@trusted_mobile_clinic: SAMSUNG S23 PLAIN VIOO ORIGINAL VIPO DUKANI UFUNDI BURE CALL 0677989698 0760297828

trusted_mobile_clini
trusted_mobile_clini
Open In TikTok:
Region: TZ
Tuesday 09 June 2026 14:10:53 GMT
542
16
3
1

Music

Download

Comments

w3stlyf_qode
Westlyf code :
please I want to swap
2026-06-10 11:51:39
1
fadhily.jafary
it's..tidal🦺 :
kioo cha s22 plain bei gn
2026-06-11 22:03:02
0
To see more videos from user @trusted_mobile_clinic, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Langit sore di Keraton Adiningrat berwarna jingga keemasan saat kabar itu datang.  “Raden Ajeng Kirana Larasati akan dipersunting oleh Raden Mas Juandra Haryadiningrat.” Kalimat itu terdengar indah bagi orang lain. Tapi tidak bagimu.  Karena sejak kecil, hidupmu sudah diatur terlalu rapi. Kamu, putri tunggal penasehat kerajaan, dikenal sebagai perempuan sempurna.  Cantik dengan wajah teduh, tutur kata lembut, jalan anggun, dan otak yang luar biasa cerdas. Semua orang selalu bilang.  “Sayang sekali kalau Raden Ajeng Kiran tidak menjadi permaisuri.”  Padahal… Mimpimu bukan duduk di singgasana. Mimpimu adalah membangun.  Kamu lulusan seni arsitektur terbaik. Kamu ingin merancang museum budaya, rumah joglo modern, taman kota, bahkan bercita-cita membuat sekolah seni gratis untuk rakyat biasa.  Tapi semuanya runtuh hanya dalam satu malam. Karena kerajaan membutuhkan keturunan.  Dan putra kedua kerajaan… Raden Mas Juandra Haryadiningrat… dipilih menjadi suamimu.  — Mas Juan terkenal di seluruh keraton. Tinggi. Bahunya lebar. Tatapannya tajam. Wibawanya bikin orang otomatis menunduk saat dia lewat.  Bahkan para abdi dalem sering bilang. “Pangeran tengah itu auranya seperti musim hujan malam hari.”  Dingin. Sunyi. Sulit ditebak.  Berbeda jauh dari kakaknya, Raden Mas Jayendra, putra mahkota yang ramah dan hangat seperti matahari pagi.  Atau adiknya, Raden Mas Jayanda, si bungsu yang gampang akrab dengan siapa saja sampai sering kabur diam-diam naik motor keluar keraton.  Sedangkan Mas Juan? Kalau jalan lorong, suasananya langsung kayak sidang negara.  Semua diam. Semua takut.  Dan sekarang… kamu harus hidup dengannya.  —  Hari pertama pernikahan kalian berlangsung megah. Kebayamu putih keemasan. Sanggulmu penuh melati.  Sedangkan Mas Juan memakai beskap hitam dengan sorot mata datar seolah dia sedang menghadiri rapat penting, bukan menikah.  Bahkan saat ijab selesai dan semua orang bersorak bahagia…  dia cuma melirikmu sebentar lalu berkata pelan, “Capek?”  Kamu bengong. “Hah?”  “Kamu berdiri dari tadi.”  “…oh.”  Lalu selesai. ITU DOANG.  Kamu sampai mikir. “Ya Allah… ini suami apa satpam museum…”  —  Malam pertama bahkan lebih canggung. Kamarmu besar sekali. Lampunya temaram.  Wangi cendana memenuhi ruangan. Kamu duduk tegang di pinggir ranjang sambil memainkan ujung kain.  Mas Juan baru keluar dari kamar mandi dengan piyama hitam.  Dan ASTAGA. Kamu baru sadar… suamimu ini gantengnya keterlaluan.  Rambutnya sedikit basah. Lengannya besar. Dan suaranya berat banget saat bilang, “Kalau gugup, tidur saja dulu.”  Lalu dia… TIDUR DI SOFA.  Kamu melongo. “…loh?”  —  Hari-hari setelah menikah terasa aneh. Mas Juan selalu baik. Sangat baik malah.  Dia tidak pernah membentakmu. Tidak pernah melarangmu. Tidak pernah kasar.  Tapi… dia dingin. Dingin banget.  Kamu ngobrol. “Iya.”  Kamu cerita. “Hm.”  Kamu nanya. “Terserah.”  YAAMPUN.  Kamu sampai curhat ke Jayanda di taman belakang. “Kakakmu itu manusia apa kulkas dua pintu sih…”  Jayanda ngakak sampai hampir jatuh dari kursi.  “Mbak Kiran sabar… Mas Juan emang begitu dari lahir.”  “Lah terus aku harus gimana?!”  “Mungkin… digodain?”  “…hah?”  Jayanda langsung nyengir jail. “Mbak Kiran cantik loh. Tinggal dimanfaatin.”  “JAYANDA!”  —  Awalnya kamu gengsi. Sebagai Raden Ajeng, kamu dikenal kalem dan elegan. Mana mungkin kamu centil-centil begitu?  Tapi… seminggu kemudian… Permaisuri mulai bertanya.  “Kiran… sudah ada tanda-tanda?”  Kamu hampir tersedak teh. Lalu Raja mulai bicara soal keturunan saat makan malam.  Bahkan beberapa bibi kerajaan mulai memberimu jamu aneh-aneh.  Kamu stres.  Akhirnya malam itu… kamu berdiri depan cermin sambil menatap dirimu sendiri memakai dress satin warna cream dengan rambut panjang terurai.  “Malu banget…”  Tapi demi kedamaian hidup… kamu memberanikan diri.  —  Lanjut dikomen... or https://www.whatsapp.com/channel/0029Vb7sXF3Bqbr8JooK2e1q #jeno #nct #pov #povstories #fyp
