Afdhali :
Saya paham kok kenaikan BBM punya efek domino ke logistik dan harga barang. Tapi kalau bilang pemerintah tinggal cari cara biar nggak naik, itu terlalu menyederhanakan masalah.
Kalau harga minyak dunia naik, dolar menguat, atau jalur distribusi seperti Selat Hormuz terganggu, biaya impor energi otomatis ikut naik. Pemerintah memang bisa menahan harga lewat subsidi, tapi subsidi itu bukan uang gratis. Dananya dari APBN yang berasal dari pajak, utang, atau mengurangi anggaran sektor lain. Jadi kalau semua kenaikan dipaksa ditahan, pertanyaannya sederhana: siapa yang bayar selisihnya?
Soal orang pindah ke Pertalite juga sama. Kalau semua beralih ke BBM subsidi, justru kuota cepat habis dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa kesulitan mendapatkannya. Itu sebabnya solusi bukan sekadar bikin Pertamax murah, tapi memastikan subsidi tepat sasaran.
Mengkritik pemerintah itu wajar, tapi jangan sampai seolah-olah pemerintah punya tombol ajaib untuk mengendalikan harga minyak dunia, kurs dolar, dan kondisi geopolitik global. Tugas pemerintah adalah meminimalkan dampak dan menjaga keseimbangan fiskal, bukan menghapus realitas ekonomi. Kalau semua harga ditahan tanpa melihat biaya, yang jebol nanti justru APBN dan akhirnya rakyat juga yang menanggung akibatnya.
2026-06-13 22:02:20