@_cn367: #xuhuong #viral #wedj🚀🔥

trái trứng vô ơn 🦦
trái trứng vô ơn 🦦
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 12 June 2026 09:55:00 GMT
5984
354
0
62

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @_cn367, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di gereja dia paling cepat datang. Paling sering angkat tangan. Paling keras berkata, “Aku siap dipakai Tuhan.” Tapi diam-diam… hatinya remuk ketika namanya tidak disebut. Mulutnya berkata “semua untuk Tuhan”, tapi jiwanya lapar tepuk tangan. Banyak dari kita tidak sadar: kadang yang kita cintai bukan Tuhan-Nya… tetapi perasaan saat dipakai Tuhan. Itulah kenapa, Yesus berkata: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Matius 10:38-TB) Yesus tidak sedang bicara tentang capek pelayanan. Bukan tentang kurang tidur karena latihan musik. Bukan tentang lelah pulang komsel malam-malam. Salib dalam pelayanan lebih dalam dari sekadar tenaga yang habis. Salib adalah matinya alasan tersembunyi mengapa kita melayani. Karena ternyata… pelayanan bisa jadi tempat ego bersembunyi dibalik baju rohani. 🔥 Kita pikir kita sedang melayani Tuhan. Padahal kadang kita sedang: - mencari pengakuan, - mengejar validasi, - haus dianggap penting, - takut dilupakan, - takut kalah dari orang lain. Makanya ada orang yang tetap kuat melayani saat sibuk, tetapi langsung tawar hati ketika tidak diberi mimbar. Ada yang berkata: “Aku mundur dulu dari pelayanan.” Padahal yang sebenarnya terluka bukan imannya. Melainkan egonya. Pedas ya? Tapi justru di situ salib bekerja. Karena salib tidak cuma membunuh dosa kasar. Salib juga membunuh ambisi rohani yang kelihatan suci. Dunia mengajarkan: “Naiklah supaya terlihat.” Tetapi Yesus berkata: “M4tilah supaya Aku terlihat.” Ini yang berat. Sebab manusia suka menjadi pusat. Kita suka dipuji karena “rendah hati”. Suka dianggap rohani karena “setia melayani”. Bahkan ironisnya, ada orang kecewa kepada Tuhan… karena Tuhan memakai orang lain lebih besar dari dirinya. Pelayanan akhirnya berubah jadi kompetisi terselubung. Panggung gereja terlihat kudus, tetapi hati bisa penuh perbandingan. 👉🏽 Ada senyum di altar, tapi iri di dalam dada. 👉🏽 Ada doa di mikrofon, tapi haus pengakuan di balik layar. Dan Yesus tahu itu. Makanya sebelum murid-murid diutus, Yesus tidak berkata: “Belajarlah jadi terkenal.” Yesus berkata: “Pikul salibmu.” Artinya: “Kalau kau ikut Aku, yang pertama m4ti haruslah dirimu sendiri.” Bukan talentamu dulu. Bukan jadwalmu dulu. Bukan energimu dulu. Tetapi MOTIVASImu. Karena Tuhan tidak cuma melihat apa yang kita lakukan. Dia melihat alasan mengapa kita melakukannya. Kadang Tuhan sengaja membiarkan kita masuk musim: - tidak dilihat, - tidak dipuji, - tidak dihargai, - tidak dianggap penting. Kenapa? Karena di musim sepi itulah kelihatan: apakah kita mencintai Tuhan… atau candu terhadap tepuk tangan manusia. Ada orang setia saat dipakai. Tapi hilang saat tidak dipilih. Ada yang berkata: “Aku melayani Tuhan.” Tapi sebenarnya: “Aku melayani perasaan dihargai.” Dan salib datang menghancurkan itu semua. Salib membuat kita tetap melayani meski tidak terlihat. Tetap setia meski tidak disebut. Tetap mengasihi meski tidak dipuji. Karena orang yang sudah “mati terhadap diri” tidak lagi sibuk mempertahankan citra. Ia tidak lagi melayani untuk membuktikan sesuatu. Ia melayani karena ia sungguh mengasihi Yesus. Hari ini mungkin Tuhan tidak sedang mengurangi pelayananmu. Mungkin Tuhan sedang membersihkan motivasimu. Karena pelayanan yang paling harum di surga bukan pelayanan paling viral. Tetapi pelayanan yang paling m4ti terhadap diri sendiri. Dan mungkin… salib terberat dalam pelayanan bukan tentang berapa banyak yang kita korbankan untuk Tuhan. Tetapi tentang seberapa rela kita kehilangan alasan-alasan tersembunyi yang selama ini kita sembunyikan atas nama Tuhan. Hari ini, jangan cuma minta Tuhan memakai hidupmu. Minta Tuhan MEMURNIKAN HATImu. Sebab pelayan yang dipakai Tuhan itu indah. Tetapi pelayan yang hatinya murni di hadapan Tuhan… itu langka. Mari kita berdoa, “ Tuhan, kalau selama ini aku melayani untuk dilihat manusia, hancurkan motivasi itu. Ajarku memikul salib, sampai hanya Engkau yang menjadi pusat hidupku. Amin.” #RenunganHarianKristen #EgoDalamPelayanan #MurnikanMotivasimuMelayani #Matius10 #fypシ
Di gereja dia paling cepat datang. Paling sering angkat tangan. Paling keras berkata, “Aku siap dipakai Tuhan.” Tapi diam-diam… hatinya remuk ketika namanya tidak disebut. Mulutnya berkata “semua untuk Tuhan”, tapi jiwanya lapar tepuk tangan. Banyak dari kita tidak sadar: kadang yang kita cintai bukan Tuhan-Nya… tetapi perasaan saat dipakai Tuhan. Itulah kenapa, Yesus berkata: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Matius 10:38-TB) Yesus tidak sedang bicara tentang capek pelayanan. Bukan tentang kurang tidur karena latihan musik. Bukan tentang lelah pulang komsel malam-malam. Salib dalam pelayanan lebih dalam dari sekadar tenaga yang habis. Salib adalah matinya alasan tersembunyi mengapa kita melayani. Karena ternyata… pelayanan bisa jadi tempat ego bersembunyi dibalik baju rohani. 🔥 Kita pikir kita sedang melayani Tuhan. Padahal kadang kita sedang: - mencari pengakuan, - mengejar validasi, - haus dianggap penting, - takut dilupakan, - takut kalah dari orang lain. Makanya ada orang yang tetap kuat melayani saat sibuk, tetapi langsung tawar hati ketika tidak diberi mimbar. Ada yang berkata: “Aku mundur dulu dari pelayanan.” Padahal yang sebenarnya terluka bukan imannya. Melainkan egonya. Pedas ya? Tapi justru di situ salib bekerja. Karena salib tidak cuma membunuh dosa kasar. Salib juga membunuh ambisi rohani yang kelihatan suci. Dunia mengajarkan: “Naiklah supaya terlihat.” Tetapi Yesus berkata: “M4tilah supaya Aku terlihat.” Ini yang berat. Sebab manusia suka menjadi pusat. Kita suka dipuji karena “rendah hati”. Suka dianggap rohani karena “setia melayani”. Bahkan ironisnya, ada orang kecewa kepada Tuhan… karena Tuhan memakai orang lain lebih besar dari dirinya. Pelayanan akhirnya berubah jadi kompetisi terselubung. Panggung gereja terlihat kudus, tetapi hati bisa penuh perbandingan. 👉🏽 Ada senyum di altar, tapi iri di dalam dada. 👉🏽 Ada doa di mikrofon, tapi haus pengakuan di balik layar. Dan Yesus tahu itu. Makanya sebelum murid-murid diutus, Yesus tidak berkata: “Belajarlah jadi terkenal.” Yesus berkata: “Pikul salibmu.” Artinya: “Kalau kau ikut Aku, yang pertama m4ti haruslah dirimu sendiri.” Bukan talentamu dulu. Bukan jadwalmu dulu. Bukan energimu dulu. Tetapi MOTIVASImu. Karena Tuhan tidak cuma melihat apa yang kita lakukan. Dia melihat alasan mengapa kita melakukannya. Kadang Tuhan sengaja membiarkan kita masuk musim: - tidak dilihat, - tidak dipuji, - tidak dihargai, - tidak dianggap penting. Kenapa? Karena di musim sepi itulah kelihatan: apakah kita mencintai Tuhan… atau candu terhadap tepuk tangan manusia. Ada orang setia saat dipakai. Tapi hilang saat tidak dipilih. Ada yang berkata: “Aku melayani Tuhan.” Tapi sebenarnya: “Aku melayani perasaan dihargai.” Dan salib datang menghancurkan itu semua. Salib membuat kita tetap melayani meski tidak terlihat. Tetap setia meski tidak disebut. Tetap mengasihi meski tidak dipuji. Karena orang yang sudah “mati terhadap diri” tidak lagi sibuk mempertahankan citra. Ia tidak lagi melayani untuk membuktikan sesuatu. Ia melayani karena ia sungguh mengasihi Yesus. Hari ini mungkin Tuhan tidak sedang mengurangi pelayananmu. Mungkin Tuhan sedang membersihkan motivasimu. Karena pelayanan yang paling harum di surga bukan pelayanan paling viral. Tetapi pelayanan yang paling m4ti terhadap diri sendiri. Dan mungkin… salib terberat dalam pelayanan bukan tentang berapa banyak yang kita korbankan untuk Tuhan. Tetapi tentang seberapa rela kita kehilangan alasan-alasan tersembunyi yang selama ini kita sembunyikan atas nama Tuhan. Hari ini, jangan cuma minta Tuhan memakai hidupmu. Minta Tuhan MEMURNIKAN HATImu. Sebab pelayan yang dipakai Tuhan itu indah. Tetapi pelayan yang hatinya murni di hadapan Tuhan… itu langka. Mari kita berdoa, “ Tuhan, kalau selama ini aku melayani untuk dilihat manusia, hancurkan motivasi itu. Ajarku memikul salib, sampai hanya Engkau yang menjadi pusat hidupku. Amin.” #RenunganHarianKristen #EgoDalamPelayanan #MurnikanMotivasimuMelayani #Matius10 #fypシ

About