hallo_wijaya01 :
Berat sepertinya, bukan masalah ga fair atau apa yak bang, masalahnya begini bang, mk pernah menolak hal yg serupa bahwa yang daftar asn p3k lalu minta diangkat menjadi pns ditolak oleh MK dan Prof. Saldi Isra juga sudah memberikan peringatan tegas.
Jadi kalo seperti ini kan bagi seorang jaksa dan atau pns lain ketika ada formasi lain ingin jadi jaksa atau p3k ingin jadi pns maka akan muncul rasa ketidakadilan bagi yang masuk jadi jaksa dari s1 hukum ketika melihat non jaksa yang ingin diangkat menjadi jaksa atau yg jadi pns ketika melihat p3k diangkat jadi pns.
Yang sudah menjadi jaksa dan pns pasti berjuangnya mati2an dan sudah mengeluarkan banyak uang, waktu dan lain” dari semenjak dia kuliah, pastinya bakal merasa ga fair bagi jaksa atau pns ketika formasinya bisa dimasuki oleh formasi lain/ p3k diangkat menjadi jaksa atau pns.
Kuliah hukum itu keluar duit banyak, mengorbankan waktu 4 tahun, tenaga dan pikiran, tidak digaji juga, dbeda halnya dengan yang masuk instansi dulu baru kuliah, enak banget dapet gaji lalu baru kuliah, itupun kuliah online juga banyak yang cari gelar/ formalitas seperti di Universitas Terbuka, saya masalahnya punya kenalan yang kaya gtu soalnya bang masuk instansi lalu kuliah tapi kuliahnya juga main” sebatas formalitas untuk cari gelar naik jabatan.
Dan ini ada rencana dari formasi non jaksa atau p3k minta diangkat dan disetarain menjadi jaksa atau p3k menjadi pns. Ya ga fair, peraturan terbaru itu udah bagus dan fair.. Salam birokrasi bang, salah seorang orang tua saya juga orang birokrasi bang, jadinya saya berani cakap begini, terima kasih..
2026-06-12 09:11:47