@tiwi35472: #CapCut

tiwi35472
tiwi35472
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 10 June 2026 06:04:00 GMT
3682
144
23
71

Music

Download

Comments

shandora18
shandora :
dan aku jg nskalan segenit & secentil itu😂😂😂
2026-06-10 12:17:19
1
momsachi1
MomSachi :
lucuuk😁😁
2026-06-10 12:47:25
0
mama_rr4
limbok :
hahaha😂😂😂😂😂😂
2026-06-10 12:36:06
0
mirna.setiyadi
mirna setiyadi :
Huahahaahaaahaaaahaaaaa🤣😂🤭
2026-06-10 10:56:12
1
riniwasilah6
Rini Wasilah :
😂😂😂 kucing aja se genit itu ya
2026-06-10 12:06:22
1
ratnakiranafreelance
RATNA KIRANA FREELANCE :
hahaha gayamu mbul jalanya asiik bngt
2026-06-10 12:18:25
0
user1444944093342intanl
Intan L :
happy nyaaa. langkanya pun JD ringan gemulai ya. he he. hanya ada di AI tik tok.niy
2026-06-10 10:49:18
0
liasjakib4
LiaSjakib :
😂😂😂
2026-06-10 11:15:51
1
sumanti421
Sumanti :
😂😂😂😂😂
2026-06-10 13:42:20
0
ikoh.vivi
Rofiqoh :
😂😂
2026-06-10 13:40:12
0
liliese_
LILIS K :
😅😂😂🤣
2026-06-10 13:46:10
0
tripunsz5ih
TriPudjiRahayuuuu :
😂😂
2026-06-10 13:00:21
0
3_ath.tha
Ibnujaviermirza :
🙃
2026-06-10 13:44:55
0
srinurhayati653
esenha :
😂😂😂
2026-06-10 13:12:34
0
mey_gea
𝙼𝚎𝚢_𝙶𝚎𝚊 :
😂😂😂😂
2026-06-10 11:35:32
0
affiyahmakjah
Affiyah :
🥰🥰🥰
2026-06-10 11:14:35
0
siwi.murwani6
Siwi Murwani :
😁😁😁😁😁
2026-06-10 11:04:56
0
rismalinda222
rismalinda131 :
🤣🤣🤣🤣
2026-06-10 13:28:34
0
asiahaas436
asiahaas436 :
😂😂😂😂😂
2026-06-10 13:48:00
0
To see more videos from user @tiwi35472, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Musim panas 1999, denting piano yang lembut mengalun, disusul dengan suara Ruth Sahanaya yang membelai dengan getaran rasa yang menggantung di udara. “Di lubuk hatiku tersimpan, ada rasa bimbang yang enggan kuceritakan,” tuturnya lirih, seperti seorang sahabat yang berbisik di telinga saat larut malam. Lagu “Keliru” bukan sekadar balada, melainkan sebuah pengakuan utuh yang berhasil membongkar emosi paling rumit dari hati yang tersesat. Saat itu, Indonesia baru saja keluar dari badai Reformasi, dan lagu ini menjadi titik pelarian yang sempurna bagi jiwa-jiwa yang lelah.  “Keliru” adalah lagu pop balada yang lahir dari kepiawaian dua maestro dari grup Java Jive, Capung dan Fatur. Mereka menciptakan nada yang sederhana namun menusuk kalbu ini untuk sang diva. Ketegangan yang menyelimuti proses kreatif justru terletak pada ekspektasi publik. Selepas album *Kasih* yang tertunda, mampukah Ruth Sahanaya melampaui bayang-bayang hits megah “Kaulah Segalanya”? Kariernya sempat stagnan, dan panggung musik nasional penuh dengan gemuruh irama yang berbeda. Namun, kekhawatiran itu sirna seketika. Ketika lagu ini diputar di radio, ia menjadi virus yang tak terbendung. “Keliru” meledak dan bertahan berbulan-bulan di ratusan tangga lagu radio Tanah Air. Kejayaannya semakin lengkap saat ia menjadi *soundtrack* sinetron legendaris Jangan Ucapkan Cinta (1999-2000) yang tayang di RCTI. Album Kasih langsung diserbu pasar, meraih penghargaan *Platinum Ganda* karena sukses terjual fantastis. “Keliru” berhasil mengubah sang diva dari sekadar penyanyi hebat menjadi sebuah ikon sejati yang mampu berbicara langsung dengan detak jantung pendengarnya. Transformasi itu juga membawanya ke