@rafizcie2: Jangan terjebak dalam kondisi dunning kruger effect, taunya cuma dikit justu merasa paling ahli, sok memaksa argumen dan sok tahu agar tidak terlihat bodoh padahal mah kosong😊 #doodle #sketch #drawing #creative #creatorsearchinsights

Rafizcie
Rafizcie
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 10 June 2026 12:46:38 GMT
275
20
2
0

Music

Download

Comments

qays.id
Qays Zakaria :
♥️♥️♥️
2026-06-18 22:44:30
0
To see more videos from user @rafizcie2, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Keonho dan tugas kelompok sialan dari sekolah hari ini sukses meruntuhkan semua rencana pelarianmu dalam sekejap. Perjalanan menggunakan mobil sport mewah milik cowok itu terasa begitu canggung.  Sepanjang jalan, kamu memilih melemparkan pandangan lurus ke luar jendela, mengabaikan Keonho yang sesekali bersiul santai sambil mengetuk kemudi mengikuti irama lagu yang berputar pelan. Sifat tengilnya seperti tidak pernah habis, bahkan saat mengemudi pun dia sempat-sempatnya mencuri pandang untuk menikmati wajah menekukmu. Mobil akhirnya melambat dan melewati gerbang besi hitam yang menjulang tinggi, membuka pemandangan sebuah mansion megah bergaya modern klasik yang sangat luas. Halaman rumput yang tertata rapi, air mancur besar di tengah, dan pilar-pilar beton kokoh seolah menegaskan status sosial keluarga mereka yang berada di puncak piramida makanan. Nama besar konglomerat mereka yang biasanya hanya kamu dengar di sekolah, kini berdiri nyata di depan matamu.
POV : Keonho dan tugas kelompok sialan dari sekolah hari ini sukses meruntuhkan semua rencana pelarianmu dalam sekejap. Perjalanan menggunakan mobil sport mewah milik cowok itu terasa begitu canggung. Sepanjang jalan, kamu memilih melemparkan pandangan lurus ke luar jendela, mengabaikan Keonho yang sesekali bersiul santai sambil mengetuk kemudi mengikuti irama lagu yang berputar pelan. Sifat tengilnya seperti tidak pernah habis, bahkan saat mengemudi pun dia sempat-sempatnya mencuri pandang untuk menikmati wajah menekukmu. Mobil akhirnya melambat dan melewati gerbang besi hitam yang menjulang tinggi, membuka pemandangan sebuah mansion megah bergaya modern klasik yang sangat luas. Halaman rumput yang tertata rapi, air mancur besar di tengah, dan pilar-pilar beton kokoh seolah menegaskan status sosial keluarga mereka yang berada di puncak piramida makanan. Nama besar konglomerat mereka yang biasanya hanya kamu dengar di sekolah, kini berdiri nyata di depan matamu. "Turun Ntik, kita udah nyampe," ucap Keonho santai setelah memarkirkan mobilnya di lobi depan. Kamu turun dengan langkah kaku, mendekap tas sekolahmu erat-erat di depan dada. Rasa terintimidasi mendadak merayap di hatimu melihat kemewahan yang terlampau kontras dengan kehidupan serumahmu yang sederhana. Keonho berjalan di depanmu, memimpin jalan melewati pintu ganda kayu jati yang besar. Langkah kakimu terasa begitu kaku saat melewati koridor mansion megah ini, hingga akhirnya Keonho membukakan pintu sebuah ruangan luas di lantai dua. Ruang belajar pribadinya tampak sangat mewah, dikelilingi rak buku kayu jati yang menjulang tinggi, sofa kulit yang nyaman, dan sebuah meja kerja besar yang dilengkapi komputer berspesifikasi tinggi. Aroma parfum wood-scent mahalnya menguar kuat di ruangan ini, menegaskan bahwa ini adalah wilayah kekuasaannya. "Duduk, Ntik. Gak usah tegang gitu napa? gue gak bakal gigit kok," ucap Keonho santai sambil melempar tasnya ke sofa. Kamu memilih mengabaikan ucapannya, buru-buru menarik kursi dan menyalakan komputer. Kamu ingin tugas sosiologi ini cepat selesai agar bisa segera pulang dan keluar dari perangkapnya. Kamu mulai fokus mengetik landasan teori riset, jemarimu bergerak lincah di atas papan ketik sementara matamu terkunci lurus pada layar monitor. Namun, ketenanganmu tidak bertahan lama. Keonho—yang seharusnya ikut membaca materi, sama sekali tidak menyentuh bukunya. Cowok itu justru menarik kursi berodanya mendekat, memangkas jarak di antara kalian hingga bahu tegapnya bersentuhan dengan bahumu. "Serius banget dah? Muka lo kalau lagi fokus gini malah keliatan galak, tapi... gemesin," bisik Keonho dengan nada renyah yang sarat akan ketengilan. "Keonho, diem. Baca tuh bab dua kalau mau dapet nilai," ketusmu tanpa menoleh sedikit pun, berusaha mengabaikan debaran aneh di dadamu akibat posisinya yang terlalu dekat. Melihatmu yang terus mengabaikannya, sifat jahil Keonho mulai keluar. Tanpa permisi, dia mengangkat tangan kanannya, lalu dengan gerakan yang sangat halus, jemarinya mulai memainkan sejumput rambut belakangmu—memilinnya pelan, lalu menyelipkannya ke belakang pundakmu. "Apasih? Lepasin gak!" desismu kesal sambil menepis tangannya, namun Keonho hanya terkekeh puas tanpa dosa. Melihat tepisan tanganmu yang cukup keras, Keonho bukannya kapok, malah makin melebarkan cengirannya. Dia justru menopang dagunya dengan satu tangan di atas meja, sengaja memiringkan kepalanya agar bisa menatap profil samping wajahmu dengan jarak yang sangat dekat. "Galak amat sih, Ntik? Nanti cepet tua lho," godanya lagi, sama sekali tidak terpengaruh oleh tatapan mematikan yang kamu berikan. Kamu mengembuskan napas berat, berusaha menahan diri agar tidak melempar mouse komputer di tanganmu langsung ke wajah tampan namun menyebalkan itu. Kamu memilih kembali fokus pada layar monitor, mengabaikan eksistensinya yang sangat mengganggu fokus. [💬+]comsec #CORTIS #fiction #keonhoedit #keonho #povstories

About