Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@anvatcunghuy.hhuy: 500g Tóp mỡ rim mắm tỏi ớt siêu ngon #topmo #anvat #xuhuong #hottrend #anvatcunghuy
Ăn Vặt Cùng Huy
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 11 June 2026 11:30:00 GMT
80
1
0
1
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.83MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.83MB
)
Watermark .mp4 (
2.87MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @anvatcunghuy.hhuy, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
مربی پارت دو#fy
غصہ کرو#foryoupage #videostar #goviral #viralvideo #foryoupage
شگد سويت زين لناس موزينة 💔😭 #اشتاگلي #حسين_الزهيري #شعر_شعبي_عراقي #fyp #الشعب_الصيني_ماله_حل😂😂
What do you think of this new shirt pattern?#funnyshirts #juicy #ootdfashion #tiktokshop #tshirt
Kantor Kesbangpol Bali Digruduk Warga Yang Menolak Keberadaan Ormas Madas Nusantara Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali di Jalan Kapten Tantular No. 1 Denpasar, Senin (8/6) pagi, didatangi puluhan warga Bali untuk mengawal rapat koordinasi Tim Terpadu Pengawasan Ormas tentang keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) Madas (Madura Asli) Nusantara yang di Bali. Sejak sekitar pukul 09.00 WITA, massa terlihat mulai berdatangan ke lokasi. Kehadiran mereka membuat area Kantor Kesbangpol Bali menjadi ramai, sementara aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali tampak memperketat penjagaan bersama aparat Polda Bali di sekitar pintu masuk dan halaman kantor. Rapat koordinasi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA tersebut berlangsung secara tertutup dengan melibatkan Tim Terpadu Pengawasan internal yang terdiri dari Satpol PP Bali, Kejaksaan Bali, Polda Bali, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, serta Korem 163/Wira Satya, bersama Kesbangpol Kota Denpasar. Isu keberadaan ormas Madas tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu respons penolakan dari sebagian masyarakat. Mereka menilai Bali telah memiliki sistem pengamanan berbasis desa adat melalui pecalang yang dinilai lebih memahami wewidangan masing-masing desanya, sehingga tidak diperlukan Ormas untuk menjaga keamanan Bali. Salah satu warga yang hadir, Pande Manik Sastrawan dari Gianyar, menggaris bawahi bahwa kehadirannya bukan untuk menolak suku tertentu, melainkan menolak keberadaan ormas tersebut. “Saya mengatasnamakan diri sendiri. Kita datang ke sini bukan untuk menyebarkan kebencian, bukan menolak suku dari mana pun. Kita welcome dari Madura, dari suku apa pun di Nusantara yang mencari penghidupan di Bali, silakan,” ujarnya.
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy