@alanzi_922:

🇸🇦alanzi🇸🇦
🇸🇦alanzi🇸🇦
Open In TikTok:
Region: SA
Wednesday 10 June 2026 14:34:14 GMT
372180
5693
234
14226

Music

Download

Comments

caxr8
بو نواف :
صار يفكر بالموضوع الأخ
2026-06-11 16:16:44
64
hhhlll234
🇸🇦❤️‍🔥بنت العرب❤️‍🔥 🇸🇦 :
من بعد الفديو محد معطيه
2026-06-12 08:58:16
7
msk8902
. :
خوش نصيحه😂😂😂
2026-06-11 05:59:54
15
al___.eashiq
abu___ Jafar :
يانفس كوني بالعلاة مجدا
2026-06-12 10:56:35
1
user3823222448745
سوري وافتخر :
مابدك شريك بالشغل 😂😂😂
2026-06-12 11:29:11
0
dy1m5md0y488
🌷گبرياء فتاة أدلبية🌷 :
والله مااحسن اشحد 🥺
2026-06-11 06:42:35
10
user9474706763602
ٖابو حسام مالك العودي :
ههه‍ههه‍ههههههههههههههه
2026-06-12 11:00:01
0
user69785679818606
اسنافي الماربي :
ههههه
2026-06-12 11:16:53
0
akrdaogmail.com
🎷أوليفيا🎻🎭 :
بعد حشاك ههههه قالتلو شغل حلو 😂
2026-06-11 16:14:31
2
user30182350263088
حميد الطويل :
2026-06-12 06:40:03
1
nnssrr20
Nassr ابورزان :
لاحول ولاقوة إلا بلله
2026-06-11 16:25:57
0
azazzza.za.1.1
♛🇰🇼سيف🇰🇼♛ :
2026-06-12 00:42:56
1
myyma00
ميـــما 🇸🇦 :
الله يكرمه ويعطيه حتى يرضيه
2026-06-11 18:00:04
2
ameen7795
MuhammadM.Tareen🇧🇫🖤M،M🖤 :
2026-06-10 17:05:47
0
f_raa_7
﮼ابو﮼ليلئ ♯̶🥀 :
2026-06-12 10:14:16
0
xbccb14
علي مضيع :
والله عحبني اترك شغل و اشتغل معو,😂😂😂
2026-06-12 10:21:48
0
user2988193808204
عبدالله ☪️ :
والله تفهم😂
2026-06-11 00:01:37
0
To see more videos from user @alanzi_922, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Hari kedua OSPEK terasa jauh lebih melelahkan, terutama dengan tekanan mental yang diberikan Senior Zhao semalam. Kamu duduk sendirian di pojok kantin, berusaha mengabaikan keriuhan sekitar sambil menggigit hotdog-mu. Di dalam pikiranmu, kamu masih menyusun rencana bagaimana cara menghindari Zhao seharian ini. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama.
POV : Hari kedua OSPEK terasa jauh lebih melelahkan, terutama dengan tekanan mental yang diberikan Senior Zhao semalam. Kamu duduk sendirian di pojok kantin, berusaha mengabaikan keriuhan sekitar sambil menggigit hotdog-mu. Di dalam pikiranmu, kamu masih menyusun rencana bagaimana cara menghindari Zhao seharian ini. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. "Eh, sendirian aja? Maba ya?" sebuah suara asing menginterupsi. Kamu mendongak dan mendapati tiga orang kakak tingkat—sedang berdiri mengelilingi mejamu dengan senyum yang dibuat-berlebihan. Salah satu dari mereka, yang memakai jaket denim, menggeser kursi dan duduk tepat di depanmu tanpa izin. "Boleh dong minta nomor WhatsApp-nya? Buat jaga-jaga kalau lo butuh bantuan di kampus," ucap si jaket denim sambil menyodorkan ponselnya ke arahmu. Teman-temannya di belakang mulai bersiul-siul kecil, membuatmu merasa sangat tidak nyaman dan menjadi pusat perhatian di kantin. Kamu mencoba menggeleng sopan. "Maaf, Kak, saya nggak bawa HP." "Masa hari gini nggak bawa HP? Pelit banget sih," sahut yang lain sambil tertawa, mulai berani menyentuh pinggiran nampan