@last_save.point: Война, которая стерла старый мир и взорвала Найт-Сити... 💥 Радиоактивный пепел, уничтоженный интернет и ядерный удар по Арасака-Тауэр. Лор Четвертой корпоративной войны, после которого мир Киберпанка изменился НАВСЕГДА. За кого топите в этом замесе — за Арасаку или Милитех? 👇 #cyberpunk2077 #киберпанк2077 #arasaka #militech #сильверхенд #лоркиберпанк #взрыварасаки #gamingedit #игровойэдит #рек #fyp

last_save.point
last_save.point
Open In TikTok:
Region: BY
Tuesday 09 June 2026 23:16:47 GMT
42557
3337
57
123

Music

Download

Comments

vladtweri
Forgi :
жаль кроме Арасаки почти в сюжетных квестах другие корпы не раскрывают
2026-06-10 06:38:21
517
angelmorphine1
yeh :
сколько населения в найт сити
2026-06-10 10:56:36
2
smasher20230
Adam.Smasher :
вайб Джонни ближе
2026-06-09 23:34:01
59
qqzaku11
??? :
блин уведомление не пришло, как я понимаю по теме Корп воин всё?
2026-06-10 10:34:11
4
sayonaraaa_sayori
Sayonara_natsuki :
а всмысле Бартмос? там же в сети ад был еще со времен корпоративных войн, нет?
2026-06-10 20:11:21
0
novechok_govnechok
Novechok_Govnechok :
а Совоил типо не главный мировой гигант планеты?
2026-06-10 11:02:29
5
ichigo_1133
flandy :
новая часть Мб будет про милитех а не арасаку
2026-06-10 10:06:07
40
pave1119
Pavel :
да не из Америки Арасака ушла, а из НСША из Найт сити никуда Арасака не уходила, к примеру
2026-06-10 13:09:10
9
rakuzan932
Gonzales34 :
в игре было сказано самим Джонни что он пошел в арасака тауэр из за альт а не войны
2026-06-10 08:47:45
9
fflpls
Главный фанат Арасаки :
Милиткховуы покруче будут, у них Сандевистан и дека с взломом заслона (или как там этот скрипт называется в деке "песнь")
2026-06-10 05:42:23
14
user6787626819056
Жека Заточка :
милитех ближе, там и киносура и чёрный заслон
2026-06-10 06:36:37
5
unus.quattuor.octo.octo
duraq :
По факту только Милитех смог удачно извлечь биочип из Ви
2026-06-10 10:39:21
0
fedork30
f°UwU :
Научком и Мутабор мне ближе
2026-06-10 08:09:01
0
i_from_ukraine228
Don_Juan :
В Джонні,був ядерний заряд, навіщо перекручувати події гри.В такої компанії як Арасака і так тих бомб вистачає.один Смешер ще гірше тих бомб.і якщо розібратися ,то Арасака в грі хороший персонаж
2026-06-10 13:42:06
0
dyuvaz_falcone
2kg перца :
Чем я старше тем больше анархист, я считаю что не должно быть, не господ, не королей, только свободный человек
2026-06-10 10:08:30
0
_blackartyom1_
Чёрный Артём :
Джонни подписал контракт на бомбу с Милитехом
2026-06-10 10:02:04
0
zerorhyme
Rhyme :
Ну, как бы... как говорил мудрец: шо то ху&ня, шо это ху&ня
2026-06-10 10:29:51
0
goatmann_
goatmannᛟ :
офигеть мне тут америку открыли... мда, ненадежный рассказчик Джонни...
2026-06-10 19:46:46
0
jujagrey
JujaGrey :
в плане вооружения милитех получше будет
2026-06-10 08:04:08
0
hbm1710
𝙰𝚕𝚝𝚎𝚛𝚛𝚊 :
@Miabi Hoshimi@
2026-06-10 09:41:59
0
To see more videos from user @last_save.point, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hujan turun malam itu saat Boom mengucapkan janji suci di hadapan Aou. Tangannya gemetar saat cincin disematkan di jarinya, namun matanya tetap penuh cinta. Karena bagi Boom, dicintai Aou sudah terasa seperti keajaiban terbesar dalam hidupnya. Sampai beberapa hari setelah pernikahan itu Boom menghilang. Tanpa jejak. Tanpa kabar. Aou mencarinya seperti orang gila. Ke seluruh sudut kota yang pernah Boom datangi. Namun Boom seperti ditelan dunia. Dan setiap malam, Aou pulang ke rumah mereka dengan mata merah dan hati yang perlahan hancur sedikit demi sedikit. Sampai akhirnya kedua orang tuanya datang membawa kabar paling menyakitkan. “Boom udah meninggal.” Kalimat itu menghancurkan hidup Aou sepenuhnya. Dunianya berhenti