:25
0
firmannusantara1
start shop@ :
ya manusia , seorang hamba
2026-06-07 14:19:50
1
songokukakar0t
Sonkun :
InsyaAllah masih belajar dan di usahakan
2026-06-10 15:54:13
1
hadirdisinisaa
Ebidhanshop :
Aku adalah penyaksi yg menyaksikan tubuh rasa dan pikiran....tapi Aku juga bertanggung jawab atas keselamatan tubuh rasa dn pikiran ini....
2026-06-08 15:06:27
2
ex.hero55
Khalifah Kasturi Baharuddin :
aku tiada siapa siapa dan tiada apa apa. tiada aku sebenar benar aku melainkan dia saja yg ciptakan apa yg di kehendaki. aku tiada. dia mewujudkan utk melakonkan peranan sebagai manusia yg berbagai watak. aku tiada. yg ada cuma wujudnya dia yg abadi tiada mula dan tiada akhir. hebatnya dia mengirimkan akal utk memperingatinya saja. tapi... diri ini selalu lalai dan kalah dengan hasutan dunia yg menipu. maafkan diri yg asalnya tiada... wahai empunya kerajaan yg maha hebat.
2026-06-07 17:23:46
1
muja.hidin416
Muja Hidin :
terima kasih ilmunya sobat Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu
2026-06-07 07:03:57
1
nabito_studento
Nabito Studento :
subhanallah walhamdulillah..
2026-06-09 14:45:14
1
ajipangestu338
Aji pangestu :
mewakili yg punya konten lagi bingung
2026-06-09 16:33:27
1
kak.arma93
kak arma :
AKU tiada yg lain
2026-06-10 05:44:49
1
ayu.rahayurafy
🍁Ayu Rahayurafy🍁 :
tidak ada aku melainkan dia sahaja🫰
2026-06-09 23:43:59
1
user81913933382972
abi :
ok☺️
2026-06-11 13:52:09
0
setan010220
setan👹 :
aku adalah setan dan akupun bangga menjadinya🙏
2026-06-17 10:56:41
1
mediasos6
ALAM :
Tiada Tuhan melainkan AKU.🥰🥰☺️
2026-06-08 06:13:55
0
To see more videos from user @saatinihariiniskrg, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About