makananmu. "Bagi dikit lah, atau mau kita temenin makannya?" Tepat saat kamu merasa terpojok dan ingin segera pergi, suasana kantin yang tadinya bising mendadak berubah menjadi sunyi yang mencekam. Sebuah bayangan tinggi jatuh menutupi mejamu. Brak! Sebuah clipboard dihempaskan dengan keras ke atas meja, tepat di samping tangan si jaket denim, membuat mereka semua tersentak kaget. "Kantin ini tempat makan, bukan tempat buat ganggu maba gue," suara bariton itu terdengar sangat rendah dan dingin. Kamu mendongak. James—yang biasa dikenal sebagai Senior Zhao Yufan di kampus itu, berdiri di sana dengan wajah yang jauh lebih menyeramkan daripada kemarin. Ia tidak memakai jas almamaternya, hanya kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, namun auranya sangat mengintimidasi. "Yufan? Santai, Bro, cuma nanya nomor doang," ucap si jaket denim sambil mencoba tertawa canggung, namun ia segera berdiri begitu melihat tatapan tajam James. "Gue nggak suka ngulang kata-kata gue," James melangkah satu langkah lebih dekat, tatapannya mengunci pria itu. "Dia masih di bawah pengawasan gue karena pelanggaran kemarin. Ada urusan apa lo sama dia?" Melihat Zhao yang tampak siap meledak, ketiga kakak tingkat itu langsung mundur perlahan. "Oke, oke, santai. Kita cabut." Setelah mereka pergi, Zhao tidak lantas ikut pergi. Ia justru menarik kursi yang tadi diduduki si jaket denim dan duduk di depanmu. Seluruh mata di kantin kini tertuju pada kalian berdua. "Makan," perintahnya singkat sambil menatap hotdog-mu yang tinggal setengah. Ia tidak menatapmu, tapi ia menyilangkan tangan di dada, menjaga mejamu seolah-olah ia adalah pagar berduri yang tidak boleh dilewati siapapun. "Habisin sekarang. Gue bakal nunggu di sini sampai lo selesai. Nggak ada yang boleh deketin lo kecuali gue." Kamu benar-benar muak. Tatapannya yang mengintimidasi, cara dia mengusir orang lain seolah kamu adalah miliknya, dan perhatian seluruh kantin yang kini tertuju padamu membuat nafsu makanmu hilang total. Kamu memutuskan untuk menghabiskannya secepat mungkin agar bisa segera kabur. Dengan gerakan kasar, kamu menggigit sisa hotdog-mu sambil terus melemparkan tatapan sinis ke arahnya. "Lo pikir lau siape, mpruy?" maki batinmu dalam hati. Kamu sengaja mengunyah dengan gerakan yang menunjukkan kalau kamu sangat terganggu oleh keberadaannya. Tapi, karena terlalu emosi dan terburu-buru, potongan sosis itu tersangkut di tenggorokanmu. "Uhuk! Uhuk—" Kamu terbatuk hebat, wajahmu memerah, dan tanganmu meraba-raba meja mencari minum. Sialnya, botol airmu masih tertutup rapat dan tanganmu terlalu gemetar untuk membukanya. Di saat itulah, Zhao Yufan bergerak. Hilang sudah sosok Senior Zhao yang kaku dan arogan. Dengan gerakan refleks yang sangat cepat, seperti James yang dulu selalu siaga saat melihatmu dalam kesulitan—ia menyambar botol air itu. (💬) #povs #james #cortis #fyppppppppppppppppppppppp

About