@herryheryawan_official: KUPANGGIL DIKAU NONA SEROJA Kupanggil dikau Nona Seroja sebagai matlamat hari depan Bahwa doa-doa suci murni Membaluri tubuh mungil dengan empat kaki yang kecil Menyusuri tanah yang pernah lupa Cara mencintai dirinya sendiri Kupanggil dikau Nona Seroja Sebab engkau lahir dari rahim hutan yang terengah-engah Mengingat bagaimana caranya Menjadi hutan kembali Sebagaimana bunga seroja yang mengangkat wajahnya dari lumpur dan rawa-rawa engkau datang dari bumi yang sudah lama meratap tetapi belum berhenti berharap Kupanggil dikau Nona Seroja karena alam memiliki rahasia Bahwa keindahan sejati Tidak tumbuh dalam keadaan yang mudah Keindahan sejati wujud Dari kesetiaan untuk senantiasa mekar di tengah seribu badai yang coba menghancurkannya Maka, kupanggil dikau Nona Seroja Tatkala dunia melihat lumpur Engkau mengajarkan wangi bunga Ketika manusia melihat kerusakan Engkau mengajarkan Kemungkinan-kemungkinan Ketika sebagian hati berkata: “Kami menyerah!” Engkau menjawab dengan kelahiranmu yang penuh berkat: “Tidak. Tidak ada yang terlambat…” Kupanggil dikau Nona Seroja Karena langit Tesso Nilo pagi ini Menuliskan ayat-ayat cinta: Harapan tidak pernah mati Harapan hanya memilih Tubuh yang baru untuk dilahirkan lagi Kupanggil dikau nona Seroja Karena cinta selalu menemukan Jalan untuk mekar Walau dunia keruh Walau luka belum sembuh Walau perjuangan masih panjang Walau selaksa tombak menerjang Tumbuhlah nona Seroja, tumbuhlah Jadilah kabar baik bagi setiap dada yang lelah Jadilah saksi Bahwa dari lumpur yang paling gelap sekalipun Tuhan akan selalu Menumbuhkan harapan baru Kupanggil dikau nona Seroja Agar selama namamu Masih disebut Tak ada alasan untuk takut #HerryHeryawan #HumasPoldaRiau