malam itu. Lelaki yang dulu selalu tidur di dadanya kini bahkan tidak meninggalkan jasad untuk dipeluk terakhir kali. Dan yang tidak pernah Aou tahu, Boom masih hidup. Dikurung di gedung kosong pinggiran kota. Sendirian. Menangis setiap malam sambil memanggil nama Aou yang tidak pernah datang. Dalangnya adalah kedua orang tua Aou. Karena orang tua Aou sengaja membuat Boom menghilang dari hidup anak mereka. Mereka menginginkan penerus. Keluarga “normal”. Bukan pernikahan yang menurut mereka memalukan. Dan perlahan, Aou menyerah pada hidup. Beberapa bulan kemudian, di bawah tekanan keluarganya, ia akhirnya menikah lagi dengan wanita pilihan orang tuanya. Bukan karena cinta. Melainkan karena dirinya terlalu lelah melawan dunia sendirian. Namun bahkan saat mengucapkan janji pernikahan kedua itu, sebagian hati Aou masih terkubur bersama seseorang bernama Boom. Sampai sore itu datang. Boom berhasil kabur dari gedung tua tempat dirinya dikurung. Tubuhnya penuh luka. Langkahnya lemah. Namun satu-satunya tempat yang ingin ia tuju hanyalah rumahnya bersama Aou. Rumah tempat ia pernah merasa dicintai. Dengan tangan gemetar, Boom mengetuk pintu rumah itu perlahan. Dan saat pintu terbuka dunianya runtuh. Seorang wanita hamil berdiri di depannya sambil tersenyum bingung. “Cari siapa ya?” Boom membeku. Napasnya tercekat pelan. Dan tepat saat itu, suara yang paling dirindukannya terdengar dari dalam rumah. “Siapa yang datang, sayang?” Aou keluar sambil berjalan mendekat. Namun langkahnya langsung berhenti saat melihat Boom berdiri di depan rumah mereka. Hening. Dunia terasa sunyi. Mata Aou membesar penuh tidak percaya, sementara Boom hanya menatapnya dengan mata yang perlahan dipenuhi air mata. Karena ternyata selama ia berjuang bertahan hidup di tempat mengerikan itu Aou sudah memiliki keluarga baru. Boom tertawa kecil. Tawa yang terdengar lebih mirip tangisan patah hati. Langkahnya mundur perlahan. Air matanya jatuh tanpa bisa dihentikan. “Aku…” suaranya pecah, “aku kira rumah ini masih nunggu aku.” “Aku pikir… kamu udah…” suara Aou gemetar hebat. Boom menggeleng pelan sambil mengeluarkan map lusuh dari tas kecilnya. “Orang tua kamu yang nyulik aku.” Kalimat itu membuat wajah Aou langsung pucat. Di dalam map itu ada foto-foto, rekaman suara, dan semua bukti tentang bagaimana kedua orang tuanya menyiksa dan mengurung Boom selama berbulan-bulan. Tangan Aou gemetar saat membukanya. Dunianya runtuh untuk kedua kalinya. Karena ternyata orang yang menghancurkan hidup mereka… adalah keluarganya sendiri. Boom tersenyum kecil dengan mata penuh luka. “Aku bertahan hidup karena aku pikir kamu bakalan nunggu aku pulang ke kamu…” Tangis Aou pecah saat itu juga. Namun semuanya sudah terlambat. Karena Boom menatap wanita hamil di belakang Aou sebentar sebelum akhirnya berbisik lirih, “Sekarang aku sadar… rumah itu udah bukan punya aku lagi.” Dan kalimat yang paling menghancurkan Aou adalah saat Boom tersenyum sambil menangis lalu berkata— “Selamat ya… akhirnya kamu dapet keluarga yang orang tua kamu mau.” Setelah itu, Boom pergi. Kali ini benar-benar pergi. Meninggalkan Aou berdiri hancur di depan rumah yang dulu mereka bangun bersama sambil membawa penyesalan yang akan menghantuinya seumur hidup. #aouboom #aou_tnbknr #besevboom #fyppppppppppppppppppppppp
Hujan turun malam itu saat Boom mengucapkan janji suci di hadapan Aou. Tangannya gemetar saat cincin disematkan di jarinya, namun matanya tetap penuh cinta. Karena bagi Boom, dicintai Aou sudah terasa seperti keajaiban terbesar dalam hidupnya. Sampai beberapa hari setelah pernikahan itu Boom menghilang. Tanpa jejak. Tanpa kabar. Aou mencarinya seperti orang gila. Ke seluruh sudut kota yang pernah Boom datangi. Namun Boom seperti ditelan dunia. Dan setiap malam, Aou pulang ke rumah mereka dengan mata merah dan hati yang perlahan hancur sedikit demi sedikit. Sampai akhirnya kedua orang tuanya datang membawa kabar paling menyakitkan. “Boom udah meninggal.” Kalimat itu menghancurkan hidup Aou sepenuhnya. Dunianya berhenti malam itu. Lelaki yang dulu selalu tidur di dadanya kini bahkan tidak meninggalkan jasad untuk dipeluk terakhir kali. Dan yang tidak pernah Aou tahu, Boom masih hidup. Dikurung di gedung kosong pinggiran kota. Sendirian. Menangis setiap malam sambil memanggil nama Aou yang tidak pernah datang. Dalangnya adalah kedua orang tua Aou. Karena orang tua Aou sengaja membuat Boom menghilang dari hidup anak mereka. Mereka menginginkan penerus. Keluarga “normal”. Bukan pernikahan yang menurut mereka memalukan. Dan perlahan, Aou menyerah pada hidup. Beberapa bulan kemudian, di bawah tekanan keluarganya, ia akhirnya menikah lagi dengan wanita pilihan orang tuanya. Bukan karena cinta. Melainkan karena dirinya terlalu lelah melawan dunia sendirian. Namun bahkan saat mengucapkan janji pernikahan kedua itu, sebagian hati Aou masih terkubur bersama seseorang bernama Boom. Sampai sore itu datang. Boom berhasil kabur dari gedung tua tempat dirinya dikurung. Tubuhnya penuh luka. Langkahnya lemah. Namun satu-satunya tempat yang ingin ia tuju hanyalah rumahnya bersama Aou. Rumah tempat ia pernah merasa dicintai. Dengan tangan gemetar, Boom mengetuk pintu rumah itu perlahan. Dan saat pintu terbuka dunianya runtuh. Seorang wanita hamil berdiri di depannya sambil tersenyum bingung. “Cari siapa ya?” Boom membeku. Napasnya tercekat pelan. Dan tepat saat itu, suara yang paling dirindukannya terdengar dari dalam rumah. “Siapa yang datang, sayang?” Aou keluar sambil berjalan mendekat. Namun langkahnya langsung berhenti saat melihat Boom berdiri di depan rumah mereka. Hening. Dunia terasa sunyi. Mata Aou membesar penuh tidak percaya, sementara Boom hanya menatapnya dengan mata yang perlahan dipenuhi air mata. Karena ternyata selama ia berjuang bertahan hidup di tempat mengerikan itu Aou sudah memiliki keluarga baru. Boom tertawa kecil. Tawa yang terdengar lebih mirip tangisan patah hati. Langkahnya mundur perlahan. Air matanya jatuh tanpa bisa dihentikan. “Aku…” suaranya pecah, “aku kira rumah ini masih nunggu aku.” “Aku pikir… kamu udah…” suara Aou gemetar hebat. Boom menggeleng pelan sambil mengeluarkan map lusuh dari tas kecilnya. “Orang tua kamu yang nyulik aku.” Kalimat itu membuat wajah Aou langsung pucat. Di dalam map itu ada foto-foto, rekaman suara, dan semua bukti tentang bagaimana kedua orang tuanya menyiksa dan mengurung Boom selama berbulan-bulan. Tangan Aou gemetar saat membukanya. Dunianya runtuh untuk kedua kalinya. Karena ternyata orang yang menghancurkan hidup mereka… adalah keluarganya sendiri. Boom tersenyum kecil dengan mata penuh luka. “Aku bertahan hidup karena aku pikir kamu bakalan nunggu aku pulang ke kamu…” Tangis Aou pecah saat itu juga. Namun semuanya sudah terlambat. Karena Boom menatap wanita hamil di belakang Aou sebentar sebelum akhirnya berbisik lirih, “Sekarang aku sadar… rumah itu udah bukan punya aku lagi.” Dan kalimat yang paling menghancurkan Aou adalah saat Boom tersenyum sambil menangis lalu berkata— “Selamat ya… akhirnya kamu dapet keluarga yang orang tua kamu mau.” Setelah itu, Boom pergi. Kali ini benar-benar pergi. Meninggalkan Aou berdiri hancur di depan rumah yang dulu mereka bangun bersama sambil membawa penyesalan yang akan menghantuinya seumur hidup. #aouboom #aou_tnbknr #besevboom #fyppppppppppppppppppppppp

About