@makmudooovna: binafsha shulasi 2 #binafshashulasi #kitob #binafshasweet

rukhshona🤍
rukhshona🤍
Open In TikTok:
Region: TJ
Thursday 11 June 2026 05:38:09 GMT
1038
28
5
14

Music

Download

Comments

qabr_gulim
jannat sanga bo'lsin :
bu kitobni 2chisi uqishni boshladim 100chi betidaman lekin Xayo yoqku davomi emasmi bu
2026-06-15 18:08:51
0
user6766537323340
Рая :
🥰🥰🥰
2026-06-11 07:03:01
1
To see more videos from user @makmudooovna, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp762,30 miliar untuk Tahun Anggaran 2027. Usulan tersebut disampaikan oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto, saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu 17 Juni 2026. Langkah ini diambil setelah pagu indikatif KPK untuk tahun 2027 tercatat hanya sebesar Rp1,23 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar Rp349 miliar jika dibandingkan dengan alokasi anggaran pada tahun 2026. Setyo menilai bahwa penurunan anggaran yang cukup signifikan ini berpotensi mengganggu berbagai program pencegahan serta pemberantasan korupsi yang tengah berjalan. Pihak lembaga antirasuah berencana mengalokasikan tambahan dana tersebut untuk mendukung program-program krusial. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan digitalisasi dan machine learning LHKPN, kampanye antikorupsi, pendidikan masyarakat, kegiatan penindakan, hingga penguatan fungsi koordinasi, supervisi, dan pencegahan. Menanggapi paparan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, sempat berseloroh dan menyarankan agar KPK meminta anggaran yang jauh lebih besar hingga menyentuh Rp5 triliun. Sahroni beralasan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberikan lampu hijau kepada sejumlah lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan Agung, dan BPKP untuk mengajukan penambahan anggaran demi memperkuat pemberantasan korupsi. “Tapi saran saya, Pak, saran, karena Pak Presiden udah ngomong, Pak. Jadi, kalau Bapak tampilin di paparan tadi, kan minta berapa aja dikasih. Pak, ajuin Rp 5 T, Pak! Tanggung, Pak!” ujar Sahroni di tengah jalannya rapat kerja. Meski mendapatkan dorongan untuk meminta anggaran lebih besar, Setyo Budiyanto menegaskan bahwa KPK tetap memilih mengajukan angka yang sesuai dengan kebutuhan riil lembaga. Pihaknya enggan meminta anggaran secara berlebihan, namun tetap mengingatkan bahwa hambatan program kerja bisa saja terjadi jika kebutuhan riil ini tidak terpenuhi. #KPK #AnggaranKPK #DPRRI #AhmadSahroni #OneDayOneTiktok
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp762,30 miliar untuk Tahun Anggaran 2027. Usulan tersebut disampaikan oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto, saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu 17 Juni 2026. Langkah ini diambil setelah pagu indikatif KPK untuk tahun 2027 tercatat hanya sebesar Rp1,23 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar Rp349 miliar jika dibandingkan dengan alokasi anggaran pada tahun 2026. Setyo menilai bahwa penurunan anggaran yang cukup signifikan ini berpotensi mengganggu berbagai program pencegahan serta pemberantasan korupsi yang tengah berjalan. Pihak lembaga antirasuah berencana mengalokasikan tambahan dana tersebut untuk mendukung program-program krusial. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan digitalisasi dan machine learning LHKPN, kampanye antikorupsi, pendidikan masyarakat, kegiatan penindakan, hingga penguatan fungsi koordinasi, supervisi, dan pencegahan. Menanggapi paparan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, sempat berseloroh dan menyarankan agar KPK meminta anggaran yang jauh lebih besar hingga menyentuh Rp5 triliun. Sahroni beralasan bahwa Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberikan lampu hijau kepada sejumlah lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan Agung, dan BPKP untuk mengajukan penambahan anggaran demi memperkuat pemberantasan korupsi. “Tapi saran saya, Pak, saran, karena Pak Presiden udah ngomong, Pak. Jadi, kalau Bapak tampilin di paparan tadi, kan minta berapa aja dikasih. Pak, ajuin Rp 5 T, Pak! Tanggung, Pak!” ujar Sahroni di tengah jalannya rapat kerja. Meski mendapatkan dorongan untuk meminta anggaran lebih besar, Setyo Budiyanto menegaskan bahwa KPK tetap memilih mengajukan angka yang sesuai dengan kebutuhan riil lembaga. Pihaknya enggan meminta anggaran secara berlebihan, namun tetap mengingatkan bahwa hambatan program kerja bisa saja terjadi jika kebutuhan riil ini tidak terpenuhi. #KPK #AnggaranKPK #DPRRI #AhmadSahroni #OneDayOneTiktok

About