@videospecialistviral: Eskalasi perang AS-Iran kembali memanas di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz melaporkan pada Minggu (7/6/2026) bahwa pasukan militer AS dan Iran kembali terlibat aksi saling serang dalam sepekan terakhir, menandai kemunduran paling serius sejak gencatan senjata rapuh dimulai. Centcom umumkan keberhasilan tembak jatuh 2 drone Iran yang ancam Selat Hormuz, setelah sebelumnya mencegat 6 rudal balistik yang mengarah ke Bahrain dan Kuwait. Sebagai balasan, militer AS gempur situs radar Iran di Goruk dan Pulau Qeshm. Di Washington, Trump mulai gulirkan rencana kontroversial untuk alihkan aset Iran yang dibekukan di AS guna bantu negara sekutu di Teluk Persia. Buat investor Indonesia, eskalasi ini punya dampak berlapis yang perlu dicermati. Harga minyak Brent yang sebelumnya di US$95-96/barrel berpotensi tembus US$100+ kalau Iran tutup Selat Hormuz, yang bisa kerek beban subsidi BBM RI (Rp238 T/tahun) plus inflasi domestik. Di sisi pasar, sentimen risk-off global makin kuat: dolar AS menguat sebagai safe haven, rupiah yang udah rekor Rp18.033/USD berpotensi lanjut tertekan, IHSG udah anjlok 6,5% sepekan, dan BTC amblas ke $60K. Di kondisi volatilitas tinggi seperti ini, strategi umum adalah hindari leverage, diversifikasi ke emas, aset USD, dan obligasi pemerintah. Pantau respons Iran lanjut, keputusan Trump soal aset Iran yang dibekukan, dan pergerakan harga minyak Brent sebagai katalis utama. Source: TWS News #perang #as #iran #kontencom #kontencomxtws
Video Specialist Viral⚡
Region: ID
Sunday 07 June 2026 18:07:18 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @videospecialistviral, please go to the Tikwm
homepage.