Langit sore di Keraton Adiningrat berwarna jingga keemasan saat kabar itu datang. “Raden Ajeng Kirana Larasati akan dipersunting oleh Raden Mas Juandra Haryadiningrat.” Kalimat itu terdengar indah bagi orang lain. Tapi tidak bagimu. Karena sejak kecil, hidupmu sudah diatur terlalu rapi. Kamu, putri tunggal penasehat kerajaan, dikenal sebagai perempuan sempurna. Cantik dengan wajah teduh, tutur kata lembut, jalan anggun, dan otak yang luar biasa cerdas. Semua orang selalu bilang. “Sayang sekali kalau Raden Ajeng Kiran tidak menjadi permaisuri.” Padahal… Mimpimu bukan duduk di singgasana. Mimpimu adalah membangun. Kamu lulusan seni arsitektur terbaik. Kamu ingin merancang museum budaya, rumah joglo modern, taman kota, bahkan bercita-cita membuat sekolah seni gratis untuk rakyat biasa. Tapi semuanya runtuh hanya dalam satu malam. Karena kerajaan membutuhkan keturunan. Dan putra kedua kerajaan… Raden Mas Juandra Haryadiningrat… dipilih menjadi suamimu. — Mas Juan terkenal di seluruh keraton. Tinggi. Bahunya lebar. Tatapannya tajam. Wibawanya bikin orang otomatis menunduk saat dia lewat. Bahkan para abdi dalem sering bilang. “Pangeran tengah itu auranya seperti musim hujan malam hari.” Dingin. Sunyi. Sulit ditebak. Berbeda jauh dari kakaknya, Raden Mas Jayendra, putra mahkota yang ramah dan hangat seperti matahari pagi. Atau adiknya, Raden Mas Jayanda, si bungsu yang gampang akrab dengan siapa saja sampai sering kabur diam-diam naik motor keluar keraton. Sedangkan Mas Juan? Kalau jalan lorong, suasananya langsung kayak sidang negara. Semua diam. Semua takut. Dan sekarang… kamu harus hidup dengannya. — Hari pertama pernikahan kalian berlangsung megah. Kebayamu putih keemasan. Sanggulmu penuh melati. Sedangkan Mas Juan memakai beskap hitam dengan sorot mata datar seolah dia sedang menghadiri rapat penting, bukan menikah. Bahkan saat ijab selesai dan semua orang bersorak bahagia… dia cuma melirikmu sebentar lalu berkata pelan, “Capek?” Kamu bengong. “Hah?” “Kamu berdiri dari tadi.” “…oh.” Lalu selesai. ITU DOANG. Kamu sampai mikir. “Ya Allah… ini suami apa satpam museum…” — Malam pertama bahkan lebih canggung. Kamarmu besar sekali. Lampunya temaram. Wangi cendana memenuhi ruangan. Kamu duduk tegang di pinggir ranjang sambil memainkan ujung kain. Mas Juan baru keluar dari kamar mandi dengan piyama hitam. Dan ASTAGA. Kamu baru sadar… suamimu ini gantengnya keterlaluan. Rambutnya sedikit basah. Lengannya besar. Dan suaranya berat banget saat bilang, “Kalau gugup, tidur saja dulu.” Lalu dia… TIDUR DI SOFA. Kamu melongo. “…loh?” — Hari-hari setelah menikah terasa aneh. Mas Juan selalu baik. Sangat baik malah. Dia tidak pernah membentakmu. Tidak pernah melarangmu. Tidak pernah kasar. Tapi… dia dingin. Dingin banget. Kamu ngobrol. “Iya.” Kamu cerita. “Hm.” Kamu nanya. “Terserah.” YAAMPUN. Kamu sampai curhat ke Jayanda di taman belakang. “Kakakmu itu manusia apa kulkas dua pintu sih…” Jayanda ngakak sampai hampir jatuh dari kursi. “Mbak Kiran sabar… Mas Juan emang begitu dari lahir.” “Lah terus aku harus gimana?!” “Mungkin… digodain?” “…hah?” Jayanda langsung nyengir jail. “Mbak Kiran cantik loh. Tinggal dimanfaatin.” “JAYANDA!” — Awalnya kamu gengsi. Sebagai Raden Ajeng, kamu dikenal kalem dan elegan. Mana mungkin kamu centil-centil begitu? Tapi… seminggu kemudian… Permaisuri mulai bertanya. “Kiran… sudah ada tanda-tanda?” Kamu hampir tersedak teh. Lalu Raja mulai bicara soal keturunan saat makan malam. Bahkan beberapa bibi kerajaan mulai memberimu jamu aneh-aneh. Kamu stres. Akhirnya malam itu… kamu berdiri depan cermin sambil menatap dirimu sendiri memakai dress satin warna cream dengan rambut panjang terurai. “Malu banget…” Tapi demi kedamaian hidup… kamu memberanikan diri. — Lanjut dikomen... or https://www.whatsapp.com/channel/0029Vb7sXF3Bqbr8JooK2e1q #jeno #nct #pov #povstories #fyp

About