@newworld_tv: Qu'est-ce que la France apporte réellement à l'Afrique de l'Ouest pour combattre le terro.risme ? Une question que se pose S.E. Sogoyou Keguewe. #Togo #Benin #burkinafaso #mali #niger

New World TV
New World TV
Open In TikTok:
Region: TG
Monday 08 June 2026 07:04:07 GMT
9663
920
9
62

Music

Download

Comments

user7902353002943
user7902353002943 :
merci papa
2026-06-08 08:57:39
2
issa.donogo
Issa Donogo :
2026-06-09 08:47:27
0
souleymane.bienfa
Souleymane Bienfaiteur :
🥰🥰🥰
2026-06-08 21:52:18
1
mr.zobra
INUSSAH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏 :
🥰🥰🥰🙏
2026-06-08 09:38:32
2
mahamadoumalama68
Mahamadou Malam abdou :
🥰🥰🥰
2026-06-08 11:52:46
1
mahamadi.sore92
Mahamadi Sore :
🥰🥰🥰🥰🥰
2026-06-10 06:27:28
0
sidikisorgho943
Sidiki Sorgho :
🥰🥰🥰
2026-06-09 15:34:41
0
silencieux_08
Le silencieux :
Des matériels qui voient des choses mais qui ne veulent pas que ça s'arrête. Ça sa fini, il y aura un pays qui sera le plus pauvre en Europe. Zéro mine d'or mais une énorme réserve d'or. Zéro mine d'uranium mais tout le monde sait où ils prennent. Zéro plantation de cacao mais est parmi les meilleurs pays fabriquant de chocolat et mais ceux qui le plainte ne savent pas le goût du chocolat. Pendant ce temps c'est nous noir qui nous tuons pour un rien et pendant ce temps, eux ils plient intelligemment. Le réveil sera brutal pour certains pays qui jouent aux aveugles.
2026-06-08 09:34:15
2
To see more videos from user @newworld_tv, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov
#pov "Halo Dek" 🔞 Semua berawal dari rasa bosan di sela-sela jam pelajaran sejarah yang menjemukan. Kamu mengunduh aplikasi itu hanya karena iseng, didorong oleh rasa kepo yang membuncah tentang dunia orang dewasa yang sering dibicarakan kakak kelasmu. Kamu memasang foto terbaikmu—yang sedikit disunting agar terlihat lebih dewasa—dan mulai menggeser layar. Lalu, kamu menemukannya. Profil dengan nama Jay. Fotonya tidak banyak, hanya satu gambar dia yang membelakangi matahari dengan latar belakang kapal perang besar, menonjolkan siluet bahunya yang kokoh. Kamu menekan tombol match tanpa ekspektasi apa pun. Namun, hanya dalam hitungan detik, ponselmu bergetar. "Halo. Sepertinya kamu tersesat di aplikasi ini, Adek Kecil?" Pesan pertamanya sangat sopan, namun ada nada otoritas yang membuat perutmu mulas karena gugup. Percakapan awal mengalir dengan sangat menyenangkan. Jay adalah pendengar yang baik, dia bertanya tentang harimu, hobimu, dan memberikan nasihat-nasihat bijak seolah dia adalah pelindung yang selama ini kamu cari. Bagimu, dia adalah sosok pria impian yang jauh lebih menarik daripada cowok-cowok seangkatanmu yang hanya tahu cara bermain game dan bersikap konyol. Tiga minggu berlalu, dan duniamu kini berputar di sekitar notifikasi ponsel. "Cengar-cengir terus. Punya gebetan baru ya?" goda Isa, sahabatmu, saat kalian sedang duduk di kantin sambil menikmati bakso. Kamu tersedak sedikit, buru-buru menyembunyikan layar ponselmu ke dalam saku seragam. "Apaan sih, Sa? Enggak, cuma... ya, ada yang lagi deket." "Siapa? Anak sekolah sebelah? Atau anak basket?" Isa menyenggol bahumu, matanya berbinar penasaran. Kamu hanya tersenyum simpul, memutar-mutar sedotan di gelas es tehmu. "Ada deh. Pokoknya dia sudah kerja. Kaum 'Halo, Dek' gitu, deh." Isa mengernyitkan dahinya. Kaum 'Halo Dek'?, dia ingin bertanya lebih lanjut tapi melihat wajahmu yang berseri-seri, Isa mengurungkan niatnya dan tersenyum simpul. Kamu sengaja menggantungkan jawabanmu. Kamu tidak berani bilang kalau pria itu berada di atas kapal perang di tengah samudra, dan kamu sama sekali tidak menyebutkan fakta bahwa usianya hampir lima belas tahun lebih tua darimu. Bagimu, perbedaan usia itu bukan masalah, melainkan sebuah prestise yang tidak akan dipahami oleh Isa. Minggu keempat dimulai dengan perubahan nada dalam pesan-pesan Jay. Dia tidak lagi hanya bertanya tentang tugas sekolahmu, tapi mulai masuk ke ruang-ruang yang lebih pribadi. Cara dia berbicara terasa seperti madu—manis, tapi lengket dan menjerat. Malam itu, sekitar pukul sebelas, ponselmu bergetar. Sebuah foto terkirim: pemandangan dek kapal yang gelap dengan latar bulan sabit. "Sepi sekali di sini, Adek Kecil. Cuma ada suara mesin dan ombak," tulisnya. Tak lama, ponselmu berdering. Panggilan suara. Kamu menahan napas sebelum mengangkatnya. "Halo?" "Suaramu kedengeran lelah, (y/n). Belajar sampai selarut ini?" Suara Jay terdengar berat dan sangat dekat, seolah dia sedang berbisik tepat di telingamu. "Iya, Bang Jay. Tugasnya banyak banget," jawabmu pelan, sambil memeluk guling erat-erat. "Anak pintar," pujinya, dan kamu bisa merasakan pipimu memanas hanya karena dua kata itu. "Andai aku di sana, aku bakalan ngacakin rambut kamu atau kasih kamu pelukan singkat sebagai hadiah. Kamu pasti kelihatan cantik banget pakai seragam yang sedikit berantakan itu, kan?" Jantungmu seakan berhenti sejenak. Belum pernah ada yang bicara seperti itu padamu. Kalimatnya terdengar manis dan protektif, namun ada ketegangan aneh yang mulai merayap di dadamu. "Bang Jay... di sana dingin?" tanyamu, mencoba mengalihkan rasa gugupmu. "Dingin. Tapi mikirin kamu bikin suasananya jadi berbeda," suaranya merendah satu oktaf, lebih serak dari biasanya. "Boleh aku minta sesuatu? Aku mau melihat apa yang kamu pakai sekarang. Cuma untuk memastikan kamu nggak kedinginan seperti aku. Kirimkan aku satu foto, ya? Cuma untukku." (cek vt yg sematkan buat lanjutannya) #jay #enhypenedit #enhypenpov #enhypenau

About