@budakponti_nih: akibat terlalu mendalami peran di film "si buta dari goa hantu", ya begitulah

𝓱𝓮𝓷𝓭𝓻𝓪 𝓹𝓻𝓪𝓽𝓪𝓶𝓪
𝓱𝓮𝓷𝓭𝓻𝓪 𝓹𝓻𝓪𝓽𝓪𝓶𝓪
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 09 June 2026 12:12:04 GMT
171920
15222
86
737

Music

Download

Comments

ciptowijaya42
user34619827846 :
sudah lama aku tidak mendengar kabar nya
2026-06-17 21:22:08
47
tinggikir1s
kecapasin® :
terkadang diam" masih mencari tahu tentang nya😫
2026-06-18 10:50:36
2
khostilll
piece 0f heaven :
spil setelah pergi bgg
2026-06-18 09:38:24
1
muhmmd_sm
Mhmmd_sm :
Ga sampe nikah bg
2026-06-18 10:36:54
1
fall_asc
_Kayy\ 𝐕𝐨𝐥𝐭𝐢𝐱 :
Seketika teringat lgi tentang masakan pavorit nya.
2026-06-18 08:57:52
1
irfanomaly
irfan :
honestly, udah lupa gimana rupa dia pas masih bareng
2026-06-18 04:05:50
3
lii_pejuangrupiah
Lii | KYN :
sangat indah kenangan kita sampai sampai aku masih memikirkanmu sampai saat ini
2026-06-18 05:36:46
1
jihadsajaa
hii,ini suhad :
sudah lama tidak melihat dia dan gak tau dimana sekarang
2026-06-18 06:57:09
1
iinkbankkir
Pa'ink :
aku disini tapi aku ga posting ulang😄
2026-06-17 12:29:37
3
raa_yanaa
sedapkarispecial :
kali ini ego ku terkalahkan jika Bondol juga cakep
2026-06-16 05:45:22
12
leiraaa006
Lexxx06. :
pity☺️
2026-06-18 01:20:00
1
basecamppluto
shopii :
2026-06-16 17:12:31
3
saikoch
Saiko :
namanya siapa woe
2026-06-16 17:11:36
1
bonnans
mas nan 🥇 :
yang tersisa hanya tinggal kenangan itu kekal dan abadi, untuk kmu , aku ada di sini dan aku kuat, jagan lupain kenangan kita di kota bogor , thaks banyak pelajaran yang aku dapet , luka ini akan sembuh pada waktunya, jagan risau , im fine .
2026-06-18 06:30:35
2
To see more videos from user @budakponti_nih, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About