@itsyournaaa.__: POV: "Cewek yang kecintaan sama lo itu udah pasti orang gila." Ejekan itu justru lebih terasa seperti sanjungan menggoda baginya—hanya karena kata-kata tajam itu keluar dari bibirmu. Juhoon meloloskan kekehan puas, telunjuknya beralih mengangkat dagumu. "Bagus. Kasih label itu buat diri lo sendiri nanti." Kamu langsung menepis jemarinya kasar. "Stres! Pergi lo ketos sialan!" Cowok itu meninggalkan tawa kecil sebelum angkat kaki dari meja perpustakaan. Baginya, batas mengganggumu hari ini sudah cukup. Lagi pun, Juhoon bukan tipe orang yang suka tinggal di dalam ruang sunyi ini berlama-lama. Batinmu langsung melontarkan seribu makian untuknya. Bagaimana tidak? Ketua OSIS—bahkan predikat itu terlalu baik untuk didapat seorang Kim Juhoon. Atribut tak pernah lengkap, seragam dipakai semaunya, datang telat jadi kebiasaan wajar, bahkan main fisik dianggap normal. Model berandalan jalanan begini jadi number one crush para gadis di sekolah? Sungguh, disukai olehnya adalah situasi paling merugikan untukmu. Juhoon selalu berdiri tegak di antara kenakalan yang diperbuat olehnya—semata karena kuasa orang tuanya, kekayaan yang digunakan dengan sembrono tanpa bisa dibungkam. Dan sikap tak tahu dirinya itu selalu berhasil membuat kebencianmu padanya terus meningkat. Ditambah lagi sikap para pemuja visualnya yang terus mengusik ketenanganmu. Layaknya siang ini, sekumpulan dari penggila ketampanan Juhoon siaga untuk mengganggu. Sementara kamu? Cukup mengatakan sepatah kalimat dengan lantang sebelum pergi dari kerumunan. "Awas makin panas lihat Juhoon khawatir ke gue karena sikap kalian." Senyum nakalmu mengakhiri saling singgung di kantin siang itu. Padahal kata-katamu hanya ancaman tanpa arti—alih-alih mengadu, kamu jelas tak ingin masalah ini jadi makin rumit karena Juhoon yang terlalu suka membesarkan hal sepele. ** Rooftop sekolah yang semula sunyi kini tengah kacau karena suara pukulan gaduh dari arah tangga. Kamu menyunggingkan senyum miring, bersiap menonton drama baru di penghujung hari. Batang permen masih bertahan di mulutmu, sementara kedua matamu menelisik dari celah pilar di sisi bangunan. Lagi dan lagi, embus napasmu keluar dengan kasar. Juhoon? Selalu saja dia jadi bagian utama dari keributan sekolah. Juhoon menyeret kerah lawannya, dihantam keras ke permukaan dinding yang kasar. Bunyi benturan kepala itu membuat bulu kudukmu meremang. Meski badan Juhoon sedikit lebih kecil, tapi tenaganya benar-benar dihabiskan untuk hal semacam ini. "Minta maaf," tajamnya dengan otoritas penuh. "A-ampun, Ju... gue salah..." "Sini lo," perintahnya seraya menarik lengan satu cowok di samping. Edward. Cowok kutu buku itu berjalan dengan kaki gemetar, menghampiri Juhoon yang masih keras mencengkram leher lawannya. "Minta maaf sama dia!" sentak Juhoon lagi. "Udah, Ju... gue aman, kok..." Suara keduanya terlalu kontras, kamu menahan tawa setelah mendengar sepatah kalimat Edward keluar gemetar. "Bodoh. Lo harus bisa ngelawan kalo diganggu," sanggahnya lagi. Cengkraman tangan Juhoon makin rapat, membuat saluran napas cowok kekar di hadapannya terjepit. "G-gue minta maaf, Edward..." Juhoon akhirnya mendorong tubuhnya sampai sudut dinding memukul tulang belakang lawannya keras. "Balikin duit dia. Kalo ada lain kali, lo habis sama gue." Buru-buru cowok itu merogoh saku, mengembalikan dompet yang beberapa saat lalu direbut dari Edward. Juhoon memberi isyarat untuk mereka pergi, sementara dirinya masih ingin bertahan menikmati udara di rooftop sekolah. "Ekhem." Kamu berdehem pelan, memutar stik permen yang tersisa kecil di mulutmu. Mata cowok itu seketika membelalak. Juhoon kembali mengantongi sebatang rokok yang baru ia ambil, kemudian menghampirimu di balik pilar. "Lo ketahuan mau ngerokok, gue bisa kasih bukti ke kepala sekolah," ancammu sengaja memancing. Sementara Juhoon hanya terkekeh rendah. "And then? Am I out?" Kamu mengernyitkan dahi. Jawabannya kali ini sangat mengejek, seolah video darimu bukanlah sesuatu yang bisa mengancam posisinya. ++ di komen #juhoon #cortis #pov #fyp

Nanaa><
Nanaa><
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 09 June 2026 04:57:39 GMT
56086
11557
54
491

Music

Download

Comments

eom_raa
￴￴ ￴￴ ￴￴￴ ￴￴ ￴ ￴￴ ￴￴￴ ￴￴ ￴￴￴ ￴ :
author kesayangan akuhh lop kaaa udh nyiptain pov beginian🫰🫰
2026-06-30 23:04:03
6
co0kie_lluvv
𐙚˚⋆. 𐙚Co0kie🍪𐙚 ˚⋆. 𐙚 :
kak kalau lanjut tag aku yaa
2026-06-11 06:47:10
1
moonriess
ciwull🐰 :
2026-06-09 12:20:08
1
.bilaa_046
@ Bilaa_04 :
Lanjutt dong kk
2026-06-10 05:57:11
1
itsyournaaa.__
Nanaa>< :
drop stiker juju di bawah buat next part💋💋
2026-06-09 05:16:35
0
moutii_chie
moutii :
MANA LANJUTAN NYA KAK
2026-06-12 01:20:34
3
usermaiaak2
mithauw :
lanjutannya mana ya? kok enggak ada
2026-06-23 19:41:52
0
itsyournaaa.__
Nanaa>< :
LANJUTAN DI BAWAH "Cowok nggak waras," desismu sebal. - Juhoon hanya tertawa kecil. Melihat garis senyumnya benar-benar membuatmu menyayangkan satu hal—tawa semanis ini dimiliki seorang berandalan tanpa moral dan empati? Sungguh tidak pantas. - Cowok itu mendekat beberapa langkah, lalu menarik batang permen dari mulutmu, dibawa masuk ke mulutnya sendiri dengan santai. - Matamu refleks mendelik. "Jijik, bego!" - Ia tak bergeming, tak juga membuang batang permen yang coba kamu rampas. "Manis," gumamnya pelan. - Kamu lantas mengalihkan pandangan, kembali fokus ke bangunan asrama yang menjulang tinggi di samping gedung sekolah. Menanggapi Juhoon hanya akan menguras energi, dan kamu jelas tak menginginkan hal itu. - "Obatin," pintanya tiba-tiba memerintah. - Sorot tajammu lantas tertaut dengan miliknya. "Waktu gue nggak seluang itu buat ngurus cowok nggak waras kayak lo."
2026-06-09 05:01:43
124
eom_caeom
eomseonghyeonGf(ʘᴗʘ✿) :
Dubai cwiee cookie guaa, manis, krenyes, mantep 😙
2026-07-11 10:06:58
1
To see more videos from user @itsyournaaa.__, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About