panggung Asia, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu suara terbesar di kawasan. Visual Discography Lagu “Keliru” menjadi track pembuka dalam album studio kelima Ruth Sahanaya yang bertajuk Kasih, dirilis secara resmi pada tahun 1999 melalui label rekaman raksasa Tanah Air, PT. Aquarius Musikindo (AQM). Album ini hadir dalam dua format fisik populer masa itu: Kaset (Cassette) dan CD (Compact Disc), menjadikannya koleksi wajib bagi para penggemar di akhir dekade 90-an. Sampul album menampilkan foto potret Ruth Sahanaya dengan balutan busana modern yang hangat, dikelilingi oleh nuansa warna oranye dan emas yang merepresentasikan kehangatan dan kebimbangan jiwa, mencerminkan tema lirik
Musim panas 1999, denting piano yang lembut mengalun, disusul dengan suara Ruth Sahanaya yang membelai dengan getaran rasa yang menggantung di udara. “Di lubuk hatiku tersimpan, ada rasa bimbang yang enggan kuceritakan,” tuturnya lirih, seperti seorang sahabat yang berbisik di telinga saat larut malam. Lagu “Keliru” bukan sekadar balada, melainkan sebuah pengakuan utuh yang berhasil membongkar emosi paling rumit dari hati yang tersesat. Saat itu, Indonesia baru saja keluar dari badai Reformasi, dan lagu ini menjadi titik pelarian yang sempurna bagi jiwa-jiwa yang lelah. “Keliru” adalah lagu pop balada yang lahir dari kepiawaian dua maestro dari grup Java Jive, Capung dan Fatur. Mereka menciptakan nada yang sederhana namun menusuk kalbu ini untuk sang diva. Ketegangan yang menyelimuti proses kreatif justru terletak pada ekspektasi publik. Selepas album *Kasih* yang tertunda, mampukah Ruth Sahanaya melampaui bayang-bayang hits megah “Kaulah Segalanya”? Kariernya sempat stagnan, dan panggung musik nasional penuh dengan gemuruh irama yang berbeda. Namun, kekhawatiran itu sirna seketika. Ketika lagu ini diputar di radio, ia menjadi virus yang tak terbendung. “Keliru” meledak dan bertahan berbulan-bulan di ratusan tangga lagu radio Tanah Air. Kejayaannya semakin lengkap saat ia menjadi *soundtrack* sinetron legendaris Jangan Ucapkan Cinta (1999-2000) yang tayang di RCTI. Album Kasih langsung diserbu pasar, meraih penghargaan *Platinum Ganda* karena sukses terjual fantastis. “Keliru” berhasil mengubah sang diva dari sekadar penyanyi hebat menjadi sebuah ikon sejati yang mampu berbicara langsung dengan detak jantung pendengarnya. Transformasi itu juga membawanya ke panggung Asia, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu suara terbesar di kawasan. Visual Discography Lagu “Keliru” menjadi track pembuka dalam album studio kelima Ruth Sahanaya yang bertajuk Kasih, dirilis secara resmi pada tahun 1999 melalui label rekaman raksasa Tanah Air, PT. Aquarius Musikindo (AQM). Album ini hadir dalam dua format fisik populer masa itu: Kaset (Cassette) dan CD (Compact Disc), menjadikannya koleksi wajib bagi para penggemar di akhir dekade 90-an. Sampul album menampilkan foto potret Ruth Sahanaya dengan balutan busana modern yang hangat, dikelilingi oleh nuansa warna oranye dan emas yang merepresentasikan kehangatan dan kebimbangan jiwa, mencerminkan tema lirik "Keliru" yang penuh dengan emosi mendalam dan kontemplatif.

About