@julakbahandang029: Dalam Islam, akal yang sehat dan berfungsi dengan baik pasti akan menuntun pemiliknya kepada keimanan. Setelah seseorang menggunakan akalnya untuk bertauhid dan beriman kepada Allah (sebagai hubungan vertikal/Hablum Minallah), maka manifestasi tertinggi dari berfungsinya akal tersebut dalam hubungan horizontal (Hablum Minannas) adalah lemah lembut. Orang yang berakal paham bahwa memaksakan kehendak dengan keras justru akan menjauhkan orang lain dari kebenaran. Orang yang keras, kasar, dan mudah marah sebenarnya sedang dikuasai oleh hawa nafsu, bukan akalnya. Bersikap lembut di tengah ego manusia yang beragam membutuhkan kecerdasan emosional yang tinggi. Kekerasan melahirkan penolakan, sedangkan kelembutan melahirkan simpati. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada Nabi Muhammad ﷺ: "Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu..." (QS. Ali 'Imran: 159). #fyp