@tuva7397: #тыва #тыватикток #тываырылар #рекомендации #fyp

Тыва ырылар
Тыва ырылар
Open In TikTok:
Region: BY
Wednesday 10 June 2026 01:56:48 GMT
8008
503
5
27

Music

Download

Comments

dyixod8wv9g8
17 :
Ырының ады ?
2026-06-13 09:53:06
0
serinnn_074
синильга 🏹 :
футаж дайтеее
2026-06-13 12:54:09
0
s5211079
Ssss'📿🎸 :
🔥🔥🔥🥰
2026-06-10 07:37:02
0
polza.horosh
POLZA :
🥰🥰🥰
2026-06-11 15:41:10
0
To see more videos from user @tuva7397, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

𝗙𝗘𝗘 𝗥𝗣𝟭 𝗠𝗜𝗟𝗜𝗔𝗥 𝗗𝗜𝗧𝗔𝗥𝗜𝗞 𝗥𝗜𝗗𝗪𝗔𝗡, 𝗗𝗜𝗦𝗘𝗕𝗨𝗧 𝗜𝗡𝗜𝗦𝗜𝗔𝗧𝗜𝗙 𝗣𝗥𝗜𝗕𝗔𝗗𝗜. 𝗟𝗔𝗟𝗨, 𝗡𝗔𝗠𝗔 𝗚𝗨𝗦 𝗬𝗔𝗤𝗨𝗧 𝗗𝗜𝗦𝗘𝗥𝗘𝗧-𝗦𝗘𝗥𝗘𝗧 𝗛𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔 𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗧𝗘𝗥𝗗𝗔𝗞𝗪𝗔’ Di persidangan, Kamis (15/10/2026), terungkap pengakuan Direktur Operasional PT Tauba Zakka Atkia, Dian Arista Rahmat, yang membayar USD 66.000 atau lebih dari Rp1 miliar kepada Ridwan Kurniawan untuk mempercepat keberangkatan jemaah haji khusus tanpa antrean alias TNol. Ketika ditanya jaksa, Dian menegaskan nominalnya USD 66.000, bukan USD 76.000 seperti yang disebutkan dalam keterangan Ridwan sebelumnya. Yang menarik, dalam pemberitaan persidangan ini, penarikan fee tersebut disebut sebagai inisiatif pribadi Ridwan Kurniawan. Bahkan, ketika jaksa bertanya apakah sosok “bos” yang dimaksud Ridwan mengarah kepada Yaqut Cholil Qoumas, jawabannya justru: “Tidak, saya tidak tahu.” Ridwan juga sebelumnya menegaskan tidak ada arahan atau instruksi dari Gus Yaqut dan menyatakan Gus Yaqut tidak menerima fee tersebut. Lalu, apa yang sebenarnya terungkap di ruang sidang? Ada pembayaran USD 66.000 dari PT Tauba kepada Ridwan, ada keterangan bahwa fee itu merupakan inisiatif pribadi, dan ada pengakuan Ridwan sendiri bahwa ia tidak tahu apakah sosok “bos” yang dimaksud adalah Gus Yaqut. Kalau keterangannya seperti ini, jangan campuradukkan siapa yang disebut menerima uang, siapa yang berinisiatif menarik fee, dan siapa yang benar-benar disebut dalam kesaksian. Bedakan fakta persidangan dengan dugaan!
𝗙𝗘𝗘 𝗥𝗣𝟭 𝗠𝗜𝗟𝗜𝗔𝗥 𝗗𝗜𝗧𝗔𝗥𝗜𝗞 𝗥𝗜𝗗𝗪𝗔𝗡, 𝗗𝗜𝗦𝗘𝗕𝗨𝗧 𝗜𝗡𝗜𝗦𝗜𝗔𝗧𝗜𝗙 𝗣𝗥𝗜𝗕𝗔𝗗𝗜. 𝗟𝗔𝗟𝗨, 𝗡𝗔𝗠𝗔 𝗚𝗨𝗦 𝗬𝗔𝗤𝗨𝗧 𝗗𝗜𝗦𝗘𝗥𝗘𝗧-𝗦𝗘𝗥𝗘𝗧 𝗛𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔 𝗝𝗔𝗗𝗜 𝗧𝗘𝗥𝗗𝗔𝗞𝗪𝗔’ Di persidangan, Kamis (15/10/2026), terungkap pengakuan Direktur Operasional PT Tauba Zakka Atkia, Dian Arista Rahmat, yang membayar USD 66.000 atau lebih dari Rp1 miliar kepada Ridwan Kurniawan untuk mempercepat keberangkatan jemaah haji khusus tanpa antrean alias TNol. Ketika ditanya jaksa, Dian menegaskan nominalnya USD 66.000, bukan USD 76.000 seperti yang disebutkan dalam keterangan Ridwan sebelumnya. Yang menarik, dalam pemberitaan persidangan ini, penarikan fee tersebut disebut sebagai inisiatif pribadi Ridwan Kurniawan. Bahkan, ketika jaksa bertanya apakah sosok “bos” yang dimaksud Ridwan mengarah kepada Yaqut Cholil Qoumas, jawabannya justru: “Tidak, saya tidak tahu.” Ridwan juga sebelumnya menegaskan tidak ada arahan atau instruksi dari Gus Yaqut dan menyatakan Gus Yaqut tidak menerima fee tersebut. Lalu, apa yang sebenarnya terungkap di ruang sidang? Ada pembayaran USD 66.000 dari PT Tauba kepada Ridwan, ada keterangan bahwa fee itu merupakan inisiatif pribadi, dan ada pengakuan Ridwan sendiri bahwa ia tidak tahu apakah sosok “bos” yang dimaksud adalah Gus Yaqut. Kalau keterangannya seperti ini, jangan campuradukkan siapa yang disebut menerima uang, siapa yang berinisiatif menarik fee, dan siapa yang benar-benar disebut dalam kesaksian. Bedakan fakta persidangan dengan dugaan!

About