@bangros20: Namanya Titin Rita Lestari. Bukan seorang kuli bangunan, melainkan pejabat elit di BPK. Berpendidikan tinggi, selalu dikesankan jujur, tak bisa disogok, kredibilitas tinggi. Semua sifat malaikat disematkan padanya. Siapa sangka, semua berakhir di jeruji. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak! Nama Titin terdengar seperti doa seorang ibu. Nama yang mungkin dulu ditulis dengan tangan gemetar di secarik kertas kelahiran, lalu dipandangi dengan harapan besar, semoga anak ini hidup baik, sekolah tinggi, bekerja terhormat, dan menjadi kebanggaan keluarga. Siapa yang menyangka perjalanan panjang itu berakhir di depan kamera, dengan rompi oranye menutupi dada. Saat keluar dari ruang pemeriksaan KPK, Titin mengenakan jilbab krem dan kacamata tebal. Tidak ada kemewahan. Tidak ada tas bermerek. Tidak ada senyum yang dipaksakan. Yang terlihat hanya seorang perempuan yang wajahnya seperti menyimpan ribuan kalimat yang tidak sanggup diucapkan. Di dadanya terpasang angka 126. Di sekeliling tubuhnya melingkar tulisan yang lebih berat daripada besi penjara, “Tahanan KPK.” Ada sesuatu yang menyayat dalam pemandangan itu. Sebab rompi oranye selalu memiliki kekuatan aneh. Ia mampu menghapus gelar, jabatan, prestasi, dan puluhan tahun pengabdian hanya dalam hitungan detik. Seketika orang tidak lagi melihat siapa dirimu kemarin. Yang mereka lihat hanya siapa dirimu hari ini. Padahal Titin bukan pegawai biasa. Ia adalah Ketua Tim Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Sumatera Selatan. Seorang auditor negara. Orang yang pekerjaannya memeriksa penggunaan uang rakyat. Jabatan yang tidak lahir dari keberuntungan, melainkan dari pendidikan, pengalaman, dan tahun-tahun panjang dalam birokrasi. Namun kini, semua itu berdiri berhadapan dengan tuduhan suap dalam kasus pengaturan hasil audit di Kabupaten Muara Enim. Publik tentu berhak marah. Negeri ini sudah terlalu sering dikecewakan. Terlalu banyak orang bersumpah menjaga uang negara, lalu tersandung karena uang negara. Terlalu banyak lembaga yang dibangun atas nama integritas, tetapi berkali-kali dipermalukan oleh orang-orang di dalamnya. Namun ketika Titin berjalan menuju mobil tahanan, ada sesuatu yang membuat suasana menjadi lebih rumit. Ia berbicara. Bukan dengan nada seorang pemenang. Bukan pula dengan gaya seorang pejabat yang sedang berpidato. Melainkan seperti seseorang yang merasa sedang membawa beban yang bukan sepenuhnya miliknya. "Saya nggak terima uang ya. Ini nggak adil. Saya cuma pelaksana." Lalu ia mengulang lagi, "Saya hanya melaksanakan." Ketika ditanya siapa yang menerima uang, jawabannya pendek namun menghantam, "Pimpinan saya berjenjang." Wartawan terus mencecarnya, “Yang nerima siapa, Bu? Apakah Pak Bobby” Titin bungkam dan terus berjalan ke mobil. Nama Bobby terus ditanyakan, tapi si ibu, bungkam. Sampai sekarang siapa sebenarnya Bobby. Apakah Bobby yang itu, kucing, atau pemain sepakbola. Dunia penuh misteri. Kalimat itu menggantung seperti kabut. Membuat orang bingung harus percaya kepada siapa. Apakah ini suara kejujuran dari seseorang yang sedang menjadi tumbal sistem? Ataukah ini sekadar pembelaan terakhir dari orang yang tertangkap di tengah badai? Tidak ada yang tahu. Bahkan mungkin Titin sendiri sadar, pada saat rompi oranye dikenakan, penjelasan apa pun akan terdengar terlambat. KPK menduga ia ikut menerima bagian suap bersama sejumlah ASN BPK lainnya. Titin membantah. Penyidik memiliki dugaan. Titin memiliki bantahan. Di antara keduanya, publik hanya memiliki pertanyaan. Justru di situlah letak tragedinya. Karena untuk pertama kalinya, banyak orang melihat seorang tersangka yang tidak tampak seperti tokoh jahat dalam cerita. Yang terlihat hanyalah seorang perempuan berkacamata tebal, wajah lelah, dan sorot mata yang seolah bertanya kepada dunia, apakah semua ini benar-benar akhir dari perjalanan hidupnya? Mungkin ia bersalah. Mungkin ia tidak. Biarlah pengadilan yang menjawabnya. Foto Ai hanya ilustrasi Rosadi Jamani Ketua Satupena Kalbar #camanewak #jurnalismeyangmenyapa #JYM
Rosadi Jamani
Region: ID
Friday 12 June 2026 08:15:29 GMT
Music
Download
Comments
Torus :
menyayat hati, semoga keadilan berpihak kepadanya
2026-06-12 12:14:25
18
momy :
ya Allah lindungilah beliau jika mmg tdk bersalah dan tunjukkan kuasamu dg menunjukkan siapa yg bersalah aamiin
2026-06-12 13:44:03
7
@Putra_Pati :
ya Allah lindungilah beliau jika mmg tdk bersalah dan tunjukkan kuasamu dg menunjukkan siapa yg bersalah aamiin
2026-06-12 14:24:59
5
Agus,mu :
korupsi itu tidak selalu harus menerima uang ya , tetapi memperkara diri sendiri ataupun orang lain . Jadi walau dirinya tidak menerima uang , tetapi karena ia ada tanda tangannya karena jabatan, maka ia bisa terkena kasus korupsi. Ini banyak awam yg tidak tahu .
2026-06-12 14:20:09
4
Hary Aja :
klo KPK siapa yang audit?
2026-06-12 14:03:25
5
JEDIDIAH :
Bernyanyi lah bu...🥰🥰🥰
2026-06-12 13:49:27
4
NasrahNj :
Ya Allah tolong Negeri ini
2026-06-12 14:04:39
0
wiwin :
lagunya enak sekali bang
2026-06-12 13:32:12
3
ABAH WAG67 :
Semangat bu titin.. Hanya Alloh yg tahu.. Alloh bersama mu... ini bagian dari Liku2 hidup
2026-06-12 14:21:08
2
Didik :
tulisan terlalu hiperbola dan tendensius...
2026-06-12 13:24:26
3
user1137281221275 :
pelajaran tidak selamanya hidup itu memberikan kesenangan..dibalik nya menunggu kepahitan hidup
2026-06-12 14:01:53
1
nahwasumiarto :
Eeeemmmm..... bisa jadi wak... semoga kopi pahit tetap terasa pahit, jangan sampai sebaliknya... salam hormat
2026-06-12 10:58:08
2
Cak Sol :
lagu nya bagus sambil minum kopi jahe
2026-06-12 11:15:07
1
Poes :
Kuat dan sehat selalu bu titin
2026-06-12 13:22:02
1
Longstone :
korupsi itu bukan cuma memperkaya diri tetapi korupsi itu bisa juga memperkaya orang lain.
2026-06-12 15:38:45
0
rayy :
hanya Allah yg tau perbuatan hambanya
2026-06-12 15:38:20
0
PAUD AL- ABIYYAH :
Allah akan selalu melindungi ibu, kalo ibu tidak bersalah
2026-06-12 15:18:01
0
kucinghitam_ :
SABAR NGGIH BUNDA KEBIJAKAN ITU BISA MEMBAWA KEBERHASILAN TETAPI JUGA BISA MEMBAWA MALAPETAKA BUAT DIRI SENDIRI
2026-06-12 15:38:24
0
jaya :
semangat bu, katakan sejujurnya Tuhan menyertaimu
2026-06-12 13:03:55
9
harto :
jujurlah,kebenaran akan mencari caranya sendiri. percayalah.
2026-06-12 13:49:15
0
ozygo 73 :
kasihan bu titin
2026-06-12 13:02:50
1
kucinghitam_ :
SEMOGA ALLAH SWT MELINDUNGI DAM MEMBEBASKAN LEWAT PENGADILAN JUJUR ADIL DUNIA AKHIRAT
2026-06-12 15:47:31
0
Sabarudin :
lebih baik membebaskan 1000 orang yg bersalah, dari pada menghukum 1 orang yg tidak bersalah
2026-06-12 15:04:17
2
user52525715131614 :
sangat berat beban yg di pikulnya, kasian anak anaknya
2026-06-12 15:07:34
2
Atik Sulistyowati :
atasan BPK bukan Gubernur....
2026-06-12 10:52:23
4
To see more videos from user @bangros20, please go to the Tikwm
